Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Fakta HPL Kehamilan dan Cara Menghitungnya, Bunda Wajib Tahu

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 10 Jan 2026 17:00 WIB

Ilustrasi Ibu Hamil dan Dokter
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: iStockphoto/Getty Images/FatCamera
Daftar Isi
Jakarta -

Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL) sangat penting selama hamil. Perhitungan HPL sudah dapat dilakukan sejak awal kehamilan untuk memahami fase perkembangan janin hingga mempersiapkan persalinan.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), penetapan HPL yang akurat di awal perawatan prenatal merupakan salah satu hasil terpenting dari evaluasi dan anamnesis. Informasi HPL sangat penting untuk menentukan waktu perawatan obstetri yang tepat, penjadwalan dan interpretasi tes antepartum tertentu, menentukan kesesuaian pertumbuhan janin, dan merancang intervensi untuk mencegah kelahiran prematur.

Apa itu HPL?

Dilansir laman Parents, HPL adalah perhitungan untuk memperkirakan kapan ibu hamil diharapkan melahirkan, dengan asumsi tidak ada komplikasi atau intervensi tertentu. Dokter atau bidan biasanya menggunakan HPL untuk membantu memantau pertumbuhan janin dan menjadwalkan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Perlu dicatat, tanggal perkiraan lahir atau HPL hanyalah perkiraan saja. Tanggal kelahiran yang sebenarnya dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, Bunda.

Seberapa akurat HPL?

Faktanya, sangat sedikit perempuan melahirkan tepat pada HPL-nya. Penelitian yang diterbitkan di Science Daily pada 2013 menunjukkan bahwa hanya sekitar 4 persen perempuan melahirkan tepat pada HPL-nya. Sedangkan, 70 persen melahirkan dalam waktu 10 hari setelahnya.

"Kabar baiknya, meskipun perempuan mungkin tidak melahirkan tepat pada tanggal perkiraan lahir, peluangnya untuk memiliki bayi cukup bulan cukup baik, kecuali jika terjadi komplikasi medis," kata dokter spesialis kebidanan dan ginekologi Alyssa Dweck, MS, MD, FACOG.

Cara menghitung HPL

ACOG menjelaskan bahwa secara tradisional, HPL dihitung dengan menambahkan 9 bulan dan 7 hari (atau 280 hari) ke hari pertama haid terakhir (HPHT). Perhitungan tersebut mengasumsikan bahwa Bunda berovulasi dua minggu setelah haid terakhirnya atau pada hari ke-14 siklus haid.

Metode hitung tersebut sebenarnya tidak terlalu akurat karena tidak memperhitungkan beberapa hal, seperti siklus haid tidak teratur dan waktu ovulasi yang tidak dapat diprediksi, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk implantasi, dan faktor kesalahan manusia.

Selain cara di atas, banyak ibu hamil juga menghitung HPL dengan menggunakan tanggal konsepsi, yakni sekitar 266 hari (38 minggu) setelah tanggal konsepsi. Tapi, metode ini juga tidak sepenuhnya akurat ya, Bunda.

ACOG menganggap USG trimester pertama (sebelum usia kehamilan 14 minggu) sebagai cara paling akurat untuk memprediksi HPL, terutama jika HPHT atau tanggal konsepsi tidak diketahui. Bahkan, jika Bunda menjalani USG trimester pertama kali, dokter mungkin akan menyesuaikan HPL awal tergantung pada apa yang terlihat di USG.

Secara lebih detail, berikut 4 cara menghitung HPL untuk mengetahui waktu kelahiran Si Kecil, seperti melansir dari beberapa sumber:

1. Perhitungan Naegele

Aturan utama sebelum menggunakan rumus ini adalah mengetahui HPHT. Jika Bunda memiliki siklus haid yang teratur, maka perhitungan HPL dengan metode ini akan cukup akurat. Sedangkan bila tidak teratur, penentuan HPL akan sulit dipastikan.

Dilansir Healthline, prinsip utamanya adalah tambahkan tujuh hari ke HPHT, kemudian dikurangi tiga bulan. Hasil akhir tahun penentuan HPL dapat diubah sesuai perhitungan. Berikut contohnya:

Misalnya, HPHT adalah tanggal 1 November 2017, maka:

  • 1 (November) + 7 (hari) = 8 November 2017
  • 8 (November) - 3 (bulan)= 8 Agustus 2017

Tahun diubah menjadi 2018 pada perhitungan ini. Hasilnya, Hari Perkiraan Lahir (HPL) adalah 8 Agustus 2018.

2. Kalkulator kehamilan

Kalkulator HPL banyak tersedia secara online. Perhitungan HPL dengan kalkulator ini didasarkan pada siklus haid, lama haid, dan HPHT.

Penentuan HPL dengan kalkulator bisa jadi kurang akurat dibandingkan pemeriksaan medis lain. Tapi, tak ada salahnya menggunakan perhitungan ini untuk memprediksi waktu persalinan. Jika Bunda ingin hasilnya lebih akurat dalam penggunaan kalkulator kehamilan, kuncinya adalah mengingat HPHT.

3. Pemeriksaan Crown Rump length (CRL) melalui USG

Crown Rump length (CRL) merupakan pengukuran atau pemeriksaan panjang janin dari kepala hingga bokong melalui ultrasonografi (USG). Pengukuran ini biasanya dilakukan selama trimester pertama kehamilan, antara minggu ke-6 dan ke-13.

Pakar percaya, dengan mengukur panjang janin dari atas kepala hingga bawah bokongnya, mereka dapat secara akurat menentukan usia kehamilan dan memprediksi tanggal kelahiran dengan margin kesalahan yang kecil.

Menurut ulasan di laman London Pregnancy, penelitian menunjukkan bahwa prediksi HPL berdasarkan USG trimester pertama, yang mencakup pengukuran CRL dapat akurat dalam rentang 3 hingga 5 hari estimasi kelahiran. Tingkat presisi ini dianggap lebih unggul dibandingkan estimasi HPL berdasarkan HPHT atau USG trimester kedua, yang memiliki margin kesalahan lebih besar.

4. Pregnancy wheel (roda kehamilan)

Pregnancy wheel atau roda kehamilan umumnya tersedia secara manual atau online seperti kalkulator kehamilan. Di pregnancy wheel ini, Bunda akan melihat lingkaran seperti roda yang bertuliskan bulan dan angka dari 1 sampai 42.

Melansir dari Baby Med, pregnancy wheel memudahkan Bunda untuk menentukan HPL dari HPHT. Bunda cukup mengarahkan kursor untuk memutar roda ke HPHT dan pilih panjang siklus haid. Secara otomatis, pregnancy wheel akan menghitung HPL dan usia kehamilan saat melahirkan.

Demikian serba-serbi tentang HPL dan cara menghitungnya yang perlu Bunda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda