Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Perempuan yang Hamil & Melahirkan Antara 24 - 38 Th Cenderung Panjang Umur, Benarkah?

Melly Febrida   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 10:40 WIB

Pregnant woman with hands on stomach standing by window Side view of a pregnant woman in a gray dress holding her belly with a smile, standing by the window at home in a bright interior.
Perempuan yang Hamil & Melahirkan Antara 24 - 38 Th Cenderung Panjang Umur, Benarkah?/Foto: Getty Images/travelism
Daftar Isi
Jakarta -

Usia Bunda saat hamil dan melahirkan ternyata berhubungan erat dengan usia yang lebih panjang lho. Meski memang ada faktor lain sangat berpengaruh seperti gaya hidup dan lingkungan, ada bukti yang kuat usia berkaitan dengan panjang umur.

Dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehamilan tak hanya membawa kebahagiaan untuk keluarga, tapi ada sisi positif untuk perempuan yang hamil pada usia tertentu. Itu tidak hanya dapat menambah usia hidup, tapi juga meningkatkan kesehatan secara signifikan.

Hubungan usia melahirkan dengan panjang umur

Melansir NyPost, meskipun kehamilan memang membuat perempuan menua dan melahirkan dapat membalikkan waktu, pembuahan pada rentang usia tertentu memengaruhi umur dan penuaan biologis perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ini tak seperti usia kronologis yang merupakan jumlah tahun manusia hidup. Penuaan biologis itu mengukur usia sel dan organ, yang dipengaruhi berbagai faktor seperti genetika, gaya hidup, paparan lingkungan, dan diet.

Penelitian dari University of Helsinki dan Minerva Foundation Institute for Medical Research menemukan bahwa jumlah anak maupun waktu kehamilan berdampak pada kesehatan dan harapan hidup perempuan dewasa. Hal ini mungkin disebabkan jumlah energi dan sumber daya yang dibutuhkan selama kehamilan.

Pada penelitian tersebut diungkapkan bahwa hamil antara usia 24 dan 38 tahun memiliki pola penuaan dan umur panjang yang lebih baik.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal Nature Communications. Studi ini meneliti hampir 15.000 kembar Finlandia yang telah mengisi kuesioner pada tahun 1975 dan perjalanan hidup mereka diikuti hingga saat ini.

Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan dengan dua hingga tiga anak hidup paling lama.

Penelitian ini juga menemukan bahwa ibu dari keluarga besar, serta perempuan yang memiliki anak pertama pada usia yang sangat muda, tampaknya menua sedikit lebih cepat.

Seorang perempuan yang lebih tua dan seorang perempuan yang lebih muda, kemungkinan ibu dan anak perempuan, tersenyum dan duduk bersama di sofa

Jadi, hamil antara usia 24 dan 38 tahun, serta memiliki dua hingga tiga anak, meningkatkan usia biologis dan umur panjang. Sedangkan, memiliki lebih dari empat anak menyebabkan umur yang lebih pendek dan penuaan biologis yang lebih cepat, atau kerusakan sel dan jaringan.

"Ketika sejumlah besar energi diinvestasikan dalam reproduksi, energi tersebut diambil dari mekanisme pemeliharaan dan perbaikan tubuh, yang dapat mengurangi umur,"kata peneliti doktoral dan pemimpin studi Mikaela Hukkanen.

Melahirkan dapat membuat menua tapi panjang umur

Menurut Center for Disease Control and prevention (CDC), usia rata-rata perempuan yang memiliki anak pertama di AS terus meningkat selama bertahun-tahun dan mencapai 27,5 tahun pada tahun 2023.

Bagaimana dengan perempuan yang belum pernah melahirkan? Dari penelitian itu, perempuan yang belum pernah melahirkan lebih cepat menua ketimbang yang memiliki beberapa anak. Ini mungkin dapat dijelaskan oleh faktor gaya hidup atau kesehatan lainnya.

Kehamilan dapat membuat seorang perempuan menua sekitar dua tahun. Tapi, menurut sebuah studi dari Yale Child Study Center yang diterbitkan dalam Cell Metabolism menyebutkan bahwa melahirkan juga dapat membalikkan usia biologisnya hingga delapan tahun.

Tetapi tidak semua perempuan mengalami pemulihan pasca melahirkan yang sama. Perempuan yang dapat diklasifikasikan sebagai obesitas dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang lebih tinggi sebelum kehamilan tidak mengalami penurunan usia sebanyak perempuan dengan BMI yang lebih rendah.

Menurut salah satu ilmuwan utama studi tersebut, ada potensi risiko pada perempuan yang memiliki banyak kehamilan atau tidak sama sekali.

"Seseorang yang secara biologis lebih tua dari usia kalendernya berisiko lebih tinggi meninggal," kata pemimpin studi Miina Ollikainen.

"Hasil kami menunjukkan bahwa pilihan riwayat hidup meninggalkan jejak biologis yang bertahan lama yang dapat diukur jauh sebelum usia tua."

Punya banyak anak lebih panjang umur?

Sedangkan sebuah penelitian lainnya dari University of California San Diego School of Medicine, yang menggunakan data lintas negara, menemukan bahwa perempuan yang menunda kehamilan pertama sampai usia 25 tahun ke atas dan memiliki beberapa anak memiliki peluang lebih tinggi hidup sampai usia 90 dibanding yang hamil lebih muda. 

Studi ini diterbitkan di American Journal of Public Health. "Temuan ini menunjukkan bahwa perempuan dengan dua hingga empat kehamilan cukup bulan dibandingkan dengan satu kehamilan cukup bulan juga lebih cenderung hidup setidaknya sembilan dekade," kata Aladdin Shadyab, PhD, penulis utama studi dari  Department of Family Medicine and Public Health at UC San Diego School of Medicine melansir laman ScienceDaily.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan yang hidup hingga usia 90 tahun lebih cenderung lulusan perguruan tinggi, menikah, memiliki pendapatan lebih tinggi, dan lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami obesitas atau memiliki riwayat penyakit kronis.

"Temuan kami tidak menunjukkan bahwa perempuan harus menunda memiliki anak, karena risiko komplikasi obstetri, termasuk diabetes gestasional dan hipertensi, lebih tinggi pada usia ibu yang lebih tua," ujar Shadyab. 

Ada kemungkinan bahwa bertahan hidup dari kehamilan di usia yang lebih tua dapat menjadi indikator kesehatan secara keseluruhan yang baik, dan sebagai hasilnya, kemungkinan umur panjang yang lebih tinggi.

"Ada juga kemungkinan bahwa perempuan yang lebih tua ketika mereka memiliki anak pertama mereka memiliki status sosial dan ekonomi yang lebih tinggi, dan oleh karena itu, lebih mungkin untuk hidup lebih lama," kata Shadyab. 

Shadyab mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan faktor sosial mana yang mungkin menjelaskan hubungan antara usia saat melahirkan anak pertama dan jumlah kelahiran, dengan umur panjang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda