Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

10 Pertanyaan Seputar Seks yang Kerap Malu untuk Ditanyakan Ibu Hamil

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 20:50 WIB

suami istri hamil
10 Pertanyaan Seputar Seks yang Kerap Malu untuk Ditanyakan Ibu Hamil/Foto: Getty Images/Kong Ding Chek
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak perempuan masih merasa tabu berbicara seputar seks ketika hamil. Padahal, menambah pengetahuan tentunya bisa membuat kehidupan seks lebih baik. Inilah beberapa pertanyaan seputar seks yang kerap malu untuk ditanyakan ibu hamil, Bunda.

Kehamilan sebenarnya bukan menjadi halangan bagi pasangan untuk menghidupkan sesi intim. Namun, banyak perempuan yang merasa khawatir jika keintiman tersebut justru membuat kehamilannya terganggu. 

Di satu sisi, banyak pertanyaan lain yang bersliweran di otak ibu hamil seputar seks namun merasa malu ingin ditanyakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pertanyaan seputar seks saat hamil

Hmm, kita-kira, apa saja ya pertanyaan seputar seks yang malu ditanyakan para ibu hamil? Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

1. Apakah seks aman selama kehamilan?

Mengutip dari laman Your Tango, seks selama dan setelah kehamilan memang merupakan hal baru, tetapi tidak harus menjadi sesuatu yang asing dilakukan. Terkecuali, ibu hamil mengalami masalah medis tertentu yang membuat aktivitas seks tak bisa dilakukan. Namun, selama hal tersebut tidak ada, maka aktivitas seksual aman dilakukan.

2. Apakah bayi bisa merasakan orang tuanya berhubungan seks?

Menurut Mary Jane Minkin, MD, penulis buku A Woman's Guide to Sexual Health bahwa bayi secara neurologis tidak mampu mengetahui bahwa orang tuanya sedang berhubungan seks. Mereka juga terlindungi dengan baik oleh cairan ketuban. Jika ibu hamil merasa cukup sehat untuk berhubungan seks dan kehamilannya normal maka nikmatilah.

3. Apa saja posisi seks yang aman untuk ibu hamil?

Posisi misionaris yang biasa digunakan dalam berhubungan intim mungkin tidak cocok saat kehamilan. Tetapi, cobalah beberapa hal yang belum pernah dicoba sebelumnya seperti posisi WOT atau doggy style, atau posisi lainnya yang membuat satu sama lain lebih nyaman.

4. Kapan hubungan seks selama kehamilan tidak aman dilakukan?

Tergantung situasinya ya, Bunda. Jika dokter mungkin memberlakukan batasan pada hubungan seks selama kehamilan tentunya ini bisa menjadi jangka waktu tertentu atau selama sembilan penuh jika kehamilan Bunda berisiko tinggi.

5. Apakah berhubungan seks selama kehamilan membahayakan bayi saya?

Jika dokter telah mengizinkan Bunda untuk berhubungan seks selama kehamilan, maka sepenuhnya itu aman dilakukan. Kantung ketuban akan menjaga bayi tetap hangat dan terlindungi saat Bunda dan pasangan menghangatkan suasana, seperti dikutip dari laman Whatoexpect.

6. Apakah hubungan seks saat kehamilan bisa menyebabkan persalinan prematur?

Tidak ya, Bunda. Kecuali jika dokter mengatakan kehamilan Bunda masuk kategori berisiko tinggi maka bisa mengalami persalinan prematur atau jika kehamilan Bunda memiliki masalah dengan plasenta. Meskipun orgasme dapat menyebabkan rahim berkontraksi, hal tersebut tidak akan memicu persalinan.

7. Apakah perdarahan setelah berhubungan seks normal selama kehamilan?

Karena serviks yang lebih sensitif, mulut rahim yang membengkak, dan peningkatan aliran darah secara keseluruhan ke area genital, mungkin terjadi sedikit bercak darah setelah berhubungan seks. Meskipun seharusnya tidak perlu dikhawatirkan, ada baiknya memberitahukan dokter terkait hal tersebut.

8. Apakah sensasi seks akan berbeda selama kehamilan?

Hal tersebut bisa saja terjadi ya, Bunda. Karena Bunda sedang dalam masa menyesuaikan diri dengan lonjakan hormon dan perubahan bentuk tubuh yang cepat. Rasanya mungkin bisa tidak nyaman atau tidak menyenangkan. Apalagi, beberapa ibu hamil mengalami peningkatan sensitivitas karena pembengkakan alat kelamin yang dapat menghasilkan orgasme yang lebih intens. 

9. Apakah masih bisa berhubungan seks saat usia kehamilan 40 minggu?

Ya, hubungan seks tetap bisa dilakukan kecuali dokter secara khusus melarangnya. Meskipun demikian, berhubungan seks pada usia kehamilan 40 minggu ke atas mungkin menimbulkan beberapa kejutan. Misalnya, Bunda mungkin mengalami sedikit bercak darah setelah hubungan seks penetratif karena leher rahim sudah mulai melunak. Tetapi, Bunda tidak perlu mengkhawatirkannya karena hal tersebut normal terjadi.

10. Apa saja manfaat seks selama kehamilan?

Berhubungan seks selama kehamilan bisa memberikan beberapa keuntungan yang cukup menyenangkan. Di antaranya yakni mempererat bonding dengan pasangan, menunjang kesehatan fisik, orgasme dapat meredakan rasa sakit dan ketidaknyamanan, meningkatkan kualitas tidur, serta bisa meningkatkan suasana hati, dan berhubungan seks juga bisa membantu mempercepat proses persalinan ketika waktu persalinan sudah mendekat.

Itulah beberapa pertanyaan yang biasanya disimpan ibu hamil karena merasa malu menanyakannya seputar seks saat kehamilan, Bunda. 

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda