Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cara Menghilangkan Cemas & Pikiran Buruk saat Hamil Menurut Islam, Amalkan Doa Ini!

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Sabtu, 17 Jan 2026 14:40 WIB

Pregnancy, muslim prayer beads and woman pray to Allah, god or holy spirit for Islam religion, faith and baby support. Hope, moslem home and profile of pregnant Islamic person praying for worship
Cara Menghilangkan Cemas & Pikiran Buruk saat Hamil Menurut Islam, Amalkan Doa Ini!/Foto: Getty Images/Tassii
Daftar Isi
Jakarta -

Perasaan saat hamil memang suka tiba-tiba random ya, Bunda. Tak jarang, muncul kecemasan berlebihan yang mengganggu kenyamanan bumil. Yuk, simak tips cara menghilangkan cemas dan pikiran buruk saat hamil.

Merasa cemas dan panik ketika hamil merupakan hal yang wajar dan dialami banyak ibu hamil. Tetapi, saat Bunda merasa cemas hampir sepanjang waktu dan sulit untuk rileks, hal ini tentu menjadi masalah serius dan Bunda membutuhkan dukungan dari support system terdekat.

Memahami rasa cemas

Kecemasan merupakan perasaan yang dirasakan seseorang saat melakukan sesuatu yang membuat mereka stres atau merasa kesulitan. Kecemasan ini levelnya bisa ringan dan juga berat ya, Bunda. Pada Bunda hamil dan pasca persalinan, rasa sedih dan bersalah yang muncul tiba-tiba karena merasa cemas yang seharusnya mereka bahagia dengan kehadiran Si Kecil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menyoal kecemasan, hal ini sebenarnya bukanlah merupakan sebuah kelemahan, sesuatu yang akan hilang dengan sendirinya, atau sesuatu yang seharusnya dapat diatasi dengan cepat. Sehingga, ketika level kecemasan semakin mengganggu, Bunda dapat meminta dukungan dari dokter ataupun bidan.

Gejala kecemasan yang mungkin memerlukan dukungan yang dikelola meliputi beberapa hal berikut ini ya, Bunda:

1. Merasa cemas sepanjang waktu atau hampir sepanjang waktu 
2. Tidak mampu mengendalikan atau mengelola kecemasan
3. Merasa gelisah
4. Merasa sangat khawatir
5. Merasa takut terus menerus
6. Kesulitan untuk memfokuskan pikiran
7. Merasa pikiran kosong
8. Merasa mudah tersinggung
9. Merasa selalu tegang
10. Kesulitan untuk tidur atau tetap tidur

Seberapa umum kecemasan selama kehamilan?

Kecemasan selama kehamilan sebenarnya hal yang umum terjadi, Bunda. Hampir 1 dari 5 perempuan hamil atau ibu yang melahirkan mengalami hal ini, seperti dikutip dari laman Tommys.

Perlu Bunda ketahui bahwa kehamilan sebenarnya dapat menyebabkan Bunda merasakan berbagai emosi. Sulit untuk mengetahui apakah Bunda dapat mengatasi perasaan tersebut, atau apakah Bunda membutuhkan dukungan ekstra.

Namun di luar itu semua, percayalah pada diri sendiri. Karena, diri sendirilah yang menjadi penilai terbaik apakah perasaan yang normal bagi diri sendiri. Jika Bunda sering merasa cemas, atau mengalami serangan panik selama kehamilan, pastikan segera mencari bantuan ya, Bunda.

Penyebab cemas selama kehamilan

Selama kehamilan, otak sedianya mengalami perubahan untuk membantu Bunda bersiap menjadi orang tua. Hal ini tentunya dapat menyebabkan peningkatan tingkat kecemasan. Kecemasan sendiri sebenarnya dapat berasal dari perasaan tidak yakin tentang apa yang akan terjadi, dan perasaan ingin melindungi bayi dan diri sendiri. Sehingga, tak mengherankan banyak juga orang merasa cemas tentang melahirkan.

Setiap orang memiliki risiko mengalami kecemasan ya, Bunda. Tetapi, Bunda mungkin lebih bisa mengalaminya jika terkait hal-hal berikut ini:

1. Terdapat riwayat keluarga dengan kecemasan atau depresi
2. Pernah mengalami kecemasan atau serangan panik di masa lalu
3. Mengalami trauma atau pelecehan
4. Kondisi jangka panjang atau menyakitkan
5. Mengalami stres tambahan karena hal-hal seperti masalah hubungan, masalah keuangan, atau kehilangan pekerjaan.

Apakah kecemasan bisa memengaruhi bayi dalam kandungan?

Memiliki kekhawatiran atau kecemasan ataupun stres tentunya bisa memengaruhi bayi dalam kandungan ya, Bunda. Dan, hal ini merupakan kondisi yang wajar terjadi selama kehamilan.

Cara terbaik dalam membebaskan diri dari serangan kecemasan selama kehamilan tentunya dengan mendapatkan perawatan dan dukungan terkait kecemasan tersebut. Hal ini nantinya dapat membantu memutus siklus yang ada serta mengurangi risiko apa pun terhadap bayi Bunda. Cobalah untuk fokus meminta bantuan dan menemukan cara untuk mengelola gejala yang ada. 

Cara mengatasi kecemasan selama kehamilan

Kehamilan dan persalinan merupakan peristiwa yang besar dalam hidup. Sehingga, jangan terlalu keras pada diri sendiri karena memiliki perasaan tersebut. Bicaraka dengan bidan dan melakukan beberapa hal positif untuk mempersiapkan persalinan dapat membantu mengatasi situasi tersebut.

Sebaiknya, bicarakan dengan bidan atau dokter jika Bunda merasa cemas hampir sepanjang waktu selama lebih dari dua minggu, mengalami gejala kecemasan seperti detak jantung cepat, pernapasan cepat, berkeringat, merasa lemas, merasa mual, atau diare, serta merasa mengalami serangan panik, memiliki pikiran-pikiran yang tidak menyenangkan yang terus muncul dan Bunda tidak dapat mengendalikannya.

Selain itu, infokan juga kepada bidan atau dokter jika Bunda pernah mengalami kecemasan sebelumnya. Semakin banyak mereka mengetahui riwayat kesehatan mental Bunda, semakin baik pula mereka dapat mendukung Bunda selama kehamilan.

Bunda tidak perlu khawatir karena bidan atau dokter tidak akan menghakimi Bunda karena memiliki perasaan ini. Mereka tahu bahwa kecemasan merupakan hal umum selama kehamilan dan mereka akan fokus pada menemukan perawatan yang tepat untuk membantu Bunda merasa lebih baik.

Pengobatan untuk kecemasan selama kehamilan

Bidan atau dokter biasanya akan membicarakan pilihan yang Bunda ambil, serta manfaat dan risiko dari setiap pengobatan. Nantinya, pengobatan yang terbaik didapatkan akan bergantung pada seberapa parah gejala yang Bunda rasakan, apa yang telah membantu Bunda di masa lalu, layanan apa yang tersedia di daerah Bunda, dan lainnya.

Langkah pertama yang biasanya didapatkan sebagai treatment kecemasan yakni pengobatan mandiri berdasarkan  cognitive behavioural therapy (CBT). 

Jika Bunda sudah mengonsumsi obat untuk kecemasan, dokter akan menjelaskan bagaimana hal itu dapat memengaruhi Bunda dan bayi. Selain itu, dokter mungkin menyarankan Bunda untuk melanjutkan pengobatan Bunda saat ini, atau mereka mungkin menyarankan untuk secara perlahan beralih ke terapi bicara atau obat yang berbeda. Untuk itu, sebaiknya jangan berhenti minum obat sebelum berbicara dengan dokter agar lebih aman ya, Bunda.

Jika tidak memungkinkan dengan pengobatan yang ada, Bunda mungkin akan dirujuk ke profesional kesehatan mental yang berspesialisasi dalam tokofobia jika Bunda takut melahirkan.

Cara mencegah kecemasan selama kehamilan

Munculnya kecemasan selama kehamilan mungkin jadi hal normal terjadi pada ibu hamil. Namun, sebenarnya kondisi yang umum terjadi ini bisa diminimalisir ketika Bunda bisa mengelolanya dengan baik. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengelola kecemasan selama kehamilan ya, Bun:

1. Bicaralah dengan seseorang yang Bunda percayai seperti pasangan, anggota keluarga, atau teman tentang perasaan Bunda.
2. Buat rencana untuk membantu mempersiapkan dan mencegah pemicu kecemasan.
3. Cobalah untuk tidak merasa bersalah atau malu.
4. Jaga diri sendiri.
5. Lakukan aktivitas fisik ringan.
6. Hindari kafein, merokok, dan minum alkohol.
7. Cobalah beberapa teknik relaksasi sederhana seperti latihan pernapasan.

Amalan doa untuk mencegah kecemasan selama kehamilan 

Selama kehamilan, memanjatkan doa memang dapat memberikan sensasi ketenangan yang luar biasa ya, Bunda. Termasuk salah satunya dalam menepis kecemasan selama kehamilan. Mengutip dari Wolipop, berikut ini beberapa doa yang bisa mencegah kecemasan selama kehamilan dan bisa dipraktikkan:

1. "Rabbi hab lii minash shaalihiin"

Artinya: "Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh."

2. "Allahummah fazh waladii ma daama fii bathnii. Wasyfihi ma'ii. Anta asy-syaafii laa syifaa'an illa syifaa 'uka syifaa 'an laa yughaadiru saqamaa."

Artinya: "Ya Allah, semoga Engkau lindungi bayiku ini selama ada dalam kandunganku, Berikanlah kesehatan kepadanya bersamaku. Sesungguhnya Engkaulah Maha Penyembuh. Tidak ada kesehatan selain kesehatan yang Engkau berikan, kesehatan yang tidak diakhiri dengan penyakit lain."

3. "Bismillahilladziilaailaaha illaa huwal haliimul kariimu rabbil 'arsyil 'azhiim. Laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wa rabbul'arsyil 'azhiim."

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Penyabar, Yang Maha Mulia, Tuhan 'Arsy yang agung. Tiada Tuhan selain Allah, Tuhan semesta langit dan bumi dan Tuhan 'Arsy yang agung."

Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda