kehamilan
Tak Perlu Takut Bun, Ketahui Fungsi Spekulum atau Cocor Bebek saat Pemeriksaan Kandungan
HaiBunda
Rabu, 11 Mar 2026 16:10 WIB
Daftar Isi
Bunda yang pertama kali berhadapan dengan spekulum mungkin merasa tegang atau takut. Bunda tak perlu takut, karena alat berbentuk seperti paruh bebek ini biasa digunakan saat pemeriksaan area kewanitaan. Yuk, ketahui fungsi spekulum saat pemeriksaan kandungan.
Dokter kandungan menggunakan spekulum untuk memeriksa pertumbuhan abnormal, mengambil sampel cairan untuk pengujian, bahkan ketika melakukan operasi melalui vagina
Apa itu spekulum atau cocor bebek?
Spekulum atau vaginal speculum adalah alat yang digunakan tenaga kesehatan untuk memeriksa lubang berongga di tubuh, seperti vagina, anus, telinga, atau lubang hidung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Cleveland Clinic, spekulum vagina untuk pemeriksaan panggul mungkin merupakan jenis yang paling dikenal. Selama pemeriksaan, spekulum melebarkan dinding vagina secukupnya agar tenaga kesehatan dapat melihat saluran vagina dan serviks. Serviks adalah lubang antara vagina dan rahim.
Lantas seperti apa bentuk spekulum? Spekulum hadir dalam berbagai desain, tergantung pada tujuannya. Selama kunjungan ke dokter kandungan, kemungkinan besar Bunda akan melihat spekulum yang memiliki dua lengan yang bertemu di engsel.
Lengan tersebut menyerupai paruh bebek. Ini adalah bagian spekulum yang masuk ke dalam vagina. Ketika lengan terbuka, vagina melebar. Ketika lengan tertutup, vagina kembali ke ukuran normalnya.
Spekulum terbuat dari baja tahan karat atau plastik. Beberapa spekulum plastik memiliki lampu terintegrasi yang memudahkan dokter untuk melihat vagina dan serviks.
Fungsi spekulum atau cocor bebek saat pemeriksaan kandungan
Berikut beberapa fungsi spekulum saat pemeriksaan kandungan yang dirangkum dari berbagai sumber:
1. Pemeriksaan pap smear
Spekulum memungkinkan dokter melakukan pap smear, yakni tes untuk mendeteksi perubahan sel serviks yang berisiko menjadi kanker.Â
Pada pemeriksaan pap smear, dokter dengan lembut akan memasukkan bagian spekulum yang berbentuk paruh bebek ke dalam vagina dan membuka spekulum untuk melebarkan dinding vagina. Penyedia layanan kesehatan akan mengambil sel-sel dari leher rahim, yang kemudian akan diuji untuk mendeteksi tanda-tanda kanker serviks.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa skrining serviks secara rutin dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks.Â
2. Mendeteksi infeksi atau keputihan abnormal
Spekulum dapat membantu dokter melihat kondisi dinding vagina dan serviks secara langsung. Jika ada tanda infeksi seperti cairan tidak normal, kemerahan, atau luka maka dokter dapat segera mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium.
3. Membantu prosedur medisÂ
Spekulum juga dapat digunakan ketika dokter melakukan prosedur seperti:
- Pemasangan atau pelepasan IUD.
- Pemeriksaan perdarahan abnormal.
- Pengambilan sampel jaringan (biopsi serviks).
- Dilatasi & Kuretase (D&C).
- Ablasi endometrium.
- Fertilisasi in vitro (IVF).
- Pemasangan IUD.
- Prosedur eksisi elektrosurgikal loop (LEEP).
- Histerektomi vagina.
Untuk pemasangan spekulum dalam waktu lama seperti D&C dan histerektomi, Bunda akan dibuat tertidur.Â
Spekulum/ Foto: Getty Images/Tatiana Buzmakova |
Pemasangan spekulum aman dan menyakitkan tidak?
Berbagai desain spekulum telah digunakan selama berabad-abad untuk membantu mendiagnosis dan mengobati kondisi ginekologis. Penyedia layanan kesehatan akan mensterilkan spekulum terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada bakteri yang masuk ke tubuh pasien saat dimasukkan.
Bunda tidak perlu khawatir tentang pelonggaran vagina jangka panjang. Pelebaran selama prosedur bersifat sementara. Vagina akan kembali ke ukuran normal setelah pemeriksaan.
Untuk sakit atau tidaknya, pemasangan spekulum biasanya membuat orang merasa tidak nyaman atau tertekan saat tenaga kesehatan memasukkan spekulum dan melebarkannya, tetapi seharusnya tidak pernah sakit.Â
Tenaga kesehatan mungkin akan menekan ke bawah untuk merilekskan otot di lubang vagina saat spekulum masuk untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
Jika spekulum terasa sakit, kemungkinan Bunda merasa cemas dan tegang. Otot yang tegang dapat membuat pengalaman tersebut lebih menyakitkan daripada seharusnya.
Untuk mencegah rasa sakit, sampaikan kekhawatiran dan informasi kesehatan yang relevan kepada penyedia layanan kesehatan. Beri tahu tenaga kesehatan jika Bunda merasa sakit.Â
Bunda juga dapat mencoba latihan pernapasan dan relaksasi agar tidak merasa sakit.
Spekulum atau cocor bebek bisa melukai vagina?
Meskipun banyak orang membayangkan dinding vagina dapat meregang secara drastis, biasanya, pelebaran hanya sedikit. Misalnya, hanya perlu dilebarkan satu inci atau kurang untuk pemeriksaan Pap smear rutin.
Jika Bunda khawatir terluka karena spekulum, sebenarnya jika digunakan dengan benar, spekulum tidak akan melukai kulit. Memilih ukuran spekulum yang tepat untuk vagina akan mencegah selaput dara (jaringan yang terletak di dekat lubang vagina) robek.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Kehamilan
4 Tips agar Bunda Siap Jalani Tes Pap Smear untuk Pertama Kalinya
Kehamilan
Pentingnya Pemeriksaan Pap Smear untuk Cegah Kanker Serviks, Ini Manfaat & Prosedurnya
Kehamilan
Usia Pertama Kali Hamil akan Tentukan Kesehatan Bunda di Masa Depan Lho
Kehamilan
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Spekulum/ Foto: Getty Images/Tatiana Buzmakova
Manfaat Tes Diagnostik Prenatal untuk Ibu Hamil di Atas Usia 35 Tahun
Darah Menstruasi Encer Apakah Tanda Hamil? Simak Faktanya
Kemenkes Bakal Siapkan Self Sampling Skrining DNA HPV Gratis untuk Deteksi Kanker Leher Rahim