Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

2 Negara yang Bakal Gratiskan Semua Biaya Persalinan Mulai 2026

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 10:20 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil Asia
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Saito Fam
Daftar Isi
Jakarta -

Biaya persalinan merupakan salah satu aspek penting yang perlu dipersiapkan oleh calon orang tua sebelum program hamil. Namun, biaya persalinan yang naik setiap tahun membuat banyak pasangan suami istri enggan untuk merencanakan kehamilan.

Di beberapa negara, biaya persalinan yang mahal dapat berakibat fatal, yakni menyebabkan penurunan angka kelahiran. Bila tidak diatasi, angka kelahiran akan terus menurun dan berakibat pada terhambatnya pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran tentang angka penurunan kelahiran ini ditanggapi berbeda di setiap negara. Namun, ada satu kebijakan yang belakangan menjadi sorotan. Ada dua negara besar yang memutuskan akan menggratiskan semua biaya persalinan mulai tahun 2026 ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Negara yang bakal gratiskan biaya persalinan

Melansir dari beberapa sumber, berikut 2 negara yang bakal gratiskan biaya persalinan di tahun 2026:

1. Jepang

Dilansir laman The Independent via AOL, negara Jepang kemungkinan akan menanggung biaya rumah sakit bagi perempuan yang menjalani persalinan mulai April 2026. Tindakan ini dilakukan sebagai upaya negara tersebut untuk membalikkan tren penurunan angka kelahiran.

Sebuah panel ahli yang bertugas meneliti cara-cara untuk meringankan beban keuangan bagi orang tua baru telah merekomendasikan pemerintah untuk menjadikan 'persalinan standar gratis', di bawah sistem asuransi kesehatan negara. Panel tersebut mengusulkan agar Kementerian Kesehatan Jepang merancang sistem khusus sekitar tahun fiskal 2026 untuk mengatasi penurunan angka kelahiran.

Perlu diketahui, selama ini persalinan tidak termasuk dalam cakupan skema asuransi kesehatan nasional Jepang kecuali jika melibatkan metode pembedahan seperti operasi caesar. Pemerintah memberikan subsidi hingga 500.000 yen Jepang atau sekitar Rp53 juta untuk setiap persalinan. Namun dalam sekitar 45 persen kasus yang dinilai oleh panel antara Mei 2023 dan September 2024, jumlah tersebut tidak cukup untuk menutupi seluruh biaya.

Tak hanya itu. Biaya persalinan bervariasi di setiap prefektur, dengan rumah sakit menetapkan biaya sendiri untuk persalinan normal. Menurut data Kementerian Kesehatan Jepang, biaya persalinan normal rata-rata di Jepang adalah 518.000 yen atau sekitar Rp55 juta (£2.674) pada semester pertama tahun 2024, meningkat 24 persen dari tahun 2012 ketika sekitar 417.000 yen atau Rp44 juta.

Tahun lalu, Jepang mencatat angka kelahiran terendah sejak pencatatan dimulai 125 tahun yang lalu. Ini adalah tahun kesembilan berturut-turut terjadi penurunan angka kelahiran di 'Negeri Sakura', Bunda. Kementerian Kesehatan mencatat 720.988 kelahiran pada tahun 2024, turun lima persen dari tahun sebelumnya.

Pemerintah telah mencoba berbagai cara untuk mengatasi masalah ini, termasuk memperluas fasilitas penitipan anak, menawarkan subsidi perumahan, dan bahkan meluncurkan aplikasi kencan untuk mendorong pernikahan dan kelahiran anak. Tampaknya, program menggratiskan persalinan menjadi cara terbaru pemerintah untuk mengatasi penurunan angka kelahiran di tahun ini.

Ilustrasi Ibu dan BayiIlustrasi Ibu dan Bayi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/FatCamera

2. China

Negara lain yang berencana menggratiskan biaya persalinan adalah China. Dikutip dari laman NDTV World, Badan Administrasi Keamanan Kesehatan Nasional negara China mengatakan bahwa kebijakan ini dilakukan untuk mendorong lebih banyak pasangan muda untuk memiliki anak.

Pada tahun 2026, China akan berupaya menawarkan penggantian penuh secara nasional untuk semua biaya medis yang ditanggung polis terkait persalinan, termasuk pemeriksaan prenatal. Kebijakan ini juga akan berfokus untuk meningkatkan cakupan biaya medis untuk pemeriksaan prenatal dan berupaya mencapai 'tak ada biaya tambahan' untuk persalinan.

Populasi China menurun untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade pada tahun 2022 dan terus merosot hingga tahun 2024. Para ahli demografi memperkirakan tren ini akan berlanjut karena angka kelahiran yang menurun, sementara angkatan kerja negara menyusut dan populasi lansia meningkat. Hal itu kemungkinan akan menciptakan tekanan tambahan bagi pemerintah daerah yang sudah terbebani utang.

Sejauh ini, beberapa provinsi di China, seperti Jilin, Jiangsu, dan Shandong, telah meluncurkan kebijakan untuk membuat persalinan hampir gratis.

Sebelumnya, pemerintah sendiri telah berupaya mendorong pasangan untuk memiliki bayi dengan memperpanjang cuti melahirkan. Pemerintah juga memberikan tunjangan keuangan dan pajak, serta subsidi perumahan bagi pasangan yang memiliki anak.

Demikian 2 negara yang bakal gratiskan semua biaya persalinan di tahun 2026.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda