kehamilan
7 Mitos Kesuburan yang Harus Berhenti Dipercaya, Penting saat Program Hamil
HaiBunda
Selasa, 20 Jan 2026 20:00 WIB
Daftar Isi
- 1. Penggunaan pil KB jangka panjang memberikan dampak negatif bagi kesuburan
- 2. Ada posisi terbaik saat berhubungan untuk meningkatkan peluang kehamilan
- 3. Usia menjadi alasan mengapa perempuan 35 tahun ke atas sulit hamil
- 4. Tidak bisa hamil kembali saat menyusui atau baru saja melahirkan
- 5. Orang sehat tidak akan mengalami infertilitas
- 6. Infertilitas merupakan masalah yang hanya terjadi pada perempuan
- 7. Sulit hamil kembali apabila pernah keguguran
Informasi tentang kesuburan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi pasangan yang ingin merencanakan kehamilan. Namun, tak sedikit juga informasi yang beredar merupakan mitos belaka, yang tidak terbukti secara ilmiah.
Kesuburan merupakan salah satu topik kesehatan yang sangat kompleks. Tak semua masyarakat memiliki pemahaman yang baik akan hal tersebut, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadi kesalahpahaman yang menjadikan informasi tersebut adalah mitos.
Dilansir Romper, beberapa ahli dari St. Mary’s Medical Center telah membongkar setidaknya tujuh mitos kesuburan yang paling banyak dibicarakan dan yang harus segera berhenti dipercaya. Berikut kita simak penjelasan lengkapnya, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Penggunaan pil KB jangka panjang memberikan dampak negatif bagi kesuburan
Kalimat ini tentunya sudah sering terdengar di telinga Bunda. Pil KB yang begitu efektif mencegah kehamilan ini banyak dikhawatirkan akan menurunkan kualitas organ reproduksi bila digunakan bertahun-tahun. Padahal, menurut ahli, itu tidak benar, lho.
Menurut Phillip Romanski, Direktur Penelitian untuk Shady Grove Fertility,, pil KB hanya sebuah alat manipulasi hormon agar tubuh tidak berovulasi seperti biasanya. Pil tersebut tidak memengaruhi kualitas dan kuantitas sel telur, sehingga tetap aman bila Bunda mengonsumsinya tanpa batas waktu.
|
Baca Juga : 8 Mitos Kesuburan Wanita yang Bunda Harus Tahu
|
2. Ada posisi terbaik saat berhubungan untuk meningkatkan peluang kehamilan
Apakah Bunda pernah mendengar kalau menahan dan mengangkat pinggul setelah orgasme akan meningkatkan peluang kehamilan? Tak sedikit pasangan yang memercayai mitos tersebut, lho.
Kenyataannya, tidak ada studi yang menyarankan untuk melakukan hal tersebut. Pasalnya, menurut para ahli, sperma akan terus berenang menuju sel telur bagaimanapun kondisinya. Tidak ada pengaruh terkait posisi, gravitasi, ataupun durasi yang digunakan sebagai acuan.
3. Usia menjadi alasan mengapa perempuan 35 tahun ke atas sulit hamil
Sebenarnya, alasan produktivitas sel telur pada perempuan berusia 35 tahun ke atas bukan semata-mata hanya karena faktor usia. Namun, seiring bertambahnya usia, memang terjadi penurunan kualitas dan jumlah sel telur, terutama dari sisi kesehatan kromosomnya.
Perempuan berusia 35 tahun yang menjalankan Fertilisasi In Vitro (IVF), diperkirakan sekitar 60 persen embrio masih tergolong normal secara kesehatan kromosom. Angka ini bisa menurun secara bertahap, seperti di usia 37 tahun, embrio yang normal biasanya berada pada kisaran 55 persen.
Semakin bertambahnya usia, maka perubahannya semakin signifikan. Misalnya, perempuan berusia 43 tahun, hanya tersisa 10-15 persen embrio yang diharapkan memiliki kondisi kromosom yang normal.
Namun, menurut Dr. Melanie Altizer, MD, Kepala Bagian Obstetri dan Ginekologi di St. Mary's Medical Center di West Palm Beach, Florida dan direktur regional dokter spesialis kebidanan rawat inap untuk TeamHealth, bukan berarti perempuan di rentang usia tersebut tidak bisa hamil. Sang dokter pun masih banyak menerima pasien yang hamil di usia 35 tahun ke atas, yang mana mereka semua hampir mengira kesuburannya telah berhenti.
4. Tidak bisa hamil kembali saat menyusui atau baru saja melahirkan
Ini mitos, ya Bunda. Dikatakan oleh ahli bahwa kehamilan tetap bisa terjadi, meskipun siklus menstruasi belum kembali normal. Selain itu, ovulasi atau pembuahan bisa terjadi kembali setelah 21 hari pasca persalinan.
Anggapan bahwa tidak bisa hamil ketika sedang menyusui merupakan hal keliru yang sering dijumpai para ahli. Meskipun menyusui bisa sedikit menekan ovulasi dan digunakan sebagai pelengkap kontrasepsi, tetapi ini bukanlah metode pencegahan yang baik.
5. Orang sehat tidak akan mengalami infertilitas
Infertilitas bisa menyerang siapa saja, baik orang yang sehat, maupun orang yang mengalami sejumlah masalah kesehatan. Penting bagi orang yang sehat untuk memberikan ruang waspada dan bersiap untuk menerima kenyataan infertilitas.
Dr. Romanski menyampaikan banyak pasiennya yang tidak terima ketika dinyatakan infertilitas, dan mereka menganggap kondisi tersebut tidak sesuai dengan tubuh mereka yang sehat. Sayangnya, meskipun diet dan olahraga teratur, sel ovarium punya kondisi yang berbeda.
6. Infertilitas merupakan masalah yang hanya terjadi pada perempuan
Banyak informasi dengan framing bahwa infertilitas selalu berasal dari perempuan. Padahal, kenyataannya tidak hanya perempuan, laki-laki pun memiliki peluang mengalami infertilitas.
Sebuah penelitian mengungkapkan, dari 17 persen kasus orang dewasa yang mengalami infertilitas, salah satu faktor penyebabnya adalah kesuburan laki-laki. Masalah terkait produksi sperma dan saluran reproduksi setidaknya menyumbang angka hingga sekitar 50 persen di kasus ini.
Oleh karena itu, peneliti menilai bahwa laki-laki juga harus dilakukan evaluasi sebagai bagian dari penilaian kesuburan yang adil. Pasalnya, tak jarang perempuan yang merasa stres berlebih akibat rasa bersalah yang ditanggungnya karena mengidap infertilitas.
7. Sulit hamil kembali apabila pernah keguguran
Menurut kepala eksekutif dari The Miscarriage Association, Vicki Robinson, perempuan yang mengalami keguguran dan berusaha hamil kembali, sebagian besar dari mereka akan mendapatkan hasil yang positif di masa depan.
Menurut data penelitian yang ditilik dari The Guardian, peluang perempuan mengalami keguguran kembali setelah keguguran sebelumnya hanya berselisih sekitar 5 persen dari perempuan yang belum pernah sama sekali keguguran.Â
Demikian informasi yang bisa disampaikan. Semoga menambah pengetahuan bagi pasangan dalam memahami serta menghindari berbagai mitos seputar kesuburan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
3 Mitos Pembekuan Sel Telur dan Embrio untuk Program Hamil, Bunda Perlu Tahu
Kehamilan
Adakah Efek Samping Minum Pil Kontrasespsi Darurat untuk Kesehatan Reproduksi Bunda?
Kehamilan
Program Hamil dengan Inseminasi Buatan, Bagaimana Tingkat Keberhasilannya?
Kehamilan
Sulit Hamil Anak Kedua? Bisa Jadi Bunda Mengalami Infertilitas Sekunder
Kehamilan
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Mitos & Fakta Masa Subur Wanita yang Pengaruhi Keberhasilan Program Hamil
5 Mitos dan Fakta Tentang Kesuburan Jelang Masa Perimenopause
Sea Moss Disebut Bisa Bantu Tingkatkan Kesuburan, Simak Fakta & Kandungan Gizinya