kehamilan
Dampak Infeksi pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental Anak
HaiBunda
Rabu, 25 Mar 2026 16:30 WIB
Baru-baru ini, studi mengungkap temuan baru yang cukup mengejutkan, Bunda. Studi mengungkap adanya hubungan antara kesehatan mental seorang anak dengan kondisi kehamilan ibu saat mengandung.
Masalah kesehatan mental anak kini tengah menjadi sorotan publik. Kasus yang sedang ramai dibicarakan adalah peristiwa anak mengakhiri hidupnya karena tekanan di lingkungan sekitar.
Studi yang diterbitkan di Molecular Psychiatry ini menemukan, infeksi pada ibu hamil bisa memengaruhi kesehatan mental anak setelah lahir, terutama kecenderungan anak untuk mengakhiri hidupnya. Studi dilakukan oleh para peneliti dari McGill University, Danish Research Institute for Suicide Prevention, University of Copenhagen, dan Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health.
"Sebagian besar studi tentang risiko bunuh diri berfokus pada apa yang terjadi sesaat sebelum masa krisis, membantu dokter mengidentifikasi siapa yang mungkin berisiko secara langsung," kata penulis utama studi Dr. Massimiliano Orri, dilansir Medical Xpress.
"Namun, penelitian semakin menunjukkan bahwa kerentanan terhadap bunuh diri dapat dimulai jauh lebih awal dalam kehidupan. Kami ingin melihat lebih jauh ke hulu dan memahami bagaimana faktor-faktor di awal kehidupan dapat membentuk risiko ini dalam jangka panjang," sambungnya.
Infeksi yang disebabkan oleh paparan virus atau bakteri tertentu dapat mengaktifkan respons imun yang dikenal sebagai peradangan. Orri dan rekan peneliti memutuskan untuk fokus pada infeksi ibu selama kehamilan karena peradangan pada tahap-tahap penting perkembangan otak sebelumnya telah dikaitkan dengan risiko beberapa gangguan kesehatan mental.
Para peneliti lalu menganalisis sejumlah besar data yang diekstrak dari register kesehatan nasional Denmark. Di sini, tersimpan informasi dan catatan terkait kesehatan yang terperinci untuk semua individu yang tinggal di Denmark, termasuk kunjungan rumah sakit, perawatan darurat yang diterima, dan diagnosis medis atau psikiatrik apa pun.
"Catatan ini juga mencakup data tentang pendidikan, pekerjaan, dan kondisi kehidupan," ujar Orri.
"Paling penting, catatan ini memungkinkan para peneliti untuk menghubungkan orang tua dan anak, sehingga kita dapat mengidentifikasi ibu yang mengalami infeksi selama kehamilan dan kemudian mengikuti perkembangan anak-anak mereka dari waktu ke waktu. Hal ini memungkinkan kami untuk memeriksa apakah percobaan bunuh diri lebih umum terjadi di antara orang-orang yang ibunya mengalami infeksi saat hamil, dibandingkan dengan mereka yang tidak, dengan mempertimbangkan faktor sosial dan ekonomi."
Lebih detail, para peneliti menganalisis catatan kesehatan semua individu di atas usia 10 tahun dalam periode dari tahun 1987 hingga 2021. Mereka secara khusus mencari infeksi pada ibu dan ayah, sebelum, selama, dan setelah mereka mengandung anak, serta kunjungan anak-anak ke rumah sakit setelah usia 10 tahun.
"Penelitian kami adalah salah satu penelitian terbesar hingga saat ini yang meneliti hubungan antara infeksi ibu selama kehamilan dan perilaku bunuh diri, dan salah satu dari sedikit penelitian yang meneliti secara mendalam berbagai jenis infeksi dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan," ungkap Orri.
"Kami juga menggunakan pendekatan yang sangat kuat dengan membandingkan infeksi ibu dengan infeksi ayah yang terjadi selama periode yang sama. Karena ayah tidak terlibat secara biologis dalam kehamilan, infeksi mereka tidak dapat secara langsung memengaruhi perkembangan janin," sambungnya.
Ilustrasi Ibu Hamil Sakit/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tampatra |
Hasil penelitian
Hasil studi ini memperkirakan bahwa anak yang lahir dari seorang ibu terpapar infeksi bakteri atau virus saat hamil, memiliki risiko 46 persen lebih tinggi untuk mencoba mengakhiri hidupnya. Persentase ini tampak lebih tinggi bila infeksi terjadi selama trimester kedua atau ketiga kehamilan.
Risiko anak mencoba untuk mengakhiri hidup juga lebih tinggi ketika ibu tertular infeksi sebelum atau setelah kehamilan dibandingkan jika mereka tidak tertular infeksi sama sekali. Hal tersebut dapat menunjukkan efek jangka panjang dari infeksi atau adanya faktor-faktor pengganggu yang tersisa.
"Penting untuk diketahui bahwa penelitian ini menunjukkan adanya hubungan statistik," kata Orri.
"Ini berarti bahwa infeksi selama kehamilan biasanya tidak selalu menyebabkan perilaku bunuh diri di kemudian hari. Bahkan, sebagian besar anak yang ibunya mengalami infeksi selama kehamilan tumbuh tanpa mengembangkan masalah kesehatan mental yang serius atau risiko bunuh diri."
Hasil penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa kesehatan perempuan sebelum, selama, dan setelah kehamilan sangat penting untuk mencegah masalah kesehatan mental dan pengurangan angka bunuh diri. Jika divalidasi oleh penelitian lebih lanjut, temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi perawatan pencegahan atau intervensi yang ditargetkan untuk remaja atau dewasa muda yang berisiko tinggi untuk mengakhiri hidupnya.
Demikian studi terbaru yang mengungkap kaitan antara infeksi saat hamil dan risiko anak mengakhiri hidupnya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Kehamilan
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Kehamilan Trimester Ketiga jadi Kunci, Pola Makan Bumil Bisa Bentuk Mental Anak
Kehamilan
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Ibu Hamil Sakit/ Foto: Getty Images/iStockphoto/tampatra
5 Infeksi Bakteri & Virus Yang Wajib Diwaspadai Ibu Hamil
3 Efek Toksoplasma pada Janin, Ketahui Pengobatan yang Tepat untuk Ibu Hamil
Paparan Virus Zika Selama Kehamilan Bisa Berdampak Pada Sistem Imun Anak, Ini Hasil Studi Terbaru