kehamilan
Rutin Olahraga Jadi Cara Alami agar Ibu Hamil Terhindar dari Stres
HaiBunda
Rabu, 25 Feb 2026 16:10 WIB
Kehamilan tak menghalangi Bunda untuk berolahraga. Rutin olahraga saat hamil dapat menjadi salah satu cara alami untuk mencegah stres pada ibu. Namun, sebelum memulai dulu ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Kehamilan membuat banyak perubahan dalam tubuh ibu hamil. Tak hanya fisik tapi juga perjalanan emosional. Perubahan hormon maupun kekhawatiran menjelang persalinan dapat memicu stres pada ibu hamil. Kabar baiknya, ibu hamil dapat menjaga kesehatan mentalnya dengan cara alami yakni rutin berolahraga.
Mengapa ibu hamil rentan mengalami stres?
Biasanya ibu hamil sangat rentan mengalami perubahan emosi. Selama kehamilan, tubuh Bunda mengalami perubahan hormon yang signifikan. Kondisi ini dapat memengaruhi suasana hati, emosi, dan pola tidur.
Beberapa studi ilmiah juga mengungkapkan bahwa ibu hamil memang rentan menghadapi perubahan mood terutama di trimester pertama, meskipun tidak menutup kemungkinan bahwa perubahan mood ini bisa saja terjadi di tiap trimester.
Dilansir Kind Fertility, tingkat estrogen dan progesteron pada trimester pertama bahkan bisa meningkat hingga 100 kali lipat. Tingginya level kedua hormon inilah yang menyebabkan ibu hamil rentan mengalami perubahan suasana hati yang ditandai dengan mudah sedih dan tersinggung.
Tak hanya itu, pada trimester kedua dan ketiga, oksitosin dan kortisol juga mengalami perubahan yang signifikan. Melansir dari Healthline, hal ini yang membuat ibu hamil mengalami kecemasan, stres, dan frustrasi karena memikirkan segala persiapan menjelang persalinan dan pasca persalinan.
Untuk itulah, ibu hamil penting memiliki cara sehat dalam mengelola emosi, salah satunya dengan aktivitas fisik yang aman.
Olahraga saat hamil bisa menurunkan stres
Memulai olahraga memang tidak mudah. Banyak calon orangtua yang memilih melewatkan olahraga karena lelah, tak ada waktu, atau karena alasan lainnya. Padahal, para ahli mengatakan bahwa olahraga selama kehamilan dan setelah melahirkan dapat menurunkan kecemasan, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan suasana hati.
Dilansir laman Parents, sebuah studi dari Sport England, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang mempromosikan olahraga dan aktivitas fisik, mengungkapkan betapa besarnya masalah ini bagi para ibu.
Laporan tersebut menemukan bahwa lebih dari setengah (57 persen) ibu hamil dan orang tua bayi di bawah 1 tahun melaporkan merasa dikucilkan atau tidak diterima ketika mencoba untuk tetap aktif. Dan ini bukan hanya tentang tekanan kelas kebugaran.
Sebanyak 46 persen dari orang tua ini terlalu lelah karena tuntutan pengasuhan yang terus-menerus, 38 persen kesulitan menemukan waktu, dan 21 persen memiliki pilihan penitipan anak yang terbatas.
Sebenarnya, hambatan fisik dan emosional tidak harus menghentikan orang untuk berolahraga. Bahkan, para ahli mengatakan olahraga dapat memberi kita banyak manfaat dengan menurunkan risiko tertentu, meningkatkan kualitas tidur, dan meningkatkan suasana hati.
Studi ini, yang disusun oleh kampanye This Girl Can dari Sport England, menunjukkan hampir sepertiga ibu hamil khawatir akan membahayakan bayi mereka melalui olahraga, dan 24 persen merasa tidak yakin tentang apa yang sebenarnya aman.
"Meskipun Anda mungkin belum terlihat hamil di awal kehamilan, mual dan kelelahan dapat membuat Anda terpaku di sofa,” kata Lindsey Gentile, seorang pelatih pribadi dan pelatih kesehatan yang berbasis di West Hollywood yang mengkhususkan diri dalam kebugaran prenatal dan pasca persalinan.
Menurutnya, begitu seseorang hamil maka pertumbuhan perut bayi akan mengubah pusat gravitasi. Ini berdampak negatif pada keseimbangan dan postur tubuh serta membuat jenis latihan tertentu terasa sulit, tidak stabil, atau tidak nyaman.
Sementara itu, Alexandra Hamilton, MD, OB-GYN di NewYork-Presbyterian Brooklyn Methodist Hospital, mengatakan sejumlah ibu hamil kebingungan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan ibu hamil.
"Perubahan fisik dapat menyebabkan rasa tidak aman pada tubuh dan sensasi baru, seperti tekanan panggul, sakit punggung, dan sesak napas yang dapat diartikan sebagai tanda-tanda kerapuhan," katanya.
Beberapa orang takut bahwa gerakan apa pun dapat membahayakan bayinya, kekhawatiran yang menurut Gentile dapat dimengerti, terutama setelah kehamilan traumatis atau keguguran.
"Namun, jika dokter mengizinkan untuk berolahraga dan jika Anda melakukannya dengan aman dan bijaksana, berolahraga saat hamil dapat memiliki banyak efek positif pada ibu hamil," katanya.
Mahino Talib, MD, OB-GYN di NYU Langone Health, menambahkan bahwa perubahan biologis juga dapat membuat orang enggan berolahraga. "Pada awal kehamilan, perubahan kardiovaskular yang menyebabkan peningkatan volume darah yang signifikan biasanya disertai dengan sesak napas saat beraktivitas,"jelasnya.
Namun, ia menekankan bahwa gejala-gejala ini bukan berarti ibu hamil tidak dapat berolahraga dengan aman dalam kehamilan berisiko rendah. Bahkan, berolahraga dapat bermanfaat bagi ibu dan bayi.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga mengakui hal ini, dan menyarankan 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang setiap minggu dengan izin medis.
Jika ibu hamil mampu untuk rutin berolahraga maka dapat merasakan manfaatnya secara signifikan. Seperti mengurangi stres, mengurangi kecemasan, menurunkan risiko diabetes gestasional, preeklampsia, dan persalinan caesar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Stres atau Tidak? Kondisi Mental Ibu Hamil Kelak Bisa Dideteksi dengan Air Liur
Kehamilan
Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Hamil agar Melahirkan Anak Berkarakter Positif
Kehamilan
Trik Ibu Hamil Muda Tetap Aktif Berolahraga
Kehamilan
Panas yang Ekstrem Bisa Bahayakan Ibu Hamil? Ini Penjelasan Pakar Bun
Kehamilan
Fenomena Cuaca Panas Bisa Berdampak Serius Pada Bumil, Waspadai Dehidrasi
5 Foto
Kehamilan
5 Potret Kebahagiaan Anggika Bolsterli Jalani Kehamilan Pertama
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
5 Potret Jennifer Bachdim Tetap Rajin Olahraga di Kehamilan Keempat
Kisah 3 Atlet Indonesia Raih Emas di SEA Games 2025 saat Sedang Hamil
Ternyata Kesehatan saat Dewasa Bisa Terlihat Sejak dalam Kandungan