kehamilan
Nyeri Perut Bagian Bawah saat Hamil 9 Bulan, Apakah Tanda Mau Melahirkan?
HaiBunda
Minggu, 22 Feb 2026 16:05 WIB
Daftar Isi
Makin besar kehamilan, nyeri perut sering kali muncul. Mengapa muncul nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan, apakah tanda mau melahirkan?
Seiring perkembangan kehamilan, frekuensi nyeri perut bagian bawah terus meningkat. Terutama saat memasuki trimester akhir menuju persalinan, nyeri yang ada kerap muncul berulang-ulang.
Penyebab nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan
Frekuensi nyeri perut bagian bawah yang sakit muncul terus menerus saat hamil 9 bulan merupakan hal yang normal ya, Bunda. Pada usia kehamilan 38 minggu, nyeri ini dapat mengindikasikan persalinan atau masalah kesehatan lainnya. Dalam kasus seperti ini, pemantauan yang cermat dan kunjungan ke rumah sakit perlu dilakukan secara rutin.
Ada banyak alasan yang mendasari munculnya sakit di bawah perut di atas kemaluan saat hamil 9 bulan. Biasanya, nyeri tersebut muncul pada minggu-minggu terakhir kehamilan yang dapat disebabkan stres, kecemasan berlebihan, dan janin yang terus bertumbuh sehingga menyebabkan tekanan.
Jika nyeri disebabkan oleh alasan-alasan tersebut, hal tersebut merupakan fenomena fisiologis yang normal. Kondisi pada ibu hamil dianggap berbahaya jika adanya kontraksi fisiologis berkelanjutan.
Kontraksi fisiologis biasanya dimulai sekitar minggu ke-33. Sementara, pada kontraksi normal terjadi secara bersamaan, 1-2 kali sehari, dan dapat muncul secara acak tanpa pola. Oleh karena itu, pada bulan-bulan terakhir, ibu hamil harus selalu berhati-hati dan menghindari aktivitas berat seperti dikutip dari laman Vinmec.
Selain penyebab di atas, infeksi saluran kemih juga dapat menyebabkan nyeri perut bagian bawah pada ibu hamil. Gejalanya termasuk rasa terbakar saat buang air kecil, penurunan produksi urine, atau bau yang tidak biasa. Dalam kasus yang parah, ibu hamil mungkin mengalami demam, menggigil, nyeri perut yang parah, atau bahkan adanya darah dalam urine.
Gangguan infeksi saluran kemih dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, yang cukup berbahaya jika bayi belum cukup umur. Guna meminimalkan komplikasi, segera kunjungi rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
Nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan, tanda melahirkan?
Saat hamil 9 bulan perut sering kencang dan sakit merupakan hal yang wajar terjadi, Bun. Sering kali, banyak bumil menyangka bahwa gangguan tersebut menjadi pertanda kehamilan segera tiba. Lantas, benarkah nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan menjadi tanda mau melahirkan?
Adanya nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan bisa jadi mengindikasikan bahwa persalinan memang segera terjadi ya, Bunda. Adakalanya, penyebab nyeri perut bagian bawah tersebut karena bayi turun lebih rendah ke panggul atau bisa juga karena adanya kontraksi braxton hicks atau persalinan palsu.
Mengutip dari laman Themotherbabycenter bahwa ketika bayi turun lebih rendah ke panggul, Bunda mungkin merasakan sensasi lebih berat di perut bagian bawah. Tidak jarang, nyeri tersebut disertai dengan kram, sehingga peningkatan tekanan ini dapat menandakan bahwa persalinan sudah dekat.Â
Jika nyeri yang Bunda rasakan disertai kontraksi yang teratur dan semakin kencang, peningkatan tekanan panggul terjadi, sakit punggung, atau keluarnya lendir, kemungkinan besar memang persalinan sudah dekat.
7 Tanda Pasti Segera Melahirkan/ Foto: haibunda.com/Mia Kurnia Sari |
Cara mengatasi nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulanÂ
Merasakan nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan tentu tidak nyaman ya, Bunda. Guna meredakan gangguan tersebut, ketahui cara mengatasi nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan melalui cara berikut, Bun:
1. Mengatur langkah dan postur tubuh
Menjaga langkah lebih pendek dapat mengurangi tarikan ligamen dan tekanan panggul. Selanjutnya, gunakan pernapasan untuk menenangkan sistem dan mengkoordinasikan inti tubuh.Â
Cobalah hirup napas melalui hidung selama empat hitungan, rasakan napas melebarkan tulang rusuk bagian bawah dan punggung, lalu hembuskan napas selama enam hitungan sambil dengan lembut mengaktifkan perut bagian bawah dan dasar panggul seperti mengangkat tisu. Ulangi selama enam sampai delapan siklus dan perhatikan bagaimana Bunda merasa lebih nyaman.
2. Kompres hangat
Redakan ketidaknyamanan nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan dengan mengompres hangat pada perut bagian bawah selama 10-15 menit. Cara ini diketahui dapat meredakan ketegangan otot.Â
3. Terhidrasi dengan baik
Minum cukup agar tetap terhidrasi serta mengonsumsi makanan kaya serat mendukung kebiasaan buang air besar yang teratur. Kemudian, temukan rutinitas pagi yang sederhana, misalnya minum air hangat, jalan kaki singkat, dan sarapan dengan oatmeal. Hal ini diketahui dapat mengurangi nyeri kram dan sembelit.
4. Hanya minum obat yang disetujui dokter
Meski rasa tak nyaman semakin bergulir, tak berarti Bunda bisa dengan bebas mengonsumsi obat. Pastikan Bunda hanya minum obat yang disetujui dokter dan diskusikan mengenai suplemen apa pun yang akan dikonsumsi seperti dikutip dari laman Healthmovescairns.
5. Perhatikan posisi dengan baik saat di toilet
Letakkan kaki di atas bangku kecil, condongkan badan ke depan, dan buat rileks rahang. Hal ini dapat mempermudah buang air besar serta mengurangi kebiasaan mengejan. Padukan dengan hidrasi dan serat yang cukup menjadi pilihan terbaik.
10 Tanda-tanda mau melahirkan
Tanda-tanda mau melahirkan tidak sepenuhnya dipahami banyak ibu hamil. Seringnya, mereka hanya memperhatikan indikasi pecahnya ketuban dan kotnraksi. Padahal, gejala itu bukan satusatunya tanda yang menunjukkan persalinan sudah dekat. Berikut ini beberapa tanda-tanda mau melahirkan yang perlu diketahui agar Bunda lebih bersiap diri:
1. Kram
Salah satu tanda persalinan pertama yang akan dialami ialah kram ringan yang mirip dengan kram menstruasi. Kram ini terjadi karena leher rahim mulai melunak dan menipis untuk mempersiapkan persalinan.
2. Tekanan panggul
Tekanan panggul adalah tanda lain bahwa persalinan sudah dekat. Saat bayi turun lebih rendah ke panggul, Bunda mungkin merasakan sensasi lebih berat di perut bagian bawah. Peningkatan tekanan ini dapat menandakan bahwa persalinan sudah dekat.
3. Kehilangan sumbat lendir
Hampir semua perempuan akan mengalami gejala ini sebagai tanda bahwa persalinan sudah dekat. Sumbat lendir ialah gumpalan lendir kental yang menyumbat serviks selama kehamilan untuk melindungi bayi dari infeksi. Ketika Bunda kehilangan sumbat lendir, hal ini bisa menjadi sinyal bahwa tubuh sedang bersiap untuk persalinan, meskipun mungkin masih beberapa hari atau bahkan beberapa minggu lagi.
4. Perubahan cairan vagina
Perubahan cairan vagina adalah tanda lain bahwa persalinan sudah dekat. Bunda mungkin akan melihat adanya peningkatan volume cairan vagina atau perubahan konsistensinya. Hal ini disebabkan adanya pelunakan dan penipisan serviks, serta pelepasan lendir ekstra sebagai bagian dari proses ini.
5. Kelelahan
Kelelahan sebelum persalinan merupakan hal yang umum terjadi pada hari-hari terakhir kehamilan karena tubuh menghemat energi untuk persalinan.
6. Nyeri saraf di panggul
Nyeri saraf di panggul merupakan sinyal bahwa tubuh sedang bersiap untuk persalinan. Nyeri ini biasanya merupakan nyeri panggul yang tajam dan tiba-tiba yang dialami ketika bayi turun lebih rendah ke panggul dan menekan saraf.
7. Diare
Feses encer atau mengalami diare bisa menjadi tanda bahwa persalinan sudah dekat. Hal ini disebabkan tubuh secara alami membersihkan sistem pencernaan untuk memberi ruang bagi persalinan.
8. Mual atau adanya perubahan nafsu makan
Pergeseran hormonal jelang persalinan juga bisa menyebabkan tubuh merasa mual atau kehilangan nafsu makan. Meskipun, sepanjang kehamilan sebenarnya Bunda tidak memiliki masalah dengan nafsu makan tetapi risiko ini kerap menghampiri jelang persalinan.
9. Peningkatan fleksibilitas sendi
Hormon relaksasi bertanggung jawab untuk melonggarkan sendi, terutama di pinggul dan panggul. Dengan adanya hal tersebut akhirnya memungkinkan fleksibilitas yang lebih besar saat tubuh bersiap untuk persalinan. Proses inilah yang membantu mempermudah persalinan dengan memungkinkan panggul untuk mengembang lebih mudah saat bayi bergerak melalui jalan lahir.
10. Sakit punggung
Nyeri punggung yang tumpul atau terus menerus, terutama di punggung bagian bawah dapat menjadi indikator awal persalinan segera tiba. Ketidaknyamanan ini sering kali disebabkan oleh bayi yang menetap di panggul dan bersiap untuk lahir.Â
Perbedaan kontraksi palsu dan tanda pasti melahirkan
Jelang persalinan, tak sedikit ibu hamil yang merasakan kontraksi palsu. Padahal, persalinan belum segera tiba, tetapi kontraksi sudah menghampiri. Ternyata, mereka merasakan kontraksi palsu dan kelahiran belum segera hadir.Â
Sebelum Bunda merasa tertipu dan mengalami hal tersebut, ketahui lebih lanjut perbedaan kontraksi palsu dan akan melahirkan sesungguhnya yuk, Bun, seperti dikutip dari laman Drcevahirtekcan.
Kontraksi palsu:
1. Biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. Terkadang, dapat juga menyebabkan rasa sakit mirip dengan kram menstruasi.
2. Terjadi pada interval yang tidak teratur. Meskipun teratur, durasinya biasanya singkat.
3. Biasanya berhenti jika Bunda mengubah aktivitas. Misalnya, saat Bunda berjalan, sering kali berhenti saat Bunda duduk. Dan, jika terjadi saat Bunda duduk, sering kali berhenti saat Bunda berdiri.
4. Tidak dapat diprediksi dan tidak berirama.
5. Intensitas kontraksi palsu tidak meningkat.
6. Terjadi di panggul atau perut bagian bawah.
7. Kontraksi palsu biasanya lemak dan ringan.
Nyeri persalinan sebenarnya:
1. Nyeri persalinan yang sebenarnya terjadi dengan teratur.
2. Berlangsung 30-70 detik.
3. Nyeri persalinan menjadi lebih sering dan intens seiring waktu.
4. Terjadi secara menyebar dari punggung ke seluruh perut atau dari seluruh perut ke punggung bagian bawah.
5. Rasa sakitnya seperti kram yang dirasakan selama kram menstruasi yang parah atau diare.
6. Merasakan kontraksi setiap 10 menit atau lebih sering.
7. Adanya peningkatan tekanan atau nyeri di vagina atau panggul.
8. Perdarahan vagina.
9. Keluarnya cairan dari vagina.
10. Mengalami mual muntah dan diare.
Itulah serba serbi nyeri perut bagian bawah saat hamil 9 bulan yang perlu diperhatikan ya, Bunda. Semoga informasinya membantu, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Tanda Ibu Hamil Segera Melahirkan, Selain Kontraksi
Kehamilan
7 Ciri-ciri Mau Melahirkan 2 Minggu Lagi yang Perlu Ibu Hamil Ketahui
Kehamilan
10 Tanda-tanda Persalinan Tinggal Menghitung Hari, Sekitar 24-48 Jam Lagi
Kehamilan
9 Tanda akan Melahirkan dalam Hitungan Hari, Waspadai Juga Tanda Bahayanya
Kehamilan
21 Tanda Melahirkan Sudah Dekat, Alami Diare hingga Kontraksi Palsu
5 Foto
Kehamilan
Potret Ade Govinda & Indiarisa Sambut Kelahiran Anak Pertama, Banjir Ucapan dari para Musisi
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
7 Tanda Pasti Segera Melahirkan/ Foto: haibunda.com/Mia Kurnia Sari
8 Hal yang akan Terjadi pada Tubuh Jelang Melahirkan
Mengenal Kala 3 dalam Tahapan Proses Persalinan
Ingin Hindari Induksi? Coba 7 Cara Rangsang Kontraksi Alami Sebelum Melahirkan