Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Adakah Bahaya Buah Pir untuk Ibu Hamil? Ketahui Kandungan Nutrisinya

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Minggu, 25 Jan 2026 10:40 WIB

Close up pear in pregnant womans hand. Diet, fruits and vitamins during pregnancy
Adakah Bahaya Buah Pir untuk Ibu Hamil? Ketahui Kandungan Nutrisinya/Foto: Getty Images/Volodymyr Kalyniuk
Daftar Isi
Jakarta -

Kehamilan adalah masa yang sensitif sehingga pola makan seimbang sangat penting. Namun, banyak ibu hamil bertanya-tanya makanan apa yang boleh mereka konsumsi selama fase perubahan hidup ini. 

Dikutip dari Medical news today, mengonsumsi makanan sehat dan bervariasi sangat penting selama kehamilan. Nutrisi yang tepat dapat membantu janin berkembang dan tumbuh sebagaimana mestinya. Diet seimbang dan sehat juga dapat membantu mencegah komplikasi kehamilan dan persalinan.

Mengonsumsi buah sebagai camilan juga merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan asupan vitamin dan mengurangi keinginan mengonsumsi gula. Buah segar, seperti beri, pisang, apel, dan buah jeruk, mengandung vitamin A dan C, kalium, dan serat.

Mengonsumsi lebih banyak serat makanan selama kehamilan dapat menurunkan risiko intoleransi glukosa dan preeklamsia, mencapai berat badan kehamilan yang sehat, dan mencegah sembelit.

Dikutip dari Parenting first cry, salah satu buah yang banyak orang ragukan adalah pir, buah tropis lezat yang sudah ada sejak lama. Buah pir kerap direkomendasikan sebagai camilan sehat karena rasanya segar dan kaya serat. Namun, sebagian Bunda mungkin bertanya-tanya, apakah buah pir berbahaya untuk ibu hamil? Kekhawatiran ini wajar, mengingat kehamilan adalah masa krusial bagi kesehatan ibu dan janin.

Faktanya, buah pir tidak termasuk makanan yang dilarang saat hamil, tetapi ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan agar konsumsinya tetap aman.

Apakah buah pir aman untuk ibu hamil?

Secara umum, buah pir aman dikonsumsi selama kehamilan jika dimakan dalam porsi wajar dan dengan cara yang benar. Tidak ada pedoman medis yang menyebutkan bahwa pir harus dihindari oleh ibu hamil.

Namun, risiko dapat muncul bukan dari buah pir itu sendiri, melainkan dari:

  • Cara pengolahan yang kurang higienis
  • Konsumsi berlebihan
  • Kondisi kesehatan tertentu pada ibu hamil

Kandungan gizi buah pir

Dalam satu buah pir ukuran sedang, terkandung:

  • Serat pangan
  • Vitamin C
  • Vitamin K
  • Folat (vitamin B9)
  • Kalium
  • Antioksidan seperti flavonoid dan quercetin

Nutrisi ini berperan penting dalam mendukung pencernaan, daya tahan tubuh ibu, serta perkembangan jaringan janin.

Bahaya buah pir untuk ibu hamil

Meski buah pir tergolong aman untuk dikonsumsi saat hamil, tetap ada beberapa potensi risiko yang perlu Bunda pahami. Risiko ini umumnya muncul karena cara konsumsi yang kurang tepat atau kondisi kesehatan tertentu, bukan karena buah pir itu sendiri.

1. Risiko infeksi bakteri jika tidak dicuci Bersih

Buah segar, termasuk pir, berisiko terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes bila tidak dicuci dengan baik. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ibu hamil 10 kali lebih berisiko terkena listeriosis dibandingkan orang dewasa lainnya.

Infeksi listeria saat hamil dapat meningkatkan risiko:

  • Keguguran
  • Kelahiran prematur
  • Infeksi serius pada janin

Studi dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology menyebutkan bahwa konsumsi produk segar yang tidak dicuci bersih menjadi salah satu sumber paparan listeria pada kehamilan.

2. Gangguan pencernaan akibat serat tinggi

Buah pir mengandung serat larut yang tinggi. Dalam jumlah wajar, serat membantu mencegah sembelit. Namun, bila dikonsumsi berlebihan, pir dapat menyebabkan:

  • Perut kembung
  • Gas berlebih
  • Diare

Penelitian dalam Journal of Gastroenterology menjelaskan bahwa asupan serat berlebihan dapat memperburuk keluhan pencernaan, terutama pada individu dengan sistem cerna sensitif, termasuk ibu hamil.

3. Pengaruh gula alami pada gula darah

Pir mengandung fruktosa, yaitu gula alami dari buah. Meski indeks glikemiknya tergolong sedang, konsumsi berlebihan tetap dapat menyebabkan lonjakan gula darah.

Hal ini perlu diperhatikan terutama oleh Bunda dengan:

  • Diabetes gestasional
  • Riwayat resistensi insulin

Menurut Diabetes Care Journal, pengaturan porsi buah tetap penting dalam kehamilan untuk menjaga stabilitas gula darah.

4. Residu pestisida pada kulit buah

Kulit pir dapat mengandung residu pestisida jika tidak dicuci dengan benar. Environmental Working Group (EWG) mencatat bahwa beberapa buah dengan kulit tipis berisiko menyimpan residu pestisida.

Paparan pestisida dalam jumlah besar selama kehamilan dikaitkan dengan gangguan perkembangan janin, sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Environmental Health Perspectives.

5. Biji buah pir tidak dianjurkan

Biji pir mengandung senyawa amygdalin yang dapat melepaskan sianida dalam jumlah kecil jika dikunyah dan dikonsumsi. Meski jumlahnya sangat kecil, biji tetap sebaiknya tidak dimakan, terutama selama kehamilan.

Ilustrasi Ibu Hamil Makan PirIlustrasi Ibu Hamil Makan Pir/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Cara aman mengonsumsi buah pir saat hamil

Agar manfaat buah pir bisa diperoleh secara optimal tanpa menimbulkan risiko bagi ibu dan janin, berikut beberapa cara aman yang dianjurkan untuk Bunda:

1. Cuci buah pir dengan benar

Cuci pir di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi. Gosok permukaan kulitnya dengan tangan atau sikat khusus buah untuk membantu menghilangkan kotoran, bakteri, dan residu pestisida.

2. Kupas kulit jika ragu kebersihannya

Jika Bunda tidak yakin asal atau kebersihan buah, mengupas kulit pir bisa menjadi pilihan yang lebih aman, terutama selama kehamilan.

3. Buang biji sebelum dimakan

Biji pir sebaiknya tidak dikonsumsi karena mengandung amygdalin yang dapat melepaskan senyawa berpotensi toksik dalam jumlah kecil.

4. Konsumsi dalam porsi wajar

Porsi aman adalah sekitar 1 buah pir ukuran sedang per hari. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti kembung atau diare.

5. Perhatikan kondisi kesehatan Bunda

Bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional atau masalah pencernaan sensitif, sebaiknya konsumsi pir dibatasi dan disesuaikan dengan anjuran dokter atau ahli gizi.

6. Hindari pir yang memar atau busuk

Buah yang sudah rusak lebih berisiko mengandung bakteri. Pilih pir yang segar, tidak lembek, dan tidak berbau asam.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda