Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cara Aman agar Darah Nifas Cepat Berhenti

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Kamis, 19 Feb 2026 16:00 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Cara Aman agar Darah Nifas Cepat Berhenti/Foto: Getty Images/iStockphoto/paulaphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian perempuan merasakan nifas mereka cukup banyak dan berdurasi panjang. Lantas, adakah cara aman agar darah nifas cepat berhenti?

Pasca persalinan, perempuan akan memasuki masa nifas yang berlangsung kurang lebih 4-6 minggu. Biasanya, volume cairan nifas secara normal berkisar antara 50-80 ml. Namun, banyak juga perempuan yang mengeluarkan darah nifas lebih dari 80 ml. Kondisi ini dikenal sebagai menoragia.

Ya, setiap perempuan memang memiliki siklus nifas yang berbeda satu sama lain. Ada yang mengalaminya cukup deras dan alirannya deras dan ada juga yang sedang-sedang saja, atau bahkan ringan. Selama periode tersebut berlangsung dengan normal, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan ya, Bunda.

Tahapan nifas pasca persalinan

Melahirkan bayi merupakan pengalaman luar biasa bagi perempuan. Tetapi, periode pasca persalinan mungkin membawa perubahan dan tantangan yang terkadang terasa sangat berat. Salah satu kekhawatiran paling umum yang dialami para ibu baru yakni adanya perdarahan pasca persalinan, seberapa banyak yang normal, berapa lama berlangsung, dan kapan perlu menghubungi dokter.

Berbicara mengenai periode pasca persalinan, salah satu fase yang dilewati yakni perdarahan pasca persalinan atau dikenal sebagai lokia. Ini merupakan cara tubuh dalam mengeluarkan darah, jaringan, dan lendir yang berlebih yang mendukung bayi selama kehamilan. Setelah melahirkan, rahim berkontraksi untuk mengeluarkan materi ini dan memulai proses penyembuhan.

Perdarahan biasanya lebih banyak pada beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kemudian, secara bertahap akan berkurang seiring waktu. Namun, dalam beberapa kasus, perdarahan yang berlebihan dapat mengindikasikan masalah, seperti perdarahan pasca persalinan, yang membutuhkan pertolongan medis.

Ada beberapa tahap darah nifas yang perlu diketahui lebih lanjut. Berikut ini di antaranya ya, Bunda:

1. Lochia Rubra (hari 1-4)

Tahap ini terdiri dari darah merah terang dengan gumpalan kecil. Ini adalah tahap terberat, mirip dengan menstruasi yang berat.

2. Lochia Serosa (Hari 4-10)

Perdarahan menjadi lebih ringan, berubah dari merah tua menjadi merah muda atau cokelat. Mengandung lebih banyak cairan dan lebih sedikit darah.

3. Lochia Alba (Hari 10-6 Minggu)

Pada tahap ini, cairan yang keluar berwarna kuning muda atau putih dan sebagian besar terdiri dari sel darah putih dan lendir. Perdarahan seharusnya ringan hingga minimal dan dapat dimulai dan berhenti setiap beberapa hari.

Sebagian besar perempuan mengalami perdarahan pasca persalinan selama sekitar empat hingga enam minggu, meskipun dapat berlangsung hingga delapan minggu. Fase ini dapat bervariasi berdasarkan faktor-faktor seperti metode persalinan dan penyembuhan individu. 

Penting diketahui bahwa pada persalinan normal sering kali mengakibatkan perdarahan yang lebih lama dibandingkan dengan operasi caesar, meskipun perempuan yang menjalani operasi caesar mungkin masih mengalami perdarahan pasca persalinan.

Selain itu, adanya aktivitas tertentu, seperti menyusui atau aktivitas fisik, dapat meningkatkan perdarahan sementara karena kontraksi rahim. Penting juga untuk dicatat bahwa ketika Bunda tidak menyusui, perdarahan mungkin berhenti dan kemudian kembali sebagai menstruasi pertama, yang bisa lebih deras.

Meski demikian, jika perdarahan berlanjut lebih dari enam minggu atau tiba-tiba menjadi lebih deras setelah melambat, sebaiknya hubungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut seperti dikutip dari laman Bswhealth.

Adakah cara agar darah nifas cepat berhenti?

Untuk perdarahan pasca persalinan normal, sebenarnya tidak diperlukan obat khusus karena tubuh akan pulih secara alami seiring waktu. Namun, beberapa obat dapat membantu dalam kasus perdarahan yang berlebihan atau berkepanjangan. Berikut ini beberapa obat tersebut ya, Bunda:

1. Oksitosin

Obat ini sering diberikan segera setelah persalinan untuk membantu rahim berkontraksi dan mengurangi kehilangan darah.

2. Obat Antiinflamasi Nonsteroid (NSAID)

Obat-obatan seperti ibuprofen dapat membantu mengatasi kram, yang disebabkan oleh kontraksi rahim.

3. Asam Traneksamat (TXA)

Dalam kasus perdarahan pasca persalinan yang berlebihan, TXA dapat digunakan untuk membantu pembekuan darah dan mengurangi perdarahan hebat. Biasanya hanya diberikan sekitar waktu persalinan.

Bunda, pemulihan pasca persalinan sama pentingnya dengan kehamilan dan persalinan itu sendiri. Meskipun perdarahan pasca persalinan adalah hal yang normal, Bunda tetap perlu mewaspadai fase ini mengingat ada beberapa tanda peringatan yang tidak boleh diabaikan.

Cara aman agar darah nifas cepat berhenti

Perdarahan pascapersalinan biasanya akan melambat seiring waktu. Namun, adakalanya juga perdarahan tersebut berhenti dan mulai lagi selama beberapa minggu. Biasanya, fase ini berlangsung selama kurang lebih enam minggu hingga perdarahan kemudian berhenti.

Sebenarnya, ada beberapa penyebab mengapa perdarahan setelah melahirkan sempat terhenti dan mulai kembali. Berikut ini beberapa di antaranya ya, Bunda:

1. Mengalami aliran darah ekstra di pagi hari saat pertama kali bangun tidur
2. Selama aktivitas fisik atau saat berolahraga sebagai bagian dari pemulihan pasca persalinan
3. Saat menyusui, ada peningkatan oksitosin dan perubahan hormonal dapat menyebabkan rahim berkontraksi dan memicu perdarahan lebih lanjut

Jika Bunda tidak yakin apakah mengalami masa nifas normal atau tidak, pastikan untuk membicarakannya dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut ya, Bun.

Meskipun adanya aliran nifas yang melambat seiring waktu, sebenarnya ada beberapa strategi yang bisa dicoba untuk menghentikan perdarahan lebih cepat seperti dikutip dari laman Kinfertility.

Salah satunya yakni dengan menghindari kontrasepsi hormonal selama enam minggu pertama setelah melahirkan karena pilihan ini dapat menyebabkan adanya bercak darah. Di luar itu, bersabarlah menghadapi pemulihan pasca persalinan mengingat kesabaran merupakan strategi terbaik karena tubuh sedianya akan pulih dan aliran darah akan stabil dengan sendirinya.

Selain cara di atas, agar darah nifas cepat berhenti, perempuan perlu secara rutin menyusui Si Kecil. Sebab, menyusui juga diketahui dapat membantu mempercepat pemulihan rahim seseorang. Namun, data mengenai seberapa besar dampak menyusui masih belum pasti. 

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda