kehamilan
15 Obat Flu untuk Ibu Hamil yang Aman dan Menyembuhkan
HaiBunda
Selasa, 20 Jan 2026 16:30 WIB
Daftar Isi
- 8 Rekomendasi obat flu untuk ibu hamil yang aman bisa dibeli apotek
- 7 Rekomendasi obat flu untuk ibu hamil alami
- Aturan minum obat flu untuk ibu hamil
- Penyebab flu saat hamil
- Gejala Flu yang Berbahaya untuk Ibu Hamil
- Jika bumil batuk pilek, apakah berpengaruh pada janin?
- Apakah flu selama masa kehamilan bisa sebabkan keguguran?
- Bolehkah ibu hamil menghirup minyak angin untuk atasi flu?
- Benarkah flu dapat menyebabkan cairan ketuban rendah?
- Cara mencegah flu saat hamil
Flu saat hamil memang sering membuat Bunda cemas. Di satu sisi, tubuh terasa tidak nyaman karena hidung tersumbat, batuk, demam, atau nyeri badan. Namun di sisi lain, Bunda juga harus ekstra hati-hati dalam memilih obat, karena tidak semua obat flu aman dikonsumsi selama kehamilan.
Pasalnya, saat hamil sistem kekebalan tubuh cenderung menurun sehingga Bunda lebih rentan terserang flu. Penggunaan obat yang tidak tepat, terutama tanpa konsultasi dokter, berisiko memengaruhi kesehatan janin.
Yuk, simak artikel di bawah ini untuk mengetahui pilihan obat flu untuk ibu hamil yang aman dan efektif, lengkap dengan aturan penggunaan serta tips mencegah flu selama kehamilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 Rekomendasi obat flu untuk ibu hamil yang aman bisa dibeli apotek
Berikut ini 8 rekomendasi obat pilek untuk ibu hamil yang aman dan bisa Bunda beli di apotek untuk membantu meredakan gejala flu tanpa membahayakan kesehatan ibu maupun janin.
1. Dextromethorphan
Dextromethorphan merupakan kandungan obat yang berfungsi untuk menekan refleks batuk dengan memengaruhi pusat batuk di otak. Dikutip dari laman GoodRx Health, penelitian pada ibu hamil tidak menunjukkan adanya kaitan antara penggunaan Dextromethorphan dan risiko cacat lahir, sehingga aman dikonsumsi untuk ibu hamil.
2. Guaifenesin
Guaifenesin dikenal sebagai obat yang membantu mengencerkan dahak, sehingga memudahkan dahak keluar saat batuk. Namun, penggunaan guaifenesin pada trimester pertama sebaiknya dihindari. Pada trimester kedua dan ketiga, obat ini dapat digunakan dengan pengawasan dan saran dokter ya, Bunda.
3. Obat flu ibu hamil: Paracetamol
Dilansir dari laman Drugs, paracetamol sering digunakan untuk mengatasi sakit kepala, nyeri otot, sakit tenggorokan, hingga demam akibat flu. Meski dinilai relatif aman, Bunda tetap dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter.
4. Acetaminophen
Acetaminophen merupakan nama lain dari paracetamol yang sering ditemukan dalam obat flu. Mengutip laman WebMD, kandungan ini dapat membantu meredakan beberapa gejala flu dan pilek.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga menyebutkan acetaminophen sebagai pereda nyeri yang paling aman untuk ibu hamil jika digunakan sesuai aturan.
5. Obat semprot hidung saline
Semprotan hidung saline bermanfaat untuk melembabkan rongga hidung, mengurangi iritasi, serta membantu mengeluarkan lendir. Umumnya, semprotan hidung tanpa obat aktif atau kandungan tertentu dinilai aman untuk ibu hamil.
Namun, Bunda perlu menghindari semprotan yang mengandung triamcinolone dan tetap berkonsultasi dengan dokter untuk pilihan merek obat semprot.
6. Obat antivirus
Ibu hamil yang mengalami flu dapat diberikan obat antivirus seperti oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza) atau peramivir (Rapivab) dengan resep dokter setelah diagnosis flu dipastikan.
Penelitian di Clinical Infectious Diseases dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyebutkan bahwa manfaat obat ini lebih besar dibandingkan risikonya, karena dapat meredakan gejala dan mencegah komplikasi serius,
7. Pseudoephedrine (Sudafed)
Pseudoephedrine merupakan dekongestan yang membantu meredakan hidung tersumbat akibat flu. Kandungan ini umumnya aman digunakan pada trimester ketiga, namun tidak dianjurkan pada trimester pertama karena berisiko terhadap perkembangan janin.
Ibu hamil dengan riwayat tekanan darah tinggi atau gangguan jantung juga sebaiknya menghindari obat ini.
8. Chlorpheniramine
Chlorpheniramine termasuk golongan antihistamin yang digunakan untuk meredakan bersin, pilek, mata berair, dan batuk akibat flu atau alergi.
Mengutip dari NHS Inggris, obat ini dapat digunakan selama kehamilan karena belum ditemukan bukti berbahaya bagi janin. Meski demikian, efek samping seperti rasa kantuk perlu diperhatikan oleh bunda.
7 Rekomendasi obat flu untuk ibu hamil alami
Di bawah ini daftar tujuh rekomendasi obat flu alami untuk ibu hamil yang dapat membantu meredakan gejala flu dengan cara lebih aman bagi tubuh Bunda serta janin.
1. Jahe
Jahe dikenal memiliki efek menghangatkan tubuh serta membantu melancarkan peredaran darah. Rempah ini juga memiliki sifat antibakteri dan antivirus yang dapat membantu melawan penyebab infeksi.
Meski bermanfaat, konsumsi jahe selama kehamilan tetap perlu dibatasi dan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter agar sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
2. Bawang Putih
Bawang putih mengandung senyawa alami yang bersifat antibakteri dan antivirus. Mengonsumsinya dalam jumlah yang tidak berlebihan dapat membantu meredakan gejala flu dan batuk pada ibu hamil serta mendukung sistem imun tubuh.
3. Cuka Sari Apel
Cuka sari apel mengandung antioksidan dari senyawa polifenol yang bermanfaat untuk meredakan pilek dan flu.
Bunda bisa mencampurkan cuka sari apel dengan air hangat atau teh, lalu mengonsumsinya beberapa kali sehari atau menggunakannya sebagai obat kumur.
4. Air Garam
Berkumur dengan air garam hangat dapat membantu meredakan radang tenggorokan dan mengurangi jumlah kuman penyebab infeksi. Cara alami ini juga dipercaya dapat membantu menurunkan gejala flu apabila dilakukan secara rutin.
5. Sup Ayam
Sup ayam yang hangat kaya akan nutrisi dan memiliki sifat anti-inflamasi alami. Konsumsi sup ayam dapat membantu melegakan tenggorokan, meredakan hidung tersumbat, serta memberikan rasa nyaman saat tubuh sedang tidak fit.
6. Madu
Madu dikenal efektif membantu meredakan batuk karena dapat melapisi dan melembabkan tenggorokan. Ibu hamil tetap aman mengonsumsi madu, asalkan memilih madu yang telah dipasteurisasi untuk menghindari risiko infeksi.
7. Air Lemon
Obat flu alami untuk ibu hamil yang terakhir adalah air lemon. Air perasan lemon kaya vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Selain membantu melawan infeksi, air lemon juga membantu menjaga cairan tubuh agar Bunda tidak mengalami dehidrasi saat flu.
Aturan minum obat flu untuk ibu hamil
Sebagian besar dokter kandungan menyarankan ibu hamil untuk tidak langsung mengonsumsi obat, terutama pada 12 minggu pertama kehamilan. Periode ini merupakan fase penting pembentukan organ-organ utama janin, sehingga paparan obat tertentu berisiko mengganggu perkembangannya.
Oleh karena itu, Bunda dianjurkan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau tengah mengonsumsi maupun mempertimbangkan penggunaan obat tertentu. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan ibu dan bayi dalam kandungan.
Selain itu, hindari obat flu dengan kandungan campuran atau “all-in-one” yang ditujukan untuk meredakan berbagai gejala sekaligus. Akan lebih aman jika Bunda memilih obat dengan satu jenis kandungan yang sesuai dengan keluhan yang dirasakan.
Beberapa jenis obat sebaiknya tidak dikonsumsi oleh ibu hamil kecuali atas anjuran dokter, karena dapat meningkatkan risiko masalah pada kehamilan, antara lain:
- Aspirin
- Ibuprofen
- Naproxen
- Kodein
- Antibiotik tertentu seperti Bactrim
Dengan memahami aturan penggunaan obat flu selama kehamilan, Bunda dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan tanpa mengabaikan keselamatan janin.
Penyebab flu saat hamil
Saat hamil, tubuh Bunda mengalami berbagai perubahan, termasuk pada sistem kekebalan. Secara alami, daya tahan tubuh ibu hamil cenderung menurun sehingga respons tubuh terhadap infeksi tidak secepat sebelum hamil. Kondisi inilah yang membuat ibu hamil lebih rentan terserang penyakit, termasuk flu.
Mengutip dari laman March of Dimes, flu disebabkan oleh virus yang mudah menular dari satu orang ke orang lain. Virus ini dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
Selain itu, ibu hamil juga bisa tertular flu saat menyentuh benda yang terkontaminasi virus, seperti gagang pintu atau ponsel, lalu menyentuh area wajah seperti hidung, mata, atau mulut.
Flu bersifat menular bahkan sebelum gejalanya muncul. Seseorang dapat menyebarkan virus flu sejak satu hari sebelum sakit hingga sekitar 5–7 hari setelahnya. Pada kondisi tertentu, seperti flu berat atau pada anak-anak, penularan bisa berlangsung lebih lama.
Melansir dari laman Cleveland Clinic, virus flu yang menyerang ibu hamil sebenarnya sama dengan yang menginfeksi orang lain.
Virus ini menyerang saluran pernapasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Namun, karena sistem imun ibu hamil lebih lemah, risiko tertular dan mengalami gejala yang lebih berat pun menjadi lebih besar.
Gejala Flu yang Berbahaya untuk Ibu Hamil
Flu saat hamil tidak boleh dianggap sepele karena dapat memicu komplikasi serius. Ibu hamil yang terserang flu berisiko mengalami gangguan kesehatan seperti pneumonia, yaitu infeksi paru-paru yang bisa berbahaya bagi ibu dan janin.
Selain itu, demam tinggi akibat flu juga dikaitkan dengan risiko masalah pada janin, termasuk cacat tabung saraf yang memengaruhi perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengenali gejala flu sejak dini. Berikut gejala flu yang umum dialami ibu hamil meliputi:
- Demam mendadak dengan suhu sedang hingga tinggi
- Menggigil
- Batuk kering
- Hidung tersumbat atau berair
- Sakit tenggorokan
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Nafsu makan menurun
- Tubuh terasa sangat lelah
Pada sebagian kasus, gejala flu bisa berlangsung lebih dari satu minggu dan cenderung lebih lama pada ibu hamil dibandingkan orang lain.
Bunda perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami tanda-tanda flu yang berbahaya berikut ini:
- Gerakan janin berkurang atau tidak terasa sama sekali
- Demam tinggi yang tidak turun meski sudah minum obat penurun panas
- Nyeri atau rasa tertekan di dada atau perut
- Pusing berat atau kebingungan mendadak
- Sesak atau kesulitan bernapas
- Muntah parah atau tidak berhenti
- Gejala flu sempat membaik, lalu muncul kembali disertai demam dan batuk yang lebih berat
Ibu hamil tidak dianjurkan mengonsumsi obat apa pun tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, demi menjaga keselamatan Bunda dan Si Kecil.
Jika bumil batuk pilek, apakah berpengaruh pada janin?
Batuk pilek atau flu yang dialami ibu hamil umumnya tidak langsung menular ke janin. Namun, kondisi ini tetap perlu diwaspadai karena gejala tertentu dapat berdampak pada tumbuh kembang bayi dalam kandungan.
Flu selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin, terutama bila disertai demam tinggi. Demam merupakan salah satu gejala flu yang cukup sering muncul dan berpotensi menimbulkan masalah pada perkembangan bayi, termasuk risiko gangguan pembentukan tabung saraf.
Oleh karena itu, meski janin tidak ikut “tertular” flu, efek dari gejala yang dialami ibu bisa berdampak tidak langsung pada kehamilan.
Apakah flu selama masa kehamilan bisa sebabkan keguguran?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang terserang flu memiliki risiko lebih tinggi mengalami keguguran, persalinan prematur, serta melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah.
Risiko ini umumnya meningkat bila flu tidak ditangani dengan baik atau disertai gejala berat, seperti demam tinggi yang berkepanjangan.
Karena itu, penting bagi Bunda untuk segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami flu selama kehamilan, agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang berbahaya bagi ibu maupun janin.
Bolehkah ibu hamil menghirup minyak angin untuk atasi flu?
Saat flu menyerang, sebagian ibu hamil memilih cara alami seperti menghirup minyak angin untuk meredakan hidung tersumbat atau rasa tidak nyaman di tubuh. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan.
Mengutip dari laman GoodRx, selama kehamilan, ibu hamil dianjurkan lebih berhati-hati dalam menggunakan produk apa pun, termasuk yang bersifat topikal atau aromaterapi, karena belum semua bahan memiliki bukti keamanan yang kuat bagi janin.
Secara umum, pilihan non obat seperti menghirup uap hangat atau larutan saline dinilai lebih aman untuk meredakan gejala flu saat hamil. Jika Bunda ingin menggunakan minyak angin, sebaiknya hanya dioleskan tipis di area luar tubuh dan tidak dihirup secara berlebihan.
Benarkah flu dapat menyebabkan cairan ketuban rendah?
Flu saat hamil umumnya tidak langsung menyebabkan cairan ketuban rendah. Namun, flu pada ibu hamil bisa menimbulkan kondisi yang lebih berat, terutama bila disertai demam tinggi dan berkepanjangan.
Mengutip dari laman NSW Government, infeksi berat selama kehamilan dapat memicu berbagai komplikasi, seperti persalinan prematur atau gangguan kesehatan janin.
Meski flu bukan penyebab utama ketuban rendah, kondisi ibu yang tidak stabil akibat infeksi dan demam tinggi berpotensi memengaruhi keseimbangan cairan ketuban.
Cara mencegah flu saat hamil
Untuk melindungi Bunda dan janin dari flu, berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
1. Melakukan vaksin flu
Vaksin influenza dapat menurunkan risiko terkena flu hingga sekitar 70 persen. Antibodi yang terbentuk juga dapat diteruskan ke janin dan melindungi bayi hingga usia enam bulan setelah lahir.
2. Menjaga jarak dari orang yang sedang sakit
Hindari kontak langsung dengan orang yang mengalami flu untuk mengurangi risiko penularan.
3. Menghindari tempat yang ramai
Tempat yang ramai dapat meningkatkan risiko penyebaran virus, terutama saat musim flu.
4. Memastikan lingkungan sekitar sehat
Pastikan anggota keluarga atau orang yang sering berinteraksi dengan Bunda dan bayi dalam kondisi sehat dan, bila memungkinkan, sudah mendapatkan vaksin flu.
5. Memberikan ASI setelah melahirkan
Antibodi dari ibu juga dapat disalurkan melalui ASI untuk membantu melindungi bayi dari flu.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas, Bunda dapat membantu menurunkan risiko flu selama kehamilan sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
15 Rekomendasi Obat Flu untuk Ibu Hamil, Kenali Manfaat hingga Efek Sampingnya
Kehamilan
Bikin Napas Tak Nyaman, Apa Saja Pilihan Obat Flu untuk Ibu Hamil?
Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ibu Hamil Rentan Flu, Kenali Penyebab, Pencegahan, dan Cara Mengatasi yang Aman
Amankah Ibu Hamil Gunakan Nasal Spray? Ini Penjelasan Ahli
Infeksi Flu Berat saat Hamil Bisa Pengaruhi Perkembangan Janin, Ini Kata Pakar