Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Kisah Bunda Alami Benjolan Misterius setelah Operasi Caesar, Ternyata...

Annisa Aulia Rahim   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 12:20 WIB

Close-up of asian chinese young doctor showing ultrasound scan on monitor to pregnant woman in doctor room at hospital
Kisah Bunda Alami Benjolan Misterius setelah Operasi Caesar, Ternyata../Foto: Getty Images/Marcus Chung
Daftar Isi
Jakarta -

Nyeri setelah operasi caesar sering dianggap wajar. Tapi bagaimana jika rasa sakit itu tak kunjung hilang bertahun-tahun, bahkan berubah menjadi benjolan misterius? Inilah yang dialami seorang ibu asal New Delhi, India, yang tak pernah menyangka bahwa sumber keluhannya ternyata berasal dari kesalahan operasi yang terjadi saat ia melahirkan.

Berikut kisahnya dikutip dari Livescience.

Nyeri pasca caesar yang dianggap biasa

Bunda asal India yang saat itu berusia 38 tahun, menjalani operasi caesar darurat di luar negeri untuk melahirkan bayinya. Pasca operasi, ia mulai merasakan nyeri terus-menerus di bagian kanan bawah perut. Pada awalnya, dokter yang menangani di negara tersebut mengatakan bahwa ini adalah nyeri pasca operasi yang normal, sehingga tidak dilakukan pemeriksaan lanjutan.  

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Namun seiring waktu, benjolan mulai muncul di lokasi bekas operasi, dan rasa sakitnya semakin intens. Setelah sekitar empat tahun, ibu tersebut akhirnya mencari pertolongan medis di sebuah rumah sakit di New Delhi, India tahun 2014. 

Dokter melakukan USG dan CT scan, yang mengungkapkan adanya kista di tempat nyeri tersebut. Namun, mereka belum dapat memastikan apa yang ada di inti kista tersebut. Dugaan pertama mereka adalah kista mesenterika, sejenis tumor jinak yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan nyeri.

Keputusan operasi dan temuan mengejutkan

Untuk mengonfirmasi diagnosis potensial ini, pihak rumah sakit pun beralih ke MRI. Hal ini menimbulkan kebingungan lebih lanjut karena mengungkapkan apa yang tampak seperti membran tebal di inti massa tersebut. Alih-alih tumor jinak, dokter kini menduga kista tersebut berisi cacing pita, yang mungkin masuk ke tubuhnya jika ia mengonsumsi makanan yang terkontaminasi telur cacing pita, misalnya.

Saat pembedahan dilakukan, dokter menemukan bahwa kista berukuran besar tersebut telah menempel pada jaringan di sekitarnya, termasuk sebagian usus kecil, sehingga proses pengangkatan harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Kista tersebut berukuran 8 inci (20 sentimeter) panjangnya  jauh lebih besar daripada kista mesenterika biasa, yang biasanya tidak lebih besar dari 2 inci (5 cm) diameternya.

Setelah kista berhasil dikeluarkan dan dibuka, tim medis dibuat terkejut oleh isi di dalamnya. Dokter menemukan spons bedah yang tertanam di tengahnya, yang mereka simpulkan pasti tertinggal di sana secara tidak sengaja selama operasi caesar.

Setiap teknik pencitraan gagal mengidentifikasi penyebabnya karena spons bedah yang tersisa tidak tampak jelas pada scan biasa.  

Apa itu gossypiboma?

Dalam pandangan medis, gossypiboma dipahami sebagai komplikasi bedah yang dapat dicegah (preventable surgical complication) dan termasuk dalam kategori kejadian tidak diharapkan (adverse event), bahkan sering digolongkan sebagai never event, artinya, kejadian yang seharusnya tidak boleh terjadi jika prosedur keselamatan dijalankan dengan benar.

Gossypiboma adalah foreign material (surgical sponge) yang tertinggal secara tidak disengaja di tubuh pasien setelah operasi. Istilah ini digunakan dalam literatur medis sebagai bagian dari retained surgical items (RSI) atau retained foreign object pasca-operasi.

Dikutip dari Springer Nature, faktor penyebab yang sering dilaporkan dalam literatur termasuk:

  • Operasi darurat atau kompleks
  • Perubahan tak terduga dalam prosedur bedah
  • Komunikasi yang tidak efektif di ruang operasi
  • Kurangnya standar penghitungaan yang konsisten

Karena itu, kejadian ini sering kali merupakan hasil dari kesalahan sistem, bukan hanya individu semata. 

Tubuh manusia, ketika menghadapi benda asing yang tidak bisa dihancurkan, sering kali merespons dengan cara mengelilingi dan membentuk kapsul di sekelilingnya. Inilah yang terjadi pada kasus ini: Spons yang tidak dapat dicerna oleh tubuh akhirnya 'terbungkus' dalam bentuk kista besar sebagai cara tubuh mengisolasi benda tersebut.  

Mengapa bisa tertinggal?

Beberapa alasan gossypiboma bisa terjadi antara lain:

  • Operasi dilakukan dalam kondisi mendesak sehingga tim lebih fokus menyelamatkan nyawa daripada menghitung alat bedah secara seksama.
  • Pergantian tim medis saat operasi yang memicu miskomunikasi.
  • Kesalahan pencatatan jumlah spons atau kain bedah yang digunakan dan dibuang.  

Spons bedah yang digunakan memang steril, sehingga tak selalu menimbulkan infeksi yang langsung terlihat. Ini juga bisa menjelaskan mengapa pasien tidak mengalami infeksi berat dalam waktu lama meskipun ada benda asing di dalam tubuhnya.  

Setelah operasi untuk mengangkat kista dan spons di dalamnya, Bunda itu berhasil pulih dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit setelah tujuh hari perawatan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda