kehamilan
Cerita Bayi Alami Stroke Sejak dalam Kandungan, Ini Gejala yang Dialami
HaiBunda
Kamis, 08 Jan 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Stroke tidak hanya menyerang anak-anak dan orang dewasa, Bunda. Stroke juga bisa terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan atau sebelum dilahirkan.
Kasus stroke pada bayi dalam kandungan terjadi pada seorang anak bernama Robin. Putra pasangan Emma dan Dave ini diketahui mengalami stroke saat pemeriksaan USG kehamilan.
Dilansir BBC, kehamilan Emma berjalan normal hingga ia melakukan pemeriksaan USG di usia kehamilan 20 minggu. Dokter melihat sesuatu yang tak biasa dari hasil pemeriksaan USG ini. Emma pun dirujuk untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami datang dengan ekspektasi bahwa semuanya akan berjalan seperti biasa, tetapi hari itu sama sekali tidak biasa," kata Dave.
"Mereka memberi tahu kami bahwa ada banyak anomali pada hasil pemindaian dan itu memulai proses di mana kami harus menjalani pemindaian mingguan dan dirujuk ke bagian spesialis kedokteran janin," sambungnya.
Saat pemeriksaan USG di usia kehamilan 25 minggu, Emma diberitahu bahwa janin di dalam kandungannya mengalami stroke. Emma dan Dave sempat tidak percaya dengan hasil pemeriksaan tersebut, Bunda.
"Saat mereka mengatakannya, itu adalah salah satu momen di mana saya berpikir, 'Pasti tidak mungkin benar'," ungkap Dave.
Setelah diagnosis medis ini, dokter mengatakan hal yang tidak pasti tentang kondisi Robin. Dokter tidak tahu bagaimana stroke ini akan memengaruhi Robin dan apakah dia akan selamat.
"Kami mengambil keputusan sejak awal bahwa jika Robin akan bertarung, kami akan terus berjuang dan mendukungnya agar dia bisa kembali bertarung di dunia luar," ujar Dave.
Emma pun mempertahankan kehamilannya. Ia melahirkan Robin di Queen's Medical Centre di Nottingham pada Februari 2019. Robin lahir dengan berat sekitar 3,2 kilogram (kg).
Kondisi Robin setelah lahir
Serangan stroke yang dialami Robin telah menghancurkan korpus kolosum, yakni kumpulan serabut saraf yang menghubungkan belahan otak kiri dan kanan. Robin membutuhkan perawatan yang lama karena ia tidak mampu berjalan, berbicara, atau menelan makanan, sehingga harus diberi makan melalui selang. Robin setidaknya menghabiskan waktu selama lima bulan di rumah sakit sebelum diizinkan pulang.
"Pada dasarnya kami menjalani banyak pelatihan berbeda agar bisa merawatnya di rumah. Sejak saat itu, kami menjalani setiap hari apa adanya dan membuat kesepakatan bahwa kami akan selalu menjadikan setiap hari sebagai hari terbaik dalam hidupnya," kata Dave.
Apa itu stroke perinatal?
Menurut Asosiasi Stroke, stroke perinatal yang terjadi pada bayi belum lahir dan bayi baru lahir sangat jarang terjadi. Dikutip dari Healthline, stroke perinatal adalah jenis cedera otak yang terjadi pada bayi akibat berkurangnya aliran darah baik sebelum atau sesaat setelah lahir.
"Stroke perinatal adalah cedera otak yang terjadi antara minggu ke-20 kehamilan dan 28 hari setelah bayi lahir, seringkali karena gangguan aliran darah atau kekurangan oksigen," kata ahli neurologi Dr. Heidi Moawad.
"Efeknya dapat berkisar dari ringan hingga berat dan mungkin termasuk masalah dengan gerakan, berpikir, atau perilaku, yang dapat berlangsung seumur hidup."
Penyebab stroke perinatal
Stroke perinatal dapat disebabkan oleh berbagai faktor yang mengganggu aliran darah ke otak sebelum atau sesaat setelah kelahiran. Berikut beberapa penyebabnya:
- Gumpalan darah atau trombosis: Kondisi ini dapat menyumbat pembuluh darah, menyebabkan kekurangan oksigen dan nutrisi di otak.
- Pendarahan di otak: Kondisi seperti pendarahan intraserebral dapat menyebabkan perdarahan yang merusak jaringan otak.
- Masalah pada pembuluh darah: Kelainan atau kerusakan pada pembuluh darah juga dapat mengganggu aliran darah.
- Infeksi atau peradangan: Kondisi ini dapat memengaruhi aliran darah dan berkontribusi pada risiko stroke.
- Komplikasi kelahiran: Masalah seperti asfiksia, di mana bayi tidak mendapatkan cukup oksigen, dapat meningkatkan risiko stroke.
Gejala stroke perinatal pada bayi baru lahir
Stroke perinatal pada bayi belum lahir dapat didiagnosis melalui pemeriksaan USG. Ibu yang mengandung bayi dengan kondisi stroke mungkin tidak akan mengalami gejala apa pun atau menjalani kehamilan normal.
Namun, ada beberapa gejala stroke perinatal pada bayi baru lahir, yakni:
- Kejang
- Kelemahan otot
- Kesulitan makan
- Tonus otot abnormal
- Asimetri motorik
- Keterlambatan perkembangan
- Perubahan status mental
- Kesulitan koordinasi
- Masalah pernapasan
"Ada juga kemungkinan bayi lahir dengan gejala yang jelas. Jika gejalanya ringan dan memengaruhi keterampilan seperti berjalan atau belajar, mungkin tidak akan terdeteksi sampai di masa kanak-kanak," ujar Moawad.
Demikian kisah bayi didiagnosis stroke sejak di dalam kandungan, dan penjelasan pakar mengenai kondisi medis ini. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/ank)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Studi: Preeklamsia Terkait dengan Penyakit Ginjal
Kehamilan
Bobot Shandy Aulia Naik 3 Kg di Trimester Kedua, Apa Kata Dokter?
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Janin Dalam Kandungan Bisa Terserang Stroke, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Kehamilan
Cerita Pippa Middleton Tetap Main Tenis di Trimester 2 Kehamilan
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Janin Dalam Kandungan Bisa Terserang Stroke, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Kehamilan Disebut Dapat Meningkatkan Risiko Stroke? Ini Kata Pakar
Cerita Bunda Alami Stroke dan Pendarahan Otak Usai Melahirkan, Ini Gejala yang Dialami