Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 11 Jan 2026 20:10 WIB

Ilustrasi Rumah Sakit
Cerita Bunda Hampir Meninggal 6 Hari Pasca Melahirkan Gara-gara Alami Ini/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Kwangmoozaa
Daftar Isi
Jakarta -

Proses persalinan tak berhenti sampai bayi lahir. Seorang Bunda masih harus menjalani masa nifas untuk memulihkan diri usai melahirkan bayinya.

Tak sampai di situ. Bunda juga harus menghadapi kemungkinan mengalami komplikasi pasca persalinan, seperti perdarahan serius yang mengancam nyawa.

Kisah Bunda hampir meninggal setelah melahirkan karena komplikasi pernah dialami Ashley Graham. Founder dari The Conscious Publicist ini hampir meninggal enam hari pasca melahirkan gara-gara mengalami perdarahan hebat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Graham melahirkan seorang putra pada 5 Agustus 2025. Ia menjalani proses persalinan yang sangat menegangkan selama 35 jam, di mana ia mengalami preeklamsia, hipertensi, sepsis, hingga akhirnya harus menjalani operasi caesar darurat.

Setelah dirawat di rumah sakit, Graham diizinkan pulang. Dari sini, kisah pilunya dimulai.

"Saat keluar dari rumah sakit, saya kelelahan tetapi lega karena bisa pulang dan memulai babak baru dalam hidup. Saya pikir bagian yang berbahaya sudah berlalu. Tapi saya salah. Sebaliknya, enam hari kemudian saya hampir meninggal di kamar mandi," kata Graham, dilansir laman Newsweek.

Pada 8 Agustus, Graham melakukan kunjungan pertama ke dokter setelah melahirkan. Saat itu, dokter mengatakan bahwa kondisinya baik meski Graham sendiri merasa kurang tidur, tubuhnya lelah, dan mengalami kecemasan.

Setelah dari dokter, Graham mengalami gelombang perubahan mood, di mana ia menangis hampir setiap jam, merasa cemas, gemetar, lemah, dan memiliki perasaan yang sangat kuat kalau ada sesuatu yang salah pada dirinya.

"Saya tidak bisa menjelaskan dengan tepat apa yang salah. Bagi saya, gejala-gejala itu terasa cukup samar untuk dianggap sebagai pemulihan normal atau kecemasan pasca persalinan," ungkapnya.

Pada tanggal 11 Agustus atau hanya enam hari setelah melahirkan, Graham tiba-tiba mengalami perdarahan hebat saat berada di toilet. Padahal, perdarahan pasca persalinannya saat itu hampir selesai keluar, Bunda.

"Saya pergi ke kamar mandi dan melihat banyak darah di toilet. Perdarahan pasca persalinan hampir berhenti, jadi ini mengkhawatirkan. Saya telah diinstruksikan untuk memperhatikan apakah beberapa pembalut basah kuyup dalam satu jam, atau keluar gumpalan darah besar, tetapi sulit untuk mengetahui berapa banyak darah yang telah hilang. Saya bangun dan menelepon perawat untuk mendapatkan jawaban," ujar Graham.

"Saat menunggu, saya merasakan sensasi hebat di perut, mirip dengan saat saya mengalami keguguran pertama, terjadi setahun sebelumnya. Kemudian keluarlah darah yang deras. Darah dan gumpalan besar menetes dari tubuh, begitu deras hingga menarik celana ke bawah, dan berceceran di mana-mana, di lantai, hampir 10 inci di dinding, di seluruh lemari. Ini terlihat seperti TKP," sambungnya.

Suami Graham begitu kaget dan tampak ketakutan melihat kondisi istrinya. Ketika perawat kembali bicara di telepon, ia langsung meminta Graham untuk segera ke UGD.

Namun, Graham terlalu lemas untuk bergerak. Akhirnya, sang suami menelepon 911 untuk meminta ambulans datang.

Setelah sampai di UGD, wajah dan tubuh Graham pucat pasi. Seingatnya, ada 10 orang di UGD yang menanganinya secara bersamaan.

"Ketika saya mulai melepaskan diri dari kekacauan di sekitar, saya mendengar suara batin sendiri berkata dengan jelas, 'Bukan begini cara saya meninggal'. Saya berpegang teguh pada suara itu sepanjang waktu ketik mereka berusaha menstabilkan kondisi saya," katanya.

Setelah perdarahan terkendali, dokter menjelaskan apa yang telah terjadi. Graham mengalami perdarahan postpartum tertunda atau delayed postpartum hemorrhage. Kondisi ini terjadi ketika jaringan kehamilan atau selaput plasenta tetap berada di rahim setelah persalinan, mencegahnya berkontraksi dengan benar, dan menyebabkan darah dan gumpalan menumpuk dan memenuhi rongga rahim.

Kondisi ini relatif jarang terjadi, terutama pada pasien operasi caesar. Namun, delayed postpartum hemorrhage dianggap sebagai kondisi medis berbahaya.

"Saya belum pernah mendengar tentang ini dan saya tidak tahu bahwa itu bisa terjadi beberapa hari atau bahkan beberapa minggu kemudian. Para dokter membahas beberapa pilihan, menunggu tubuh saya mengeluarkan sisa jaringan secara alami, melakukan prosedur dilatasi dan kuretase di samping tempat tidur, atau, jika itu gagal, histerektomi untuk menyelamatkan hidup saya," ungkap Graham.

Menjalani kuret usai perdarahan hebat

Keesokan paginya, dokter melakukan tindakan kuretase di samping tempat tidur. Mereka berhasil mengumpulkan hampir tiga cangkir besar darah dan gumpalan darah dari tubuhnya.

Pada 13 Agustus 2025, Graham diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Bukan kelegaan, ia dan suaminya pulang dengan banyak pertanyaan yang belum terjawab.

"Kami diberi penjelasan singkat yang kurang bisa dipertanggungjawabkan. Kami bertanya-tanya. Jika dokter membersihkan rahim selama operasi caesar sebelum menutup sayatan, bagaimana mungkin jaringan dan selaput tertinggal sejak awal? Apakah dokter melewatkan sesuatu? Bagaimana kami bisa percaya bahwa mereka telah merawat saya dengan benar kali ini? Mengapa tidak ada yang memperingatkan saya tentang perdarahan tertunda sebelum saya meninggalkan rumah sakit? Mengapa saya tidak diberi edukasi tentang tanda-tanda peringatan khusus selain pengingat samar untuk mewaspadai perdarahan hebat?" kata Graham.

"Saya tidak akan pernah tahu persis apa yang menyebabkan perdarahan yang saya alami, tetapi saya berbagi cerita ini karena terbatasnya informasi seputar komplikasi persalinan yang dapat merenggut nyawa. Saya bersyukur bisa selamat."

Ilustrasi pasien di rumah sakitIlustrasi pasien di rumah sakit/ Foto: iStock

Apa itu delayed postpartum hemorrhage?

Delayed postpartum hemorrhage merupakan jenis dari perdarahan postpartum atau pasca persalinan. Dilansir Cleveland Clinic, delayed postpartum hemorrhage atau perdarahan pasca persalinan sekunder terjadi di 24 jam hingga 12 minggu setelah melahirkan.

Sama seperti perdarahan yang terjadi di 24 jam pertama usai bersalin, delayed postpartum hemorrhage juga merupakan kondisi serius yang berpotensi mengancam nyawa. Perempuan yang mengalami kondisi ini dapat kehilangan banyak darah dengan sangat cepat.

Perdarahan postpartum bisa menyebabkan penurunan tekanan darah yang cepat, sehingga dapat membatasi aliran darah ke jantung, otak, dan organ lainnya. Ketika organ tidak mendapatkan aliran darah yang cukup karena perdarahan aktif, Bunda bisa mengalami syok hipovolemik yang dapat mengancam jiwa. Dokter perlu menemukan dan menghentikan perdarahan secepat mungkin untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Tanda perdarahan postpartum

Gejala paling umum dari perdarahan pasca persalinan adalah perdarahan vagina yang berlebihan dan terus-menerus setelah melahirkan. Ini dapat termasuk keluarnya beberapa gumpalan darah besar.

Bunda juga dapat mengalami tanda-tanda lainnya, seperti:

  • Gejala penurunan tekanan darah seperti pusing, penglihatan kabur, atau merasa lemas
  • Peningkatan detak jantung (takikardia)
  • Penurunan jumlah sel darah merah (kadar hematokrit)
  • Kulit tamak pucat atau lembap
  • Nyeri dan pembengkakan di area vagina atau perineum

Dalam beberapa kasus, perdarahan postpartum tidak menimbulkan gejala sampai setelah Bunda meninggalkan rumah sakit. Tetapi jika merasakan salah satu gejala di atas dalam beberapa hari atau minggu setelah melahirkan, Bunda perlu segera menghubungi dokter ya.

Demikian kisah Bunda mengalami delayed postpartum hemorrhage usai enam hari melahirkan, serta penjelasan terkait kondisi tersebut. Semoga informasi ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda