Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

9 Kesalahan saat Tes Kehamilan yang Sering Terjadi

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 24 Feb 2026 09:45 WIB

Selective focus on tester.Expecting mom with cheerful face with pregnancy in hand.
Ilustrasi Tes Kehamilan/ Foto: iStock
Daftar Isi
Jakarta -

Kesalahan dalam penggunaan tes kehamilan dapat menunjukkan hasil yang tidak diharapkan. Untuk itu, Bunda perlu memahami cara menggunakan tes kehamilan, seperti test pack, untuk mencegah kesalahan pemakaian.

Perlu diketahui, test pack menjadi salah satu alat tes kehamilan yang cukup akurat untuk mendeteksi kehamilan. Tes yang dilakukan untuk melacak hormon kehamilan human chorionic gonadotropin (hCG) di dalam tubuh ini memiliki akurasi sekitar 99 persen.

Bunda bisa mendapatkan test pack kehamilan tanpa resep dokter. Beberapa merek test pack juga memiliki keunggulan berbeda dalam akurasi dan cara penggunaan yang efisien untuk mendeteksi kehamilan.

Kesalahan dalam tes kehamilan

Melansir dari beberapa sumber, berikut 9 kesalahan saat tes kehamilan yang sering terjadi dan membuat hasilnya bias:

1. Tidak memeriksa tanggal kedaluwarsa

Dilansir laman Health Central, test pack kehamilan diproduksi dengan tanggal kedaluwarsa. Tanggal ini seharusnya cukup mudah ditemukan pada kotak kemasan atau tercetak di bagian ujung alat.

Sebelum menggunakan tes pack, Bunda harus mengecek tanggal kedaluwarsa ini ya. Alat yang mungkin akan memberikan hasil yang benar, tetapi bisa juga salah.

2. Tidak memahami siklus haid

Sebelum menggunakan test pack, Bunda perlu mengetahui siklus haid bulanan. Hasilnya tes akan lebih akurat bila menunggu hingga hari pertama terlambat haid. Menurut konselor Laktasi dan Doula, Robin Elise Weiss, PhD, MPH, mengetahui siklus haid penting untuk memastikan kapan hCG diproduksi oleh tubuh.

"Hasil negatif palsu bisa menyebabkan seseorang berpikir bahwa mereka tidak hamil ketika mereka benar-benar hamil. Jadi, tunggu hingga Anda melewatkan haid untuk mendapatkan hasil tes yang lebih akurat," kata Weiss.

3. Tidak melakukan tes di hari yang tepat

Pemilihan hari juga sangat memengaruhi hasil tes kehamilan. Hasil biasanya jauh lebih akurat bila Bunda melakukan tes di pagi hari saat urine tampak lebih pekat.

"Urine yang paling pekat adalah hasil terbaik. Biasanya ini adalah urine yang ada di kandung kemih setelah tidur semalaman, artinya perempuan dapat melakukan tes di pagi hari. Selain itu, bisa juga menunggu beberapa jam di siang hari," ungkap Weiss.

"Jangan mencoba minum banyak cairan untuk meningkatkan konsentrasi urine. Cukup minum seperti biasa atau itu bisa mengencerkan sampel."

4. Membaca hasil terlalu cepat

Saat menggunakan test pack, Bunda jangan terlalu cepat membaca hasil tes kehamilan yang diletakkan di dalam gelas urine. Misalnya, test pack digital rata-rata membutuhkan waktu sekitar tiga menit untuk mengetahui hasilnya.

Saat urine melewati indikator test pack, hasil tes kehamilan dapat seolah-olah sudah terlihat. Padahal, alat masih memproses hCG dalam urine yang kemungkinan terdeteksi dan menandakan kehamilan.

5. Terlalu lama membaca hasil

Membaca test pack tidak boleh terlalu cepat atau terlalu lama. Jika membaca petunjuk di kemasan, tes kehamilan biasanya menyatakan jangka waktu tertentu untuk membacanya. Bunda harus mengikuti pedoman tersebut.

"Jika membaca tes kehamilan setelah waktu tersebut, hasil yang didapatkan mungkin positif palsu. Ini biasanya tidak terjadi pada tes digital," ujar Weiss.

6. Tidak menggunakan cukup urine untuk tes

Tes kehamilan membutuhkan jumlah urine tertentu. Jika menggunakan tes pack konvensional, Bunda biasanya diminta untuk membiarkan aliran urine melewati alat tes.

Tapi, ada juga alat test pack yang meminta penggunanya untuk mengumpulkan urine dalam wadah kecil dalam jumlah tertentu. Bila jumlahnya tidak dipenuhi, hasil tes bisa salah.

7. Tidak paham cara membaca hasil test pack

Test pack mengandung substrat, yakni potongan bahan yang dapat bereaksi terhadap keberadaan hCG. Ketika substrat ini bereaksi dengan urine, ia akan menghasilkan hasil tes kehamilan.

Hasil test pack kehamilan ada yang berupa tanda 'plus' atau 'minus'. Paling umum hasilnya berupa satu garis menandakan tidak hamil atau dua garis yang menandakan positif hamil.

Bila tidak yakin dengan hasil tes konvensional, Bunda dapat mencoba test pack digital. Cara penggunaan dan membaca hasil test pack digital jauh lebih mudah dipahami dibandingkan tes konvensional.

8. Tidak membaca petunjuk pemakaian test pack

Setiap merek alat test pack kehamilan memiliki petunjuk pemakaian yang berbeda-beda. Penting untuk membaca petunjuk penggunaan sebelum memulai tes.

Kegagalan dalam membaca petunjuk dapat menyebabkan kesalahan, terutama bila Bunda hanya berasumsi bahwa test pack yang dibeli akan bekerja dengan cara yang sama seperti tes lain yang pernah dilakukan sebelumnya.

9. Tidak menyiapkan perlengkapan tes dengan cermat

Memeriksa kehamilan secara mandiri tak hanya bermodalkan alat test pack. Beberapa merek tidak menyediakan wadah urine, sehingga Bunda perlu menyiapkannya sendiri.

Saat melakukan tes, kita juga perlu menyiapkan jam tangan atau stopwatch. Alat pengukur waktu tersebut dibutuhkan untuk mengetahui kapan hasil test pack bisa dibaca dengan benar.

Demikian 9 kesalahan dalam menggunakan tes kehamilan yang jarang disadari banyak Bunda. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda