Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Efek Kehamilan Tak Berakhir saat Melahirkan, Pemulihan Tubuh Bunda Butuh hingga 18 Bulan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 21 Jan 2026 08:50 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Ilustrasi Ibu Usai Melahirkan/ Foto: iStockphoto/Getty Images/geargodz
Daftar Isi
Jakarta -

Efek kehamilan tak berakhir setelah bayi lahir ke dunia. Tubuh setiap perempuan setidaknya membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk kembali ke kondisi normal setelah melahirkan, Bunda.

Studi terbaru yang diterbitkan di Science Advances mengungkap bahwa kehamilan dan persalinan dapat melibatkan perubahan dinamis dalam banyak sistem fisiologis tubuh perempuan. Studi ini dilakukan oleh para ahli biologi di Weizmann Institute of Science and Helen Schneider Women's Hospital di Israel, dan Yale University School of Medicine di Amerika Serikat.

"Buku teks menganggap bahwa masa pasca persalinan berlangsung selama enam minggu, tetapi banyak yang mengalami periode pemulihan yang jauh lebih lama," kata seorang ahli biologi sistem di Weizmann yang memimpin penelitian, Profesor Uri Alon, kepada BBC Science Focus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Mengetahui bahwa pemulihan membutuhkan waktu yang lama sangat penting untuk memfokuskan penelitian dan perhatian pada tahun setelah melahirkan," sambungnya.

Studi ini menggunakan data dari lebih 300.000 kelahiran di Israel. Para peneliti mempelajari bagaimana tubuh ibu berubah dari 4,5 bulan sebelum pembuahan, hingga 1,5 tahun setelah melahirkan.

Para peneliti juga mengumpulkan hasil dari 76 tes berbeda, yang mengukur kolesterol, darah, sel imun, peradangan, kesehatan hati, ginjal, dan tulang. Hasil ini didapat dari subjek perempuan yang melahirkan bayi sehat antara tahun 2003 dan 2020.

Hasil studi tentang efek kehamilan

Hasil studi menemukan bahwa kurang dari setengahnya, yakni 47 persen, dari hasil tes tersebut stabil dalam waktu satu bulan setelah persalinan, termasuk kadar zat besi dan penanda pembekuan darah. Kemudian, sebanyak 12 persen penanda kesehatan lainnya stabil antara empat dan 10 minggu setelah melahirkan, dan 41 persen sisanya membutuhkan waktu lebih dari 10 minggu untuk stabil.

Keterlambatan terlama adalah penanda kesehatan tulang dan organ hati, yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun atau 56 minggu, untuk stabil setelah melahirkan. Sementara itu, banyak juga penanda lain yang membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk stabil, termasuk kadar kolesterol, asam folat, sel darah merah, dan beberapa penanda kesehatan hormon dan kekebalan tubuh.

Beberapa parameter kesehatan sebenarnya menunjukkan perbaikan setelah melahirkan, tetapi tidak kembali ke tingkat sebelum kehamilan bahkan satu setengah tahun setelah melahirkan, termasuk beberapa penanda peradangan dan kesehatan darah.

Para peneliti tidak dapat memastikan apakah hal ini disebabkan oleh perubahan fisik yang berkaitan dengan proses melahirkan, atau perubahan gaya hidup dan perilaku yang terkait dengan kelahiran bayi. Namun, para ilmuwan mampu menemukan potensi tanda-tanda awal atau faktor risiko untuk beberapa gangguan kehamilan, termasuk preeklamsia dan diabetes gestasional.

Studi juga tidak menganalisis perbedaan yang ditimbulkan oleh pemberian ASI. Hal tersebut menjadi salah satu keterbatasan dalam studi.

"(Menyusui) tidak hanya memengaruhi hormon dan kadar zat besi, tetapi juga dapat dikaitkan dengan infeksi seperti mastitis," ungkap profesor kebidanan dan ginekologi di University College London, Profesor Dimitrios Siassakos.

Meski begitu, penelitian ini berhasil menghasilkan gambaran paling detail hingga saat ini terkait tubuh yang berubah setelah melahirkan. Setidaknya, hasil penelitian dapat membantu meningkatkan perawatan pasca persalinan bagi perempuan usai melahirkan.

Pentingnya memulihkan diri pasca melahirkan

Banyak Bunda mengabaikan masa pemulihan usai melahirkan karena terlalu fokus mengurus bayi yang baru lahir. Padahal, menjaga kondisi kesehatan sangat penting setelah melewati proses persalinan.

Dalam studi tahun 2023 yang diterbitkan di The Lancet Global Health, setidaknya ada 40 juta perempuan yang mengalami masalah kesehatan jangka panjang setelah melahirkan setiap tahunnya. Banyak di antaranya mengalami masalah kesehatan yang bahkan memengaruhi hubungan dengan bayi baru lahir.

"Banyak kondisi pasca persalinan menyebabkan penderitaan yang cukup besar dalam kehidupan sehari-hari perempuan jauh setelah melahirkan, baik secara emosional maupun fisik," ungkap Director of Sexual and Reproductive Health and Research di WHO, Dr. Pascale Allotey.

"Namun, sebagian besar kondisi tersebut tidak dikenali dan dilaporkan," sambungnya, dikutip dari laman Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Berikut beberapa cara untuk merawat diri usai melahirkan agar terhindar dari masalah kesehatan mental dan fisik, seperti melansir dari beberapa sumber:

1. Pemenuhan nutrisi

Setelah melahirkan, Bunda perlu memenuhi kebutuhan nutrisi ya. Usahakan untuk minum banyak air dan konsumsi makanan sehat, seperti protein tanpa lemak, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Menjaga tubuh tetap terhidrasi juga dapat membantu mengatasi sembelit.

2. Merawat area perineum

Jika melahirkan secara normal, Bunda mungkin akan merasa nyeri selama beberapa minggu di organ intim. Untuk mengindari infeksi, Bunda perlu merawat area perineum. Biasakan untuk membersihkan area intim dengan air bersih atau bilas dengan air hangat.

3. Membatasi aktivitas fisik

Kebanyakan perempuan dapat mulai berjalan atau melakukan gerakan ringan beberapa hari setelah melahirkan. Namun, Bunda yang melahirkan melalui operasi caesar mungkin perlu menunggu lebih lama. Setelah Bunda mampu berolahraga, mulailah perlahan agar tidak menimbulkan masalah baru pada luka bekas operasi.

4. Mendapat dukungan kesehatan mental

Tips terakhir adalah mendapatkan dukungan kesehatan mental. Masa pasca persalinan bisa sangat menantang dalam banyak hal. Jika merasa sedih, kewalahan, cemas, atau stres, Bunda dapat bicarakan hal itu dengan teman, pasangan, atau penyedia layanan kesehatan.

Demikian hasil studi yang mengungkap efek kehamilan tak berakhir setelah melahirkan. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda