kehamilan
Kemenkes Bakal Siapkan Self Sampling Skrining DNA HPV Gratis untuk Deteksi Kanker Leher Rahim
HaiBunda
Jumat, 30 Jan 2026 08:50 WIB
Daftar Isi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) membuat terobosan baru untuk memperkuat upaya pencegahan kanker leher
rahim. Di tahun 2026, Kemenkes bakal menyiapkan self-sampling skrining DNA HPV untuk deteksi dini kanker leher rahim, Bunda.
Perlu diketahui, kanker leher rahim merupakan penyakit kanker kedua terbanyak pada perempuan di Indonesia. Pada 2023, diperkirakan terdapat 36.964 kasus baru, dan lebih dari 21.000 perempuan meninggal akibat kanker leher rahim.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kemenkes telah menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim 2023-2030. Ada tiga hal yang diprioritaskan, yakni vaksinasi HPV bagi 90 persen anak perempuan usia 15 tahun, skrining DNA HPV bagi 75 persen perempuan usia 30 hingga 69 tahun, dan cakupan pengobatan sebesar 90 persen bagi perempuan dengan lesi prakanker.
"Kanker leher rahim ini merupakan kanker nomor dua terbanyak untuk perempuan di Indonesia. Kondisinya saat ini sangat menyedihkan karena 70 persen mereka yang sudah terdiagnosis sudah masuk ke dalam stadium yang lanjut, dan 50 persen di antaranya meninggal dunia. Kenapa? Karena tidak dilakukan skrining. Maka kita harus melakukan skrining," kata Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Wamenkes), Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D.
"Sebenarnya ini adalah kanker yang bisa diobati kalau masuk pada stadium yang lebih dini, bisa diobati dan bisa dicegah karena sudah ada imunisasinya. Maka ini (skrining) akan menjadi program nasional," sambungnya, dalam acara Diseminasi Nasional Hasil Proyek Percontohan Skrining Kanker Leher Rahim di Gedung Kemenkes, Selasa (27/1/26).
Di tahun 2025, dari 666.814 perempuan usia 30 hingga 69 tahun telah menjalani skrining kanker leher rahim. Menurut data, empat persen di antaranya menunjukkan hasil positif HPV, Bunda.
Nah, untuk deteksi dini kanker leher rahim, pemerintah akan memperluas cakupan skrining berbasis DNA HPV di Indonesia, Bunda. Salah satunya dengan metode self-sampling atau pengambilan sampel secara mandiri yang dapat dilakukan perempuan di rumah.
"Kalau dulu dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan swab, dengan menggunakan pemeriksaan pap smear. Kalau sekarang dilakukan pemeriksaan mandiri. Jadi kita kasih alatnya, mereka melakukan swab sendiri secara mandiri. Kemudian, hasilnya dikasih ke petugas laboratorium untuk diperiksa," ungkap Dante.
Self-sampling DNA HPV untuk deteksi kanker leher rahim
Percontohan self-sampling DNA HPV telah dilakukan Kemenkes bekerja sama dengan berbagai pihak. Percontohan ini dilakukan di Surabaya, Jawa Timur pada periode April 2025 hingga Oktober 2025.
Total peserta dalam percontohan studi ini adalah 5.500 perempuan. Hasilnya, ada 4,6 persen peserta dengan DNA HPV positif.
Bila dibandingkan percontohan yang dilakukan dengan skrining berbasis tenaga kesehatan di Sidoarjo di waktu yang sama, cakupan angka invalid dari self-sampling jauh lebih kecil, yakni hanya 1,1 persen. Percontohan di Sidoarjo setidaknya melibatkan 923 peserta.
"Ternyata dari angka pilot studi yang kita lakukan di Surabaya ini, angka invalid-nya cuma 1,1 persen. Nanti dengan edukasi yang lebih baik, mudah-mudahan swab mandiri ini bisa menjadi salah satu tool yang bisa mengidentifikasi kasus kanker leher rahim di seluruh Indonesia," ujar Dante.
Self-sampling DNA HPV ditujukan bagi perempuan berusia 30 hingga 69 tahun, Bunda. Di self-sampling ini, perempuan bisa mendapatkan alat skrining mandiri untuk mengambil spesimen dari lendir serviks melalui vagina.
Spesimen lalu disimpan di dalam tabung untuk selanjutnya diberikan ke tenaga kesehatan, seperti Puskesmas atau kader terpilih di lingkungan rumah. Kemudian, spesimen akan dicek di laboratorium untuk dilihat hasilnya.
Self-sampling DNA HPV bakal masuk program Cek Kesehatan Gratis (CKG)
Dalam kesempatan ini, Direktur Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, mengatakan bahwa self-sampling DNA HPV bakal masuk ke dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dimulai sejak Februari 2025. Itu artinya, skrining mandiri ini bisa didapatkan secara gratis di fasilitas kesehatan, Bunda.
"Jadi kita akan bagikan alat self-sampling ini melalui program CKG ya. Nanti di Puskesmas itu mereka bisa melakukan self-sampling atau bisa diambilkan oleh petugas. Jadi ini terintegrasi dengan CKG. Kemudian nanti kalau mau lewat kader untuk mendampingi, nanti Puskesmas yang akan desain programnya. Ini berlaku di seluruh Indonesia," ungkap perempuan yang akrab disapa Nadia ini.
"Intinya, Puskesmas bisa kasih dua pilihan, self-sampling ataupun juga dibantu petugas," sambungnya.
Kata Bunda yang sudah mencoba self-sampling DNA HPV
Menurut hasil studi percontohan, banyak Bunda yang mengaku terbantu dengan hadirnya program self-sampling DNA HPV. Mereka mendeskripsikan sebagai skrining yang sederhana, privat, dan dinilai sangat efektif, terutama bagi perempuan yang sebelumnya takut menjalani pemeriksaan.
Berikut komentar beberapa Bunda yang telah mencoba self-sampling dalam studi percontohan:
"Saya sebelumnya tidak mau menjalani tes IVA karena takut dan malu, karena harus diperiksa oleh orang lain menggunakan spekulum. Namun dengan metode ini (self-sampling), karena bisa dilakukan sendiri, saya menjadi lebih berani," ujar seorang Bunda penerima self-sampling.
"Saya sangat bersyukur bisa mengetahuinya sekarang, meskipun awalnya saya takut. Jika tidak, mungkin sudah terlambat. Ini adalah berkat dari Tuhan," kata Bunda lain yang melakukan tindak lanjut pengobatan setelah menjalani skrining DNA HPV.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Kehamilan
Skrining Kanker Serviks dengan HPV DNA Gratis di Jakarta, Bunda di Atas 30 Tahun Perlu Tahu
Kehamilan
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
Kehamilan
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
Kehamilan
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cerita Perempuan 30 Th Alami Kanker Serviks Stadium Akhir, Ini Gejala yang Dialami
Skrining Kanker Serviks Kini 5 Tahun Sekali, Ini Dampaknya bagi Perempuan
Seberapa Penting Pap Smear hingga Thin Prep untuk Deteksi Kanker Serviks?