Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Benarkah Sering Liburan Bikin Cepat Hamil? Ini Fakta Soal Conceptionmoon

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Rabu, 07 Jan 2026 08:30 WIB

Ilustrasi Suami Istri
Ilustrasi Suami Istri Conceptionmoon / Foto: Getty Images/iStockphoto/golfcphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Banyak pasangan suami istri memilih liburan sebagai bagian dari program hamil, Bunda. Mereka percaya bahwa liburan merupakan cara alami untuk meningkatkan peluang hamil atau bikin cepat hamil.

Konsep liburan untuk berfokus untuk mendapatkan kehamilan disebut juga conceptionmoon. Dilansir Baby Centre, conceptionmoon berdasar pada ide di mana pasangan suami istri bersantai, menghidupkan kembali gairah dalam hubungan, dan menjadikan proses pembuahan (konsepsi) menjadi lebih istimewa.

Sebuah survei terhadap ibu-ibu di BabyCentre Inggris menemukan bahwa 18 persen ibu yang mendapatkan kehamilan saat liburan telah merencanakan conceptionmoon sebelumnya. Sementara dalam survei pada ibu-ibu di Amerika Serikat, terungkap bahwa hampir setengah dari semua pasangan yang melakukan conceptionmoon benar-benar hamil saat mereka sedang berlibur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Conceptionmoon dan peluang hamil

Conceptionmoon 'bekerja' dengan cara merelaksasi suami istri, serta mengingatkan mengapa keduanya bisa saling jatuh cinta. Relaksasi dalam conceptionmoon dapat berarti memangkas stres yang dapat menghambat pembuahan.

Perlu diketahui, stres menghambat konsepsi karena bisa memengaruhi bagian otak, yakni hipotalamus atau kelenjar di otak yang mengontrol hormon untuk melepaskan sel telur. Kelenjar ini juga mengatur kadar testosteron pada laki-laki.

Jika pasangan suami atau istri merasa stres, maka mereka mungkin merasa kurang tertarik untuk berhubungan intim. Pada perempuan, stres juga dapat mengganggu siklus menstruasi, yang pada akhirnya bisa menyebabkan ovulasi lebih lambat dari biasanya, atau bahkan tidak berovulasi sama sekali.

Dalam konsep conceptionmoon, suami istri dapat memanfaatkan waktu istirahat sebaik-baiknya dengan liburan. Saat merencanakan liburan, perempuan dianjurkan untuk memerhatikan tanda-tanda ovulasi alami untuk mengatur waktu berhubungan intim.

Selama conceptionmoon, pasangan suami istri juga tidak dianjurkan untuk membawa ponsel. Jika tidak bisa benar-benar terputus dari dunia luar, pasangan dapat membawa ponsel tetapi berjanji lah pada diri sendiri untuk mematikannya pada waktu tertentu.

Terakhir adalah rileks. Manfaatkan waktu untuk tidur, menyantap makanan yang enak, dan menikmati kebersamaan, di dalam maupun di luar tempat tidur.

Kata pakar soal liburan bisa bikin cepat hamil

Liburan memang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan keintiman dengan pasangan, Bunda. Tapi, liburan tidak menjadi faktor penentu utama terjadinya kehamilan ya.

Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari Brawijaya Hospital Antasari, dr. Niken Pudji Pangastuti, SpOG, K-FER, kehamilan bisa terjadi baik saat liburan atau tidak, tergantung kondisi kesehatan pada pasangan suami istri.

"Kalau misalnya mau cepet hamil atau tidak, tergantung kondisi pasangan. Apabila kalau enggak ada masalah pada dua-duanya bisa terjadi kehamilan." kata Niken, dilansir detikcom.

Meski begitu, Niken mengatakan bahwa kondisi psikologis memang bisa berperan. Misalnya, saat liburan, tingkat stres cenderung menurun sehingga hormon stres seperti kortisol menjadi tidak terlalu tinggi. Kondisi tersebut dapat menyeimbangkan hormon tubuh lainnya yang berperan dalam proses ovulasi.

"Faktor utamanya karena dia (perempuan) enggak stres sehingga hormon-hormon jadi lebih balance, sehingga ovulasi bisa lebih mudah terjadi," ungkapnya.

Pengaruh stres pada kesuburan

Stres kronis yang meluas faktanya memang bisa memiliki efek buruk yang sangat merugikan pada kesuburan serta mengganggu fungsi reproduksi tubuh. Pada perempuan, kebiasaan hidup yang penuh tekanan dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur dan anovulasi, yang pada akhirnya dapat menyebabkan ovarium tidak dapat melepaskan sel telur.

Tak hanya stres, riwayat depresi pada perempuan juga dapat memengaruhi peluang hamil, Bunda. Dikutip dari laman Mayo Clinic, penelitian menunjukkan bahwa perempuan dengan riwayat depresi dua kali lebih mungkin mengalami infertilitas. Sementara itu, kecemasan yang dialami perempuan dapat memperpanjang waktu yang dibutuhkannya untuk mencapai kehamilan.

Selain liburan, Bunda dapat mengurangi stres dengan cara lain yang lebih mudah di rumah. Berikut beberapa cara untuk mengurangi tingkat stres di rumah:

  • Menikmati makanan yang enak dan sehat
  • Rutin olahraga
  • Melakukan yoga
  • Meluangkan waktu untuk meditasi

Saat ingin memulai program hamil, pasangan suami istri juga dapat berkonsultasi dulu ke dokter. Pastikan untuk mengetahui kondisi medis sebelum merencanakan punya momongan.

Demikian penjelasan terkait conceptionmoon atau liburan yang difokuskan untuk mendapatkan kehamilan. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda