Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Nutrisi Buruk Selama Kehamilan Bisa Sebabkan Nutrisi Otak Janin Terhambat? Ini Faktanya!

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 02 Feb 2026 19:30 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil
Nutrisi Buruk Selama Kehamilan Bisa Sebabkan Nutrisi Otak Janin Terhambat? Ini Faktanya!/Foto: Getty Images/iStockphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Sebuah penelitian di Filipina mengungkapkan, nutrisi yang diserap ibu hamil sangat berpengaruh bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi di dalam kandungan. Inilah mengapa penting untuk Bunda memenuhi asupan nutrisi selama kehamilan.

Para peneliti tak henti-hentinya mengingatkan bawa kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan anak mengidap stunting. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang diakibatkan kekurangan gizi kronis.

Tak sedikit, bayi yang mengidap stunting akan memiliki berat dan panjang badan yang begitu kecil. Selain itu, fungsi otak juga tidak akan berkembang dengan optimal. Akibatnya, mungkin anak akan merasa kesulitan dalam belajar di sekolah.

Nah, maka dari itu, penting bagi Bunda untuk mengetahui nutrisi apa saja yang harus dipenuhi selama kehamilan. Selain itu, Bunda juga bisa menyimak pendapat para ahli untuk mendapatkan insight lebih banyak mengenai hal ini.

Temuan mengenai kekurangan gizi pada bayi yang baru lahir

Menteri Kesehatan Filipina, Dr. Teodoro J. Herbosa mengungkapkan bahwa setidaknya terdapat satu dari empat anak di Filipina mengalami stunting otak. Selain itu, diketahui juga 30 persen wanita hamil di bawah 18 tahun tidak mempersiapkan kehamilan mereka dengan baik.

Berdasarkan Survei Gizi Nasional tahun 2023 di Filipina, ditemukan sebanyak 23,6 persen anak di bawah usia lima tahun mengalami stunting. Bahkan, kasus anak kekurangan gizi di sana juga terlapor hingga menyentuh angka 15,1 persen.

Data ini tak bisa disepelekan, Bunda. Masalah ini akan semakin serius dan bisa mengancam keberlangsungan hidup anak di masa depan. Karenanya, Departemen Kesehatan Filipina gencar memberikan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran para ibu hamil.

Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan salah satu anggota Koalisi 1000 Hari Pertama Anak-anak, Dr. Michael Raymond Aragon. Menurutnya, periode emas tubuh anak menyerap asupan nutrisi terjadi ketika mereka berusia tidak lebih dari dua tahun.

“Dua tahun pertama kehidupan dikenal sebagai masa emas perkembangan otak anak. Apabila kebutuhan gizinya tidak terpenuhi dengan baik pada periode ini, anak berisiko mengalami hambatan perkembangan hingga jangka panjang,” tuturnya, dikutip dari laman The Straits Times.

Nutrisi yang harus terpenuhi di tiap trimester kehamilan Bunda

Setelah Bunda mengetahui betapa pentingnya kecukupan nutrisi dalam tubuh, berikut adalah rekomendasi nutrisi yang harus dipenuhi di tiap trimester kehamilan Bunda. Langkah ini bukanlah acuan, tetapi setidaknya membantu Bunda menentukan nutrisi yang tak boleh terlewatkan.

1. Trimester pertama

Di trimester pertama, Bunda bisa memprioritaskan asupan karbohidrat, protein, lemak, vitamin B9 (asam folat), vitamin B6, dan zat besi. Bunda dapat memperolehnya dari makanan seperti oatmeal, ikan, kacang-kacangan, telur, hati sapi, dan bayam.

2. Trimester kedua 

Memasuki trimester kedua, Bunda perlu menambahkan beberapa nutrisi, seperti kalsium dan magnesium. Nah, untuk memperolehnya, Bunda bisa konsumsi makanan yang mengandung kalsium seperti susu, serta alpukat untuk menambah magnesium dalam tubuh.

3. Trimester ketiga

Di penghujung trimester, Bunda perlu menambahkan asupan serat, vitamin K, dan vitamin B1. Mengapa? Sebab fase ini akan menjadi pelengkap sebelum bayi siap dilahirkan. Dengan kebutuhan nutrisi yang cukup, maka persalinan dan pasca persalinan Bunda akan lebih aman dan sehat.

Manfaat nutrisi penting untuk kehamilan

Dilansir dari jurnal penelitian yang membahas tentang nutrisi pada ibu hamil, sejumlah ahli mencatat beberapa nutrisi memiliki segudang manfaat yang penting untuk kehamilan. Berikut adalah daftarnya, Bunda. 

1. Asam Folat

Asam folat sangat bermanfaat untuk membantu pembentukan DNA dan pembelahan sel. Selain itu, dengan asam folat yang cukup mampu menekan  risiko cacat tabung saraf pada bayi. Oleh karena itu, nutrisi ini sangat penting  di awal kehamilan.

Makanan yang mengandung asam folat bisa berupa sayuran hijau, kacang-kacangan, buah jeruk, sereal, hingga suplemen asam folat tambahan. Sejauh ini, makanan yang dikonsumsi untuk memperoleh asam folat masih sangat terjangkau dan mudah ditemukan.

2. Omega 3 (DHA & EPA)

Omega 3 memiliki pengaruh penting  untuk mendukung perkembangan otak bayi. Selain perkembangan otak, omega 3 juga akan membantu perkembangan retina, saraf mata, yang akan membuat penglihatan bayi lebih optimal.

Bunda bisa memperoleh nutrisi ini dengan mengonsumsi ikan rendah merkuri, telur yang kaya akan DHA, serta suplemen minyak ikan khusus untuk ibu hamil. Selain yang telah disebutkan, Bunda juga bisa berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat rekomendasi yang terbaik.

4. Kalsium

Seperti yang kita tahu, kalsium akan membantu pertumbuhan tulang dan gigi pada bayi. Tak hanya itu, ibu hamil pun akan mendapatkan manfaat yang luar biasa, seperti menurunkan risiko preeklamsia dan menjaga kesehatan tulang.

Kalsium sangat mudah diperoleh, Bunda. Susu beserta produk olahannya, seperti keju, yoghurt, bisa menjadi pilihan. Selain itu, ikan bertulang lunak sepeti teri juga bisa menjadi alternatif lain.

5. Vitamin D

Vitamin D dikenal mampu membantu penyerapan kalsium. Selain itu, vitamin D juga akan mendukung pembentukan tulang bayi serta mampu menjaga sistem imun pada ibu dan juga bayi.

Untuk mendapatkan asupan vitamin D cukup mudah, Bunda. Paparan sinar matahari bahkan bisa menyuplai vitamin D dengan baik. Selain itu, telur, ikan, dan suplemen dapat mengoptimalkan kebutuhan vitamin D dalam tubuh.

6. Zat besi

Seperti yang kita tahu, zat besi sangat bermanfaat untuk sel darah manusia. Bila asupan zat besi cukup, maka Bunda akan terhindar dari anemia. Selain itu, zat besi juga akan mendukung pembentukan sel darah merah hingga mencegah bayi lahir prematur.

Daging merah, hati, kacang-kacangan, sayuran merupakan deretan makanan yang mengandung zat besi. Bunda dapat menemui itu semua dengan mudah, maka dari itu Bunda harus memaksimalkan pemenuhan kebutuhan zat besi tersebut, ya.

7. Vitamin C

Vitamin C adalah salah satu vitamin yang memiliki segudang manfaat. Sebagai antioksidan, vitamin C bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga sistem imun. Selain itu, vitamin C diketahui dapat bekerja sama dengan zat besi dan menjadikan penyerapannya lebih optimal. 

Bunda dapat memperolehnya dari konsumsi buah-buahan, seperti jeruk, stroberi, kiwi, paprika, dan tomat. Selain itu, Bunda juga bisa mengonsumsi suplemen vitamin C yang sudah disetujui oleh dokter.

Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan mengenai pentingnya asupan nutrisi yang cukup bagi ibu hamil, guna menunjang kebutuhan nutrisi bayi dalam kandungan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda