Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Jumat, 30 Jan 2026 20:40 WIB

Ilustrasi suami istri
Cairan Pra Ejakulasi: Fakta, Risiko Kehamilan, Tips Perlindungan Aman & Bedanya dengan Sperma/Foto: Getty Images/Rossella De Berti
Daftar Isi
Jakarta -

Sebelum ejakulasi, laki-laki biasanya juga mengeluarkan cairan yang dikenal cairan praejakulasi yang juga bisa menyebabkan risiko kehamilan. Yuk, cari tahu cairan pra ejakulasi dari fakta, risiko kehamilan, tips perlindungan aman, dan bedanya dengan sperma.

Saat terangsang, penis biasanya mengeluarkan cairan praejakulasi atau precum. Cairan ini berbda dengan sperma dan yang bersangkutan tidak dapat merasakan praejakulasi keluar dari penisnya serta tidak ada cara untuk mengendalikannya ketika memang dirasakan ingin keluar. 

Apa itu cairan praejakulasi?

Selama rangsangan seksual dirasakan laki-laki, biasanya mereka mengeluarkan cairan praejakulasi. Cairan ini teksturnya bening seperti lendir yang muncul di ujung penis selama rangsangan seksual. Ciarna ini diproduksi oleh kelenjar seks aksesori - kelenjar Cowper, kelenjar Littre, dan kelenjar Morgagni. Jumlahnya bisa beberapa tetes hingga 5 mililiter dan kelenjar ini bermuara ke uretra di tempat yang berbeda.

Setiap laki-laki biasanya akan berbeda dalam mengeluarkan cairan praejakulasi. Sehingga, jumlahnya tentu dapat bervariasi pada orang yang sama pada waktu yang berbeda. Semuanya tergantung pada intensitas rangsangan seksual yang diterimanya, seperti dikutip dari laman WebMd.

Apakah cairan praejakulasi bisa bikin hamil?

Kemungkinan hamil akibat cairan praejakulasi memang rendah ya, Bunda, tetapi bukan tidak mungkin terjadi. Bahkan, cairan praejakulasi hanya mengenai bagian luar vulva, kehamilan tetap bisa terjadi (meskipun tidak mungkin), seperti dikutip dari laman Very Well Health.

Penting diketahui bahwa cairan praejakulasi biasanya tidak mengandung sperma. Namun, jika cairan tersebut mengalir melalui uretra segera setelah seseorang ejakulasi, sperma dapat terdeteksi.

Jika seseorang melakukan hubungan intim setelah ejakulasi, cairan praejakulasi dapat bercampur dengan sperma yang tertinggal di uretra. Dalam hal ini, terdapat berbagai statistik mengenai tingkat kehamilan dengan cairan praejakulasi dan metode penarikan.

Meskipun kemungkinannya relatif rendah, ada kemungkinan bahwa seseorang tetap bisa hamil dikarenakan cairan praejakulasi tersebut. Hal ini memang bervariasi dari orang ke orang, tetapi dapat terjadi pada sekitar 27 persen orang yang menggunakan metode penarikan sebagai satu-satunya metode kontrasepsi.

Kemampuan sperma untuk ditangkap cairan praejakulasi adalah alasan mengapa metode penarikan bukanlah cara yang dapat diandalkan dalam mencegah kehamilan. Sebuah studi di 2017 menemukan bahwa metode penarikan memiliki tingkat kegagalan sebanyak 20 persen dibandingkan dengan 13 persen untuk kondom dan 6 persen untuk kontrasepsi hormonal.

Risiko hamil akibat cairan praejakulasi dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama dengan faktor-faktor yang memengaruhi peluang hamil akibat ejakulasi. Faktor-faktor tersebut meliputi fase siklus menstruasi seseorang, apakah mereka baru berovulasi, dan metode kontrasepsi yang digunakan.

Apakah cairan yang keluar sebelum ejakulasi menularkan penyakit?

Cairan praejakulasi ternyata tak hanya memberikan kekhawatiran pada seseorang mengenai kehamilan tetapi juga risiko penularan penyakit. Banyak yang tidak menyadari bahwa cairan praejakulasi dapat membawa bakteri, virus, dan organisme yang menyebabkan infeksi menular seksual (IMS).

Karenanya, untuk tetap terlindungi dari risiko tersebut, selalu gunakan kondom setiap melakukan hubungan intim dan lakukan pemeriksaan rutin untuk penyakit menular seksual. 

IMS sendiri tidaklah selalu menimbulkan gejala ya, Bunda. Temui segera dokter jika mengalami keputihan berwarna hijau atau kuning pada penis atau vagina serta adanya gejala nyeri dan gatal karena ini bisa menjadi tanda-tanda IMS.

Apakah cairan praejakulasi bisa dicegah atau dikendalikan?

Kebanyakan orang tidak menyadari atau merasakan ketika cairan praejakulasi mereka keluar. Sehingga, sangat mudah untuk tidak merasakan sedikit kelembaban di ujung penis aibat cairan praejakulasi saat berhubungan intim. 

Karenanya, tak mengherankan bahwa laki-laki tidak dapat mengontrol cairan praejakulasi mereka dan tidak ada cara tertentu untuk mengetahui apakah cairan tersebut mengandung sperma atau tidak. 

Cara membedakan cairan praejakulasi yang mengandung sperma dengan yang tidak

Cairan praejakulasi pada laki-laki biasanya tidak mengandung sperma meskipun air mani mengandung sperma. Sebagian besar di antaranya terdiri dari nutrisi dan zat lain yang membantu menjaga kesehatan air mani. 

Meskipun cairan praejakulasi tidak seharusnya mengandung sperma, memang sperma dapat masuk ke dalam cairan tersebut saat keluar dari tubuh. 

Perbedaan antara cairan praejakulasi dan air mani pun penting diketahui agar bisa membedakannya. Berikut ini penjelasannya, Bunda:

1. Air mani mengandung sperma yang diproduksi di testis. Air mani juga mengandung cairan kaya nutrisi yang membantu pergerakan sperma. Dan, air mani keluar setelah uretra.

2. Cairan praejakulasi diproduksi di kelenjar Cowper, yaitu kelenjar seukuran kacang polong yang terletak di dalam tubuh di belakang penis dan terhubung ke uretra melalui saluran. Cairan praejakulasi biasanya tidak mengandung sperma hidup. Nama precum menunjukkan bahwa cairan tersebut dikeluarkan sebelum air mani.

Rangkuman fakta penting seputar cairan pra ejakulasi

Mengenal cairan praejakulasi memang dapat memudahkan seseorang dalam memproteksi dirinya dari risiko tak diinginkan seperti IMS dan juga kehamilan. Ketahui lebih lanjut fakta penting seputar cairan praejakulasi, Bunda:

1. Bentuk dan waktu keluar

Cairan praejakulasi yang disebut juga precum merupakan cairan bening yang keluar dari penis saat terangsang tetapi sebelum orgasme. Cairan praejakulasi merupakan pelumas yang mungkin mengandung sperma. Jika cairan ini masuk ke dalam vagina, ada risiko kehamilan sebelum ejakulasi bisa terjadi.

2. Fungsi utama

Ada beberapa fungsi utama dari cairan praejakulasi yang tak banyak orang tahu. Berikut ini diantaranya ya, Bunda:

  • Netralisasi

Sel sperma sedianya dapat dibunuh oleh urin karena tingkat pH cairan tersebut lebih tinggi daripada yang dapat ditoleransi oleh sperma. Karena ejakulasi dan urin keluar dari tubuh melalui saluran yang sama, ada kemungkinan sperma dapat terpengaruh oleh tingkat keasaman urine. Dalam hal ini, cairan praejakulasi dapat menetralkan keasaman di uretra dan membuatnya lebih basa. Sehingga, dapat membuka jalan bagi sperma untuk melewatinya dengan aman.

  • Pelumasan

Cairan praejakulasi juga bertindak sebagai pelumas alami untuk hubungan seksual. Cairan ini mirip dengan cairan yang dihasilkan oleh perempuan saat mereka terangsang.

3. Kandungan sperma

Air mandi mungkin mengandung sperma tetapi cairan praejakulasi biasanya tidak ya, Bunda. Sebagian besar dari cairan ini terdiri dari nutrisi dan zat lain yang membantu menjaga kesehatan air mani. 

Meskipun tidak seharusnya mengandung sperma tetapi risiko sperma dapat masuk ke dalam cairan ini  tetap ada yakni saat keluar dari tubuh sehingga patut mewaspadainya.

4. Risiko kehamilan

Adanya risiko kehamilan dari cairan praejakulasi selalu ada dan bukan tidak mungkin terjadi. Bahkan, kehamilan dapat terjadi ketika tidak terjadi ejakulasi penuh di dalam vagina sekalipun.

Mengeluarkan penis dari vagina sebelum ejakulasi, yang disebut penarikan (withdrawal), adalah salah satu metode pengendalian kelahiran tertua. Metode ini gratis dan tidak memiliki efek samping. Namun, penarikan tidak selalu berhasil. Dan metode ini tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual seperti dikutip dari laman Mayo Clinic.

5. Risiko penularan penyakit menular seksual

Paparan dari cairan praejakulasi dapat membawa berbagai risiko termasuk menyebabkan infeksi menular seksual. Hal ini karena cairan praejakulasi dapat membawa bakteri, virus, dan organisme yang kemudian menyebabkan adanya IMS.

Cara mencegah risiko bahaya cairan pra ejakulasi

Kekhawatiran terpapar cairan praejakulasi yang tidak diinginkan seperti kehamilan dan IMS tentunya membuat proteksi diri menjadi hal yang prioritas dilakukan ya, Bunda.

Salah satunya yang bisa dilakukan yakni dengan menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom setiap kali berhubungan intim. Selain itu, lakukan pemeriksaan rutin untuk penyakit menular seksual (PMS) sebagai antisipasi terhadap risiko tersebut.

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda