Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Selasa, 03 Feb 2026 20:00 WIB

Ilustrasi KB Koyo
Bebas Jarum & Nyeri, Teknologi Patch Bakal Gantikan Suntik dalam Program IVF/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Menjalani program in vitro fertilization (IVF) memang perlu berhadapan dengan rangkaian suntikan hormon selama beberapa hari. Terbaru, tak perlu suntikan dan bebas nyeri, ilmuewan kembangkan teknologi patch dalam promil IVF, Bunda.

Para peneliti di Universitas McGill mengeksplorasi perubahan inovatif pada perawatan IVF. Meskipun masih bertahun-tahun lagi untuk menjadi kenyataan, para ahli menjelaskan mengapa hal itu penting untuk diwujudkan.

Dalam penelitiannya di Universitas McGill, para peneliti terus mengeksplorasi patch IVF baru dengan harapan suatu hari nanti dapat menggantikan suntikan hormon harian dengan pilihan yang lebih nyaman tanpa rasa sakit.

Patch ini sedianya dapat mengurangi stres fisik dan emosional bagi mereka yang menjalani perawatan IVF. Meski teknologi ini masih dalam tahap awal, tetapi harapan untuk menjadikan pengalaman IVF lebih nyaman di masa depan nantinya, menjadi sebuah harapan baru yang terus dinanti untuk diwujudkan.

Teknologi patch akan gantikan suntik di program IVF

Bagi para pejuang garis dua, menjalani perawatan IVF menjadi pengalaman yang tak pernah dilupakan karena berbagai alasan. Yang utama yakni karena banyak orang merasa takut dan tidak nyaman dengan suntikan harian tersebut. 

Tak sedikit dari mereka yang berusaha menyingkirkan ketakutannya tersebut dengan berbagai hal termasuk mendengarkan musik yang menenangkan, memegang boneka, dan lainnya.

Jika boleh memilih dan ada cara lain untuk hamil dengan bantuan ilmu pengetahuan moderen, pastilah pejuang garis dua akan melewatkan sesi IVF yang penuh suntikan tersebut. Karenanya, harapan bahwa suntikan akan tergantikan dengan patch tanpa rasa sakit sangat dinanti-nanti. Setidaknya, para calon orang tua akan menjadi lebih nyaman dan lebih baik kondisinya tanpa merasa tegang lagi.

Bagaimana perawatan patch IVF bekerja?

Jika biasanya penyintas IVF merasakan suntikan jarum yang menyakitkan berkali-kali, di masa depan diharapkan perawatan IVF murni tanpa suntikan ya, Bunda. 

Seperti dalam penelitian yang menciptakan patch pengganti jarum suntik tanpa rasa sakit saat rangkaian proses IVF, penulis utama studi, Vivienne Tam, PhD menjelaskan bahwa patch yang digunakan dalam uji coba pada tikus dilengkapi dengan jarum mikro, yang tidak cukup panjang untuk mencapai reseptor nyeri tubuh. “Pemberian obat akan tanpa rasa sakit,” katanya.

Selain itu, bagian luar biasa dari teknologi terbaru ini sebenarnya ialah otomatisasi yang ada di dalam kerjanya. “Patch nantinya akan diaktifkan oleh cahaya. Artinya, patch tersebut akan melepaskan hormon IVF ketika terkena cahaya inframerah dekat,” jelas Dr. Tam seperti dikutip dari laman Parents.

Para peneliti sediri membayangkan bagaimana nantinya LED akan dipasang di bagian atas patch dan menyala pada interval waktu tertentu untuk memberikan obat.

Manfaat perawatan dengan patch dalam IVF

Sifat otomatisasi dalam kerja patch antinyeri dapat menghilangkan human error yang dapat terjadi karena pada dasarnya menjadi perawat rumahan sendiri. Mereka biasanya mengatur waktu suntikan dan memberikannya dengan benar setiap hari.

Risiko muncul memar akibat suntikan harian dan ketidaknyamanan menjadi makanan sehari-hari para pejuang garis dua yang mengikuti program IVF. Sementara dalam temuan terbaru dengan menggunakan patch anti-nyeri. pasien merasakan kenyamanan yang signifikan.

“Pasien tidak perlu membawa obat suntik saat bepergian atau membawanya saat berada di luar rumah,” kata Hadi Ramadan, MD, ahli endokrinologi reproduksi di Boston.

Menurut Rachel Mandelbaum, MD, FACOG, seorang dokter kandungan dan spesialis endokrinologi reproduksi dan infertilitas di HRC Fertility cabang West Los Angeles dan Beverly Hills, beban emosional IVF adalah alasan utama orang menghentikan pengobatan.

“Sangat menggembirakan bahwa kita akhirnya memperhatikan kenyamanan pasien dan mendorong batasan di bidang ini dengan pemahaman bahwa apa yang kita alami selama IVF itu penting dan pengalaman pasien memengaruhi keberhasilan,” katanya.

Memang, menurut Dr. Tam, harapannya adalah metode pemberian obat melalui patch akan mengurangi sebagian stres IVF, mempersonalisasi pengobatan, dan meningkatkan tingkat keberhasilan.

Masih perlu banyak penelitian terkait patch IVF

Walau sudah dinanti-nanti sebagai teknologi terbaru dalam perawatan IVF yang super nyaman, sepertinya publik harus lebih bersabar terkait teknologi tersebut, Bunda.

Sebab, pengobatan revolusioner ini masih lima hingga sepuluh tahun lagi untuk menjadi kenyataan, dengan Dr. Tam. Ia menjelaskan bahwa uji coba pada manusia dan langkah-langkah regulasi dapat memakan waktu hingga satu dekade.

Alex Robles, MD, seorang ahli endokrinologi reproduksi di Columbia University Fertility Center, mengatakan, “Ini adalah bukti konsep praklinis yang menjanjikan, tetapi masih sangat awal.”

Meski manfaatnya cukup besar dan digadang-gadang bisa dengan mudah dilakukan tanpa menimbulkan nyeri, patch ini belumlah sempurna sebagai opsi sederhana yang membantu pasien menjalani perawatan IVF.

Mengingat patch ini memiliki jarum mikro yang jauh lebih pendek daripada jarum tradisional, hambatan utama teknologi ini ialah memastikan bahwa cukup obat sudah diberikan oleh jarum tersebut, kata Dr Tam.

"Selain itu, Bunda juga perlu memastikan bahwa patch jarum mikro tetap berada di kulit selama jangka waktu dua minggu yang dibutuhkan untuk penyuntikan," tambahnya.

Para ahli juga menunjukkan potensi tantangan dalam memberikan beberapa obat sekaligus, yang seringkali diperlukan selama perawatan IVF.

“Dengan patch, alat ini membantu memastikan penyerapan yang konsisten di berbagai jenis kulit, komposisi tubuh, dan kondisi dunia nyata bisa menjadi tantangan,” tambah Dr. Alex Robles, MD, ahli endokrinologi reproduksi dari Columbia University Fertility Center.

Terlepas dari prosesnya yang masih lama dan kekurangannya di sana sini, semoga suatu hari nanti metode patch IVF ini segera terwujud sehingga membantu calon orang tua lebih bertoleransi di dengan fase ini di kemudian hari.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda