kehamilan
Teknik Edging dalam Berhubungan Intim: Manfaat, Bahaya, Lama Durasi & Cara Melakukan
HaiBunda
Senin, 09 Feb 2026 20:00 WIB
Kenikmatan seksual memang penting diwujudkan bersama pasangan. Salah satunya bisa menyisipkan teknik edging yang katanya bisa memperpanjang durasi seks. Ketahui yuk, teknik edging dalam berhubungan intim, manfaat, bahaya, lama durasi & cara melakukannya.
Kejenuhan dalam kehidupan seksual bisa saja menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan teknik-teknik tertentu dalam meningkatkan kenikmatan yang dihasilkan dalam bercinta dengan pasangan. Teknik edging bisa menjadi alternatif dalam menghidupkan agenda seksual.
Apa itu teknik edging?
Edging adalah metode untuk memperpanjang waktu yang dibutuhkan guna mencapai orgasme saat berhubungan seks. Dalam teknik ini, pasangan saling belajar berkomunikasi dan menghentikan rangsangan seksual sebelum orgasme.
Satu sama lain nantinya dapat menjelajahi cara lain untuk saling menyentuh di mana memungkinkan mereka untuk mendinginkan diri sebelum melanjutkan kembali sesi panas. Cara ini ternyata tidak hanya bisa menunda klimaks tetapi juga dapat membuat orgasme lebih intens seperti dikutip dari laman WebMD.
Selain itu, teknik edging juga diketahui bisa menjadi cara untuk memperpanjang durasi aktivitas seksual, meningkatkan intensitasnya, atau mengeksplorasi aktivitas seksual yang berbeda.
Pada praktiknya, edging melibatkan adanya peningkatan stimulasi seksual dan kemudian berhenti tepat sebelum titik orgasme. Siapa pun dapat melakukan edging sendiri atau dengan orang lain seperti dikutip dari laman Medical News Today.
Cara melakukan teknik Edging
Ada beberapa cara dalam melakukan edging dan semuanya bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Mengalami stimulasi hingga titik tepat sebelum orgasme
2. Menghentikan stimulasi atau mengubah intensitas untuk menghindari klimaks
3. Menunggu sebentar
4. Meningkatkan stimulasi hingga mencapai titik puncak lagi
5. Mengulangi langkah-langkah tersebut hingga ingin mencapai orgasme
Saat melakukan teknik ini dengan pasangan, kemungkinan bisa melibatkan perubahan posisi atau aktivitas untuk mengurangi stimulasi. Tujuannya yakni untuk mengurangi intensitas, yang dapat mencakup melanjutkan aktivitas yang sama dengan kecepatan yang lebih lambat.
Sebagian orang mempraktikkan metode meremas termasuk dengan meremas bagian atas penis sebelum ejakulasi dan menahannya sementara rasangan melambat.
Namun, patut berhati-hati ketika mempraktikkannya agar menghindari menunggu terlalu lama atau beralih ke aktivitas yang kurang menyenangkan. Sebab, hal ini dapat menyebabkan kesulitan untuk mencapai titik ejakulasi lagi dan bisa juga memengaruhi suasana hati nantinya.
Untuk itu, mendiskusikan teknik edging dengan pasangan sebelum memulainya sangatlah penting. Karena, praktik ini mungkin tidak cocok untuk semua orang.
Manfaat melakukan teknik Edging
Manfaat edging adalah dapat membantu gairah dan membuat klimaks lebih memuaskan. Secara lengkap, berikut ini manfaat melakukan teknik edging ya, Bun:
1. Orgasme lebih maksimal
Menurut the International Society for Sexual Medicine, edging bisa meningkatkan intensitas orgasme pada beberapa orang baik ketika dilakukan sendiri atau bersama pasangan. Dengan memasukkan periode edging selama seks tentunya bisa membanu membangun gairah seksual serta menciptakan klimaks yang lebih memuaskan.
2. Pasangan lebih puas
Dengan durasi seks yang lebih lama tentunya membuat pasangan lebih puas dalam bercinta. Ini dikarenakan edging bermanfaat dapat meningkatkan durasi seks sebelum orgasme. Selain itu, meningkatkan durasi aktivitas seksual dapat mengubah dinamika dengan mengalihkan fokus dari orgasme. Dengan begitu, dapat memungkinkan orang menghabiskan waktu lebih lama dalam menikmati proses stimulasi.
3. Percaya diri lebih tinggi
Sebuah tudi pada 2006 terhadap hampir 2.000 perempuan menemukan bahwa hingga tiga perempat dari mereka melaporkan disfungsi seksual perempuan tetapi merasa terlalu malu untuk membicarakannya dengan dokter mereka.
Nah, mempelajari lebih banyak tentang diri sendiri melalui edging tentunya dapat memberikan Bunda lebih banyak data dan kepercayaan diri untuk mengeksplorasi dan mengatasi masalah dalam kehidupan seksual seperti dikutip dari laman Healthline.
4. Eksplorasi gaya seks lebih jauh
Teknik edging sedianya memungkinkan orang untuk mencoba aktivitas dan menjadi cara baru untuk menyentuh atau menstimulasi satu sama lain. Selain itu, edging juga dapat membantu orang membangun kepercayaan satu sama lain. Apalagi, seks terkadang merupakan pengalaman yang sulit bagi pasangan baru. Dalam hal ini, edging memberikan kesempatan bagi satu sama lain untuk mendiskusikan minat seksual mereka dan saling mengenal lebih dalam.
Potensi risiko dan pertimbangan keamanan
Saat memilih mempraktikkan teknik edging, sebenarnya sangat sedikit potensi risiko berbahaya yang mungkin muncul. Berikut ini beberapa potensi risiko dan pertimbangan keamanan yang perlu diketahui sebelum melakukannya:
1. Anorgasmia
Meskipun teknik edging bisa membantu seseorang mencapai orgasme, hal ini mungkin tidak bisa membantu mereka yang mengalami anorgasmia yakni orang yang kesulitan mencapai orgasme. Namun, penting diingat bahwa orgasme bukanlah segalanya mengingat orgasme tidak mendefinisikan sebuah hubungan seksual itu sendiri.
2. IMS
Seperti halnya aktivitas seksual lainnya, ada risiko yang mungkin muncul dalam teknik edging, salah satunya yakni infeksi. Infeksi IMS ini sendiri bisa menyebabkan klamidia, sifilis, atau gonore.
Namun tidak perlu khawatir karena risiko infeksi akibat edging dapat dikurangi dengan menggunakan metode kontrasepsi penghalang, seperti kondom atau dental dam, dan melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara teratur.
Secara umum, edging aman dilakukan dan kecil kemungkinannya menyebabkan efek samping jangka panjang. Salah satu pertimbangan mengenai edging yang dilakukan pada perempuan yakni seseorang mungkin ingin mengetahui berapa lama mereka dapat berhenti sejenak sebelum orgasme tanpa kehilangan gairah.
Dalam buku Emily Nagoski, “Come as You Are,” Nagoski menjelaskan bagaimana hasrat seksual setiap orang memiliki akselerator dan rem. Akselerator membantu seseorang ingin berhubungan seks, sementara rem melawan hal ini. Dan, pada dasarnya setiap orang memiliki akselerator dan rem yang berbeda.
Dr. Jennifer Litner, seksolog dan pendiri Embrace Sexual Wellness, menjelaskan bagaimana edging dapat memengaruhi hasrat seseorang untuk berhubungan seks.
“Jika edging meningkatkan sensasi menyenangkan, hal itu dapat meningkatkan motivasi seseorang untuk berhubungan seks (akselerator),” jelas Dr. Litner. “Namun, jika edging menyebabkan seseorang mengalami kehilangan gairah, yang tidak menyenangkan, itu dapat mengurangi motivasi mereka untuk berhubungan seks (rem).”
Bagi sebagian perempuan, berhenti tepat sebelum orgasme dapat menyebabkan mereka kehilangan gairah atau mencegah orgasme. Sehingga, bagi mereka mungkin edging bukan pilihan yang tepat. Namun, tidak setiap orang menganggap bahwa orgasme sebagai tujuan utama seks.
Jika tujuannya adalah kenikmatan yang berkepanjangan terlepas dari orgasme, maka edging mungkin merupakan cara yang tepat untuk mencapainya.
Sementara itu, pertimbangan bagi laki-laki dalam melakukan edging ialah bahwa teknik ini bukanlah penyebab disfungsi ereksi. Sebab, disfungsi ereksi mengacu pada ketidakmampuan untuk mendapatkan ereksi atau mempertahankannya cukup lama untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan.
Beberapa kemungkinan dari kondisi tersebut bisa dikarenakan kondisi medis, obat-obatan tertentu, dan masalah psikologis atau emosional. Penting diketahui juga bahwa edging tidak menyebabkan masalah ejakulasi. Meski beberapa orang mungkin mengalami ejakulasi tertunda atau dini, tetapi penyebab masalah ini biasanya bersifat psikologis atau emosional.
Mitos dan kekeliruan tentang teknik edging
Di luaran, ada banyak mitos dan kekeliruan tentang teknik edging yang beredar yakni mengungkapkan bahwa edging hanya untuk orang yang memiliki penis saja. Padahal, teknik edging bisa dinikmati semua orang ya, Bunda.
Mitos lainnya seputar edging yakni bahwa edging dianggap buruk untuk seseorang dan dapat menyebabkan masalah eksual seperti orgasme tertunda atau kesulitan ereksi. Selain itu, edging juga dianggap tidak akan menyebabkan air mani kembali ke tubuh. Namun, dari semua mitos tersebut, sebenarnay tidak ada bukti yang mendukung klaim apa pun tentang efek negatif dari edging. Justru, edging dianggap memberikan banyak manfaat ketika dilakukan.
Beberapa manfaat tersebut diantaranya menambah variasi dalam kehidupan seks, mendekatkan diri dengan pasangan, meningkatkan kepuasan dari seks, menunda orgasme, dapat membuat seks berlangsung lebih lama, membantu mengatasi ejakulasi dini, serta dapat meningkatkan intensitas orgasme.
Itulah serba serbi seputar teknik edging ya, Bunda. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda