kehamilan
Kesepian karena Tinggal Jauh dari Putrinya, Bunda Ini Jalani IVF & Melahirkan di Usia 59 Th
HaiBunda
Minggu, 22 Feb 2026 12:10 WIB
Daftar Isi
Kesepian bisa datang diam-diam, apalagi ketika anak perempuan satu-satunya telah berkeluarga dan tinggal jauh di negeri orang. Rumah yang dulu ramai mendadak terasa sunyi. Itulah yang dirasakan seorang Bunda asal Tiongkok ini. Di usia 59 tahun, saat banyak perempuan memilih menikmati masa tenang, ia justru mengambil keputusan besar: menjalani program IVF demi kembali merasakan kehadiran seorang anak.
Ia berhasil mewujudkan impiannya menjadi ibu lagi setelah menjalani perawatan in vitro fertilization (IVF). Keputusan yang lahir dari rasa rindu, harapan, dan cinta seorang ibu dan berujung pada momen tak terlupakan ketika ia melahirkan bayi sehat, sekaligus mencatatkan diri sebagai ibu tertua di kotanya.
Kisahnya bukan hanya tentang teknologi reproduksi modern tetapi juga tentang kerinduan batin, cinta keluarga, dan keberanian mengambil keputusan besar di usia matang. Berikut kisahnya dikutip dari Scmp.
Menghadapi 'empty nest' dan kesepian
Bunda ini, dikenal dengan nama keluarga Zou, sudah memiliki seorang putri dewasa. Namun, ketika sang putri menikah dan pindah ke luar negeri, kehidupan rumah tangganya berubah. Ia dan suaminya mulai merasakan kesepian yang mendalam setelah anak pertama mereka tinggal jauh dari rumah.
“Putri saya tinggal di luar negeri. Seiring berjalannya waktu, saya dan suami sering merasa kesepian,” kata Zou.
Perasaan itu tumbuh lebih kuat sejak dua tahun terakhir, hingga akhirnya Bunda mulai mempertimbangkan kemungkinan memiliki anak lagi bukan karena tekanan sosial, tetapi sebagai cara mengisi ruang kosong di hati dan rumahnya.
Perjalanan menuju kehamilan di usia 59 th
Setelah mengambil keputusan tersebut, ia mulai menyesuaikan kesehatannya untuk mempersiapkan kehamilan. Mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi, Bunda Zou tahu tantangan yang akan dihadapi. Ia mulai memperbaiki gaya hidupnya, memperhatikan pola makan, dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan. Semuanya dilakukan demi menyiapkan tubuh dan pikiran sebelum memulai program IVF.
Setahun lalu, ia akhirnya hamil melalui IVF setelah menjalani prosedur medis di Rumah Sakit Zhangjiagang No.1 People’s Hospital. Karena kehamilan di usia lanjut bisa membawa risiko kesehatan tinggi, tim medis merancang perawatan khusus dan pemantauan ketat selama masa kehamilan Bunda Zou.
Selama kehamilan, Zou menghadapi tantangan besar. Tekanan darahnya meningkat dan menjadi tidak stabil. Albumin, asam urat, dan ginjalnya juga bermasalah. Selain itu, kakinya membengkak parah.
Dokter memutuskan untuk melakukan operasi caesar ketika Zou hamil 33 minggu dan 5 hari.
“Dia adalah ibu yang berani menghadapi tantangan yang berat ini,” kata Guo, seorang dokter kandungan senior di rumah sakit tersebut.
Bayi lahir sehat, harapan terwujud
Pada 9 Januari 2026, melalui operasi caesar, Bunda Zou melahirkan seorang bayi laki-laki yang sehat dengan berat badan sekitar 2,2 kg. Momen itu menjadi puncak kebahagiaan setelah perjalanan panjang penuh harapan dan kekhawatiran.
“Saat mendengar tangisnya dan melihat wajahnya saya begitu bahagia. Saya tidak pernah menyangka impian ini akan terwujud,” katanya sambil menahan haru.
Risiko dan tantangan kesehatan di usia matang
Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine, kehamilan di usia di atas 45-50 tahun termasuk dalam kategori high-risk pregnancy atau advanced maternal age.
Hal itu karena risiko komplikasi yang meningkat seperti tekanan darah tinggi, gangguan ginjal, atau masalah metabolik yang memang menjadi perhatian tim medis dalam kasus ini dibandingkan kehamilan di usia lebih muda. Berbagai studi menunjukkan bahwa ibu hamil usia lanjut berisiko mengalami tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, preeklamsia, hingga komplikasi saat persalinan.
Dari sisi bayi, risiko yang dapat muncul antara lain kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, serta kebutuhan perawatan intensif setelah lahir. Karena itu, persalinan melalui operasi caesar sering kali menjadi pilihan untuk meminimalkan risiko bagi ibu dan bayi.
Para ahli juga menegaskan bahwa keberhasilan kehamilan di usia lanjut sangat bergantung pada kondisi kesehatan ibu secara keseluruhan, kesiapan mental, serta pengawasan medis yang ketat dan berkelanjutan. Hal inilah yang dijalani Zou selama masa kehamilannya.
Dokter menjelaskan bahwa semua tindakan kesehatan dilakukan dengan ekstra hati-hati, mulai dari pemeriksaan rutin hingga advis keseharian, agar Bunda dan bayi tetap dalam kondisi terbaik selama masa kehamilan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
5 Tips agar Proses Transfer Embrio pada IVF Dapat Berjalan Lancar
Kehamilan
3 Kisah Haru Bunda Sukses Bayi Tabung, Melahirkan Pertama Kali di Usia 73 Tahun
Kehamilan
Zaskia Sungkar Jalani Transfer Embrio Bayi Tabung, Irwansyah Mohon Doa
Kehamilan
Haru, Perjuangan Pasangan Jalani 15 Kali Bayi Tabung demi Punya Anak
Kehamilan
5 Tips Kelola Stres dan Emosi Selama Jalani Program Bayi Tabung
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Dea Ananda Jalani Kehamilan Trimester 3, Bahagia Nantikan Kelahiran Baby S
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kisah Huang Yijun, Perempuan China yang Simpan Bayi Batu di Tubuh hingga Berusia 92 Th
Marissa Anita Akui Tak Tertarik IVF, Ingin Menikmati Proses Dapatkan Kehamilan secara Alami
Kisah Perempuan Korea Melahirkan Bayi Kembar di Usia 58 Th, Satu Dekade Pasca Menopause