Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Amelia, Janin yang Lahir dengan Hydrops Fatal Kini Tumbuh Sehat

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Sabtu, 14 Mar 2026 06:20 WIB

Pregnant young woman lying on the bed in delivery room. Side view of happy pregnant female resting on bed in hospital ward. Healthcare and pregnancy concept
Kisah Amelia, Janin yang Lahir dengan Hydrops Fatal Kini Tumbuh Sehat/Foto: Getty Images/iStockphoto/Nimito
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, menerima kabar bahwa janin dalam kandungan mengalami kondisi serius tentu menjadi momen yang sangat menegangkan. Itulah yang dialami keluarga kecil Amelia Grace Long, seorang bayi yang didiagnosis hydrops fetalis saat masih di dalam kandungan.

Namun siapa sangka, perjuangan panjang itu kini berubah menjadi kisah penuh harapan. Berikut kisahnya dikutip dari Texaschildren.

Awal diagnosis yang mengguncang

Kehamilan ibunda Amelia, Carissa Long awalnya berjalan normal. Namun saat usia kandungan memasuki 29 minggu, dokter menemukan adanya penumpukan cairan abnormal di tubuh janin. Cairan tersebut terlihat di beberapa bagian tubuh, kondisi yang mengarah pada diagnosis hydrops fetalis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


“Kehamilanku berjalan lancar hingga minggu ke-29. Bayi kami tampak sempurna selama pemeriksaan USG anatomi pada minggu ke-20, tetapi posisinya sedemikian rupa sehingga dokter di Texas Children's tidak dapat melihat punggung bawahnya untuk menyingkirkan kemungkinan spina bifida. Kami kembali pada minggu ke-25 untuk memeriksa lagi hanya untuk mendapatkan hasil yang sama. Dia baik-baik saja, tetapi masih terjepit sedemikian rupa sehingga punggung bawahnya tersembunyi. Kami mencoba untuk ketiga kalinya pada minggu ke-29 dan akhirnya bisa melihat punggungnya, tetapi juga menemukan cairan yang menumpuk di dadanya,” kata ibunda Amelia.

Hydrops fetalis adalah kondisi serius ketika cairan menumpuk di dua atau lebih area tubuh janin, seperti di rongga dada, perut, sekitar jantung, atau di bawah kulit. Kondisi ini dapat mengganggu kerja jantung dan paru-paru, bahkan berisiko mengancam nyawa jika tidak segera ditangani.

Karena kondisinya cukup kompleks, sang ibu dirujuk ke tim spesialis di Texas Children’s Hospital untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Perjuangan di dalam kandungan

Tim dokter spesialis maternal-fetal medicine melakukan berbagai pemeriksaan mendalam untuk mencari penyebab dan menentukan tindakan terbaik. Salah satu prosedur yang dilakukan adalah pemasangan shunt (selang kecil) di dalam rahim untuk membantu mengeluarkan cairan berlebih dari tubuh janin.

Tindakan tersebut cukup membantu, meski tidak sepenuhnya menghilangkan cairan. Kondisi Amelia terus dipantau ketat hingga akhirnya dokter memutuskan persalinan harus dilakukan lebih cepat demi keselamatan ibu dan bayi.

“Sulit untuk menggambarkan bagaimana rasanya diberitahu bahwa bayi Anda sangat sakit, tidak tahu mengapa, dan tidak tahu apakah ia akan bertahan hidup atau tidak,” ungkap Ibu Amelia

Lahir prematur dan dirawat intensif

Hanya dua minggu setelah cairan tersebut pertama kali ditemukan, pada usia kehamilan 31 minggu, Amelia Grace Long lahir dengan berat 3 pon 3 ons. Kondisinya saat lahir sangat kritis dan ia langsung dirawat di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Ia masih hidup, tetapi kondisinya sangat, sangat sakit.

Amelia diintubasi, dipasangi selang dada untuk mengalirkan cairan, membutuhkan beberapa transfusi darah selama beberapa hari berikutnya dan mengalami pembengkakan akibat semua cairan di bawah kulitnya.

Pada hari ketiga, tekanan darah dan kadar saturasi oksigennya anjlok dan tim melakukan tindakan ekstrem untuk menyelamatkan nyawanya. Mereka memberinya oksida nitrat untuk membuka pembuluh darahnya dan menggunakan osilator, mesin pernapasan intensif yang memaksa napas yang sangat kecil dan cepat. Jika itu tidak berhasil, tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan. Untungnya, itu berhasil.

Masa-masa itu tentu menjadi ujian emosional bagi orang tuanya. Namun perlahan, kondisi Amelia mulai membaik.

Dari kondisi kritis menjadi anak yang ceria

Setelah melewati perawatan panjang, Amelia menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Cairan dalam tubuhnya berhasil teratasi dan fungsi organ-organ vitalnya membaik.

Saat ini, Amelia berusia 4 tahun. Amelia tumbuh menjadi anak yang aktif dan ceria. Meski masih menggunakan alat bantu dengar dan kacamata, ia dapat menjalani kehidupan layaknya anak-anak lain seusianya. Ia aktif, lucu, dan sangat cerdas. 

Bahkan, ia seperti manusia super, dengan daya ingat yang luar biasa. Kendati demikian, Amelia masih memiliki bekas luka pertempurannya, dengan empat lesung kecil di punggungnya akibat shunt dan bekas luka di setiap sisi akibat selang dada. Bekas luka di tubuhnya tersebut kini menjadi pengingat akan perjuangan hebat yang pernah ia lalui sejak dalam kandungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda