Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 30 Mar 2026 13:00 WIB

Ilustrasi Tes Kehamilan
Berapa Lama Bisa Mencoba Hamil Lagi setelah Keguguran? Ini Kata Pakar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Nuttawan Jayawan
Daftar Isi
Jakarta -

Keguguran dapat dialami oleh setiap perempuan yang telah dinyatakan positif hamil. Setelah keguguran, Bunda bisa kembali menjalani program hamil untuk mendapatkan momongan.

Lantas, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memulai program hamil setelah keguguran?

Sebelum menjawabnya, Bunda perlu ketahui dulu defisini keguguran ya. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), keguguran adalah kondisi bayi meninggal di dalam kandungan sebelum 28 minggu kehamilan.

Sedangkan menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran terjadi sebelum usia 13 minggu atau disebut keguguran dini atau aborsi spontan. Diagnosis keguguran dapat diketahui dari pemeriksaan ultrasonografi (USG), yang dilakukan ketika Bunda mengalami perdarahan atau kram di awal kehamilan.

"USG dapat mendeteksi aktivitas jantung janin. Jika tidak terdeteksi, bisa jadi pemeriksaan masih terlalu dini untuk mengetahuinya. Namun, dalam beberapa kasus, tidak ditemukannya aktivitas jantung dapat berarti embrio telah berhenti berkembang," tulis ACOG dalam laman resminya.

Kapan mulai promil setelah keguguran?

Setelah keguguran, Bunda disarankan untuk menunggu beberapa bulan sebelum kembali memulai program hamil. Sebagai contoh, di Amerika Serikat, rekomendasi yang paling umum adalah menunggu tiga bulan agar rahim pulih dan siklus menstruasi kembali normal. Sementara WHO merekomendasikan waktu menunggu selama enam bulan untuk memberi waktu tubuh pulih.

"Ada beberapa saran bahwa penting untuk menunggu pasangan menyelesaikan proses berduka yang mungkin terjadi setelah kehilangan kehamilan," kata pakar kesehatan perempuan dari University of Utah Health, Dr. Kirtly Jones, dilansir laman University of Utah Health.

"Tentu saja, kekhawatirannya adalah bahwa perempuan yang tidak menunggu, rahimnya mungkin belum pulih, dan mereka mungkin mengalami lebih banyak komplikasi dengan kehamilan berikutnya."

Secara umum, tidak ada studi ilmiah yang meneliti waktu menunggu promil setelah keguguran. Di seluruh dunia, ada jutaan perempuan yang mengalami keguguran dan tidak memiliki akses ke pelayanan medis, sehingga bisa langsung hamil setelah keguguran.

Pada banyak perempuan, mendapatkan kehamilan setelah keguguran mungkin tidak mudah. Jadi, waktu tunggu ini akan tergantung pada setiap pasangan suami istri, Bunda.

"Jika keguguran terjadi di awal trimester pertama dan tidak ada komplikasi, ada yang menyatakan bahwa perempuan tidak perlu menunggu selama enam bulan. Bahkan, dalam satu analisis dari beberapa makalah, kehamilan yang cepat setelah keguguran dapat mengurangi risiko keguguran berikutnya dan tidak meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan," ungkap Jones.

"Bagi perempuan yang mengalami keguguran dini tanpa komplikasi, kami menyarankan mereka dapat mulai mencoba untuk hamil setelah mendapatkan kembali menstruasi normal," sambungnya.

Kondisi medis dapat menunda promil usai keguguran

Tak sedikit perempuan harus menunda program hamil usai keguguran karena mengalami kondisi medis, Bunda. Misalnya, diabetes yang tidak terkontrol dapat memiliki efek buruk yang sangat signifikan pada kehamilan, termasuk meningkatkan risiko cacat lahir dan menyebabkan keguguran.

"Ketika mereka mencari perawatan medis untuk keguguran, masalah medis yang mendasari dapat dikenali, dan mungkin membutuhkan waktu untuk mengobatinya sebelum mencoba hamil lagi," ujar Jones.

Pada kasus diabetes tidak terkontrol, setidaknya membutuhkan waktu beberapa bulan untuk mengendalikan gula darah dan mengevaluasi apakah ada masalah lain yang disebabkan oleh penyakit ini bisa menjadi kekhawatiran selama kehamilan.

Selain diabetes, ada banyak penyakit lain yang mungkin sudah terkontrol atau didiagnosis pada saat keguguran yang benar-benar membutuhkan waktu untuk diperiksa, diteliti, dan dikendalikan sebelum mencoba untuk hamil lagi.

Trauma keguguran dan dampaknya pada program hamil

Hal lain yang juga perlu ditangani sebelum promil usai keguguran adalah trauma psikologis. Dampak emosional dan psikologis dari keguguran, terutama keguguran berulang, bisa sangat besar dan sering kali menimbulkan hambatan dalam perjalanan untuk memiliki momongan.

Direktur Departemen IVF dan Fertilitas di Cloudnine Group of Hospitals di Pune, India, Dr. Seema Jain, mengatakan bahwa setiap keguguran yang dialami seorang perempuan umumnya disertai dengan gelombang kesedihan, kecemasan, dan keraguan diri pada diri seseorang. Pada kasus keguguran berulang, seorang perempuan bisa mengalami rasa takut dan merasa tidak berdaya.

"Trauma psikologis ini pada gilirannya dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kesuburan. Stres dan tekanan emosional dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan kesehatan secara keseluruhan, yang berpotensi memperburuk masalah kesuburan. Respons stres tubuh melepaskan kortisol dan hormon stres lainnya, yang dapat mengganggu keseimbangan halus yang dibutuhkan untuk ovulasi dan kehamilan," kata Jain, dilansir Hindustan Times.

Sebelum memulai program hamil usai keguguran, pasangan suami istri perlu siap secara mental dan fisik. Bila merasa bingung atau khawatir untuk memulainya, Bunda dan Ayah dapat berkonsultasi ke dokter.

Demikian penjelasan terkait waktu tepat hamil lagi setelah keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda