kehamilan
Bolehkah Menggunakan Tampon setelah Melahirkan? Ketahui Waktu Terbaik & Penggunaannya
HaiBunda
Senin, 19 Jan 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
Setelah melahirkan, Bunda akan mengalami nifas. Pakai pembalut biasa terkadang tak mampu menampung derasnya darah nifas. Bagaimana dengan tampon, bolehkan seorang ibu setelah melahirkan menggunakan tampon? Yuk ketahui waktu terbaik serta penggunaannya.
Kondisi tubuh ibu setelah melahirkan tentu tidak sama seperti sebelum hamil. Menggunakan tampon artinya memasukkannya ke dalam vagina agar menyerap aliran darah. Jika salah waktu penggunaan berisiko mengalami infeksi atau komplikasi lainnya.
Setelah melahirkan, Bunda mengalami pendarahan vagina yang dikenal sebagai lochia. lochia terlihat seperti menstruasi, tetapi lebih deras, dan merupakan campuran darah, lendir, dan jaringan dari rahim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendarahan akan berangsur-angsur berkurang dan kemudian berhenti dalam dua hingga enam minggu setelah melahirkan. Ibu yang melahirkan dengan caesar juga mengalami lochia dan saran yang sama berlaku
Meskipun pembalut biasa aman digunakan, pembalut bersalin lebih tebal dan lebih panjang daripada pembalut biasa, dan melindungi area yang mungkin lebih nyeri.
Meskipun mungkin terasa berat, ukurannya yang lebih besar membantu menyerap aliran darah yang lebih deras. Mengenakan celana dalam pasca persalinan atau celana dalam sekali pakai dengan pembalut akan mencegah celana dalam biasa melar.
|
Baca Juga : 9 Cara Merawat Organ Reproduksi Perempuan
|
Apa itu tampon?
Tampon adalah salah satu metode untuk menyerap aliran menstruasi selama menstruasi. Melansir laman resmi Food and Drug Administration (FDA), tampon dirancang untuk dimasukkan ke dalam vagina dengan atau tanpa aplikator.
Tampon yang disetujui FDA dimaksudkan untuk digunakan sekali dan kemudian dibuang. Tidak ada tampon yang boleh digunakan lebih dari sekali. Â Tampon yang disetujui FDA terbuat dari katun, rayon, atau campuran keduanya.
Serat penyerap yang digunakan dalam tampon yang disetujui FDA dibuat dengan proses pemutihan yang bebas dari unsur klorin, yang juga mencegah produk memiliki kadar dioksin yang berbahaya (sejenis polutan yang ditemukan di lingkungan).
Bolehkah menggunakan tampon setelah melahirkan?
Jane van Dis, M.D., dokter kandungan, mengatakan sebaiknya setelah melahirkan Bunda menghindari penggunaan tampon sampai benar-benar sembuh di dalam. hal yang sama berlaku untuk cangkir dan cakram menstruasi.
Anjuran ini juga berlaku jika Bunda melahirkan dengan operasi caesar untuk mencegah infeksi.
Ia bilang, ibu yang baru melahirkan membutuhkan waktu hingga beberapa minggu agar rahim berkontraksi kembali ke ukuran normal, dan memasukkan tampon ke dalam vagina dapat memasukkan bakteri serta meningkatkan kemungkinan infeksi.
Menurut Van Dis, perempuan mungkin mengalami beberapa robekan perineum di dalam dan di sekitar vagina , yang dapat terinfeksi atau tergores oleh tampon yang dimasukkan.Â
"Anda dapat menggunakan tampon setelah mendapat persetujuan dari penyedia layanan kesehatan Anda," ujar van Dis melansir BabyCenter.
Mengapa ibu baru melahirkan tidak boleh langsung pakai tampon?
Tubuh ibu setelah melahirkan masuk dalam fase pemulihan yang intens. Bunda tak dianjurkan langsung menggunakan tampon setelah melahirkan dengan berbagai alasan, seperti:
1. Mengalami lochia
Lochia adalah perdarahan pasca melahirkan yang merupakan campuran darah, lendir, dan jaringan dari rahim yang keluar secara alami dalam beberapa minggu pertama setelah bayi lahir. Selama fase ini, rahim dan vagina masih dalam proses penyembuhan.
2. Berisiko tinggi untuk infeksi
Usai melahirkan, serviks atau leher rahim masih terbuka dan jaringan tempat plasenta melekat masih belum sembuh sepenuhnya. Jika Bunda langsung memasukkan tampon maka berisiko terkena bakteri dari luar. Ini yang meningkatkan risiko infeksi seperti endometritis.
3. Penyembuhan jahitan atau trauma vagina
Bunda mungkin mengalami robekan perineum atau episiotomi saat lahir normal. Area tersebut tentu memerlukan waktu untuk penyembuhan. Tampon dapat mengiritasi atau mengganggu penyembuhan jaringan yang masih sensitif.
Kapan boleh mulai pakai tampon lagi?
Memakai tampon setelah melahirkan mungkin terasa sedikit aneh. Vagina telah mengalami beberapa perubahan besar, dan selain itu, mungkin sudah berbulan-bulan sejak terakhir kali menggunakan tampon.
Usai melahirkan, waktu paling aman menunggu untuk menggunakan tampon setidaknya hingga enam minggu setelah melahirkan. Atau sampai Bunda berbicara dengan penyedia layanan kesehatan pada kunjungan pasca persalinan pertama.
Pada saat itu, dokter atau bidan mengevaluasi kondisi rahim, serviks, serta memastikan lochia sudah berhenti. Jika semua sudah sembuh maka penggunaan tampon bisa dipertimbangkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Ketahui Tujuan dari Pemeriksaan EPDS pada Ibu Hamil dan Nifas
Kehamilan
Ketahui Perubahan Darah Nifas dalam 40 Hari, Kenali juga Gejala yang Perlu Diwaspadai
Kehamilan
Akhiri Masa Nifas, Ini Tata Cara Mandi Besar agar Bersih dari Hadas
Kehamilan
Bacaan Niat Mandi Nifas dan Urutan Langkahnya, Bunda Siap Beribadah Lagi
Kehamilan
6 Fase Warna Darah Nifas yang Selalu Berubah-ubah, Kenali Yuk Bun
7 Foto
Kehamilan
7 Potret Transformasi Syahrini Sebelum dan Setelah Melahirkan, Sempat Alami 2 Kali Keguguran
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Mengenal Kesehatan Reproduksi dan Seksual Perempuan
7 Penyebab Keluar Flek Cokelat Sebelum Haid dan Cara Mengatasinya
7 Jenis Rasa Sakit saat Keguguran dan Cara Mengatasinya