kehamilan
Apa Itu Prekonsepsi? Tahapan Penting yang Perlu Disiapkan Sebelum Hamil
HaiBunda
Rabu, 07 Jan 2026 22:00 WIB
Daftar Isi
Bunda, kehamilan yang sehat ternyata tidak dimulai saat test pack menunjukkan dua garis. Justru, fondasinya sudah dibangun jauh sebelum pembuahan terjadi, lewat fase yang disebut prakonsepsi.
Sayangnya, fase penting ini masih sering terlewat atau dianggap tidak terlalu perlu. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan ibu sebelum hamil sangat menentukan kesehatan kehamilan dan bayi di masa depan.
Apa itu prakonsepsi?
Prakonsepsi adalah masa persiapan sebelum kehamilan, yaitu periode ketika perempuan (dan idealnya juga pasangan) mempersiapkan tubuh, mental, serta gaya hidup agar siap menjalani kehamilan secara optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut World Health Organization (WHO), preconception care mencakup intervensi kesehatan, nutrisi, dan perilaku yang dilakukan sebelum kehamilan untuk menurunkan risiko komplikasi pada ibu dan bayi.
Periode prakonsepsi idealnya dimulai 3–6 bulan sebelum merencanakan kehamilan, bahkan bisa hingga satu tahun sebelumnya.
Mengapa prakonsepsi penting untuk Bunda?
Kondisi kesehatan Bunda sebelum hamil justru sangat menentukan perjalanan kehamilan dan kesehatan si kecil ke depannya. Inilah mengapa masa prakonsepsi menjadi krusial.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa fase sebelum kehamilan berperan besar dalam menurunkan risiko komplikasi, baik pada ibu maupun bayi. Berbagai studi internasional menemukan bahwa kondisi ibu sebelum hamil berpengaruh besar terhadap:
- Risiko keguguran
- Cacat lahir
- Persalinan prematur
- Berat badan lahir rendah
- Komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional dan preeklamsia
Sebuah systematic review yang dipublikasikan di Reproductive Health Journal menyebutkan bahwa perawatan prakonsepsi terbukti membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, terutama melalui perbaikan nutrisi dan pengendalian penyakit kronis. Artinya, banyak masalah kehamilan sebenarnya bisa dicegah bahkan sebelum pembuahan terjadi.
Selain itu, kondisi seperti anemia, kekurangan gizi, obesitas, atau penyakit kronis yang tidak terkontrol sebelum hamil dapat memperberat kehamilan. WHO menegaskan bahwa prakonsepsi membantu Bunda masuk ke masa kehamilan dengan kondisi tubuh yang lebih siap, kuat, dan seimbang.
Peran besar asam folat di masa prakonsepsi
Tahukah Bunda, organ vital janin mulai terbentuk di minggu-minggu awal kehamilan, bahkan saat Bunda belum menyadari sedang hamil?
Penelitian dari Cochrane Database of Systematic Reviews menunjukkan bahwa konsumsi asam folat sejak masa prakonsepsi dapat menurunkan risiko cacat tabung saraf hingga 70 persen. Inilah alasan mengapa persiapan nutrisi tidak bisa ditunda.
Karena tabung saraf janin terbentuk dalam 28 hari pertama setelah pembuahan, banyak ibu tidak menyadari bahwa fase krusial ini terjadi saat ia bahkan belum tahu sedang hamil. Inilah mengapa asam folat sebaiknya dikonsumsi sejak prakonsepsi, bukan setelah dinyatakan hamil.
Tak hanya fisik, kesehatan mental juga berperan
Bunda, kesehatan mental sebelum hamil juga tak kalah penting. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Women’s Health menyebutkan bahwa stres kronis, depresi, dan kecemasan sebelum kehamilan dapat meningkatkan risiko:
- Persalinan prematur
- Gangguan pertumbuhan janin
- Baby blues hingga depresi pasca melahirkan
Itulah mengapa prakonsepsi juga mencakup kesiapan emosional dan psikologis, bukan hanya soal nutrisi dan pemeriksaan medis.
Apa saja yang dianjurkan di masa prakonsepsi?
Berdasarkan panduan WHO dan berbagai studi kesehatan reproduksi, berikut hal-hal yang dianjurkan Bunda lakukan saat prakonsepsi:
- Pemeriksaan kesehatan dasar dan penyakit kronis
- Konsumsi asam folat minimal 400 mcg per hari
- Menjaga pola makan seimbang dan status gizi
- Menghentikan rokok dan alkohol
- Mengelola stres dan kualitas tidur
- Menjaga berat badan ideal
- Melengkapi imunisasi yang diperlukan
Prakonsepsi bukan sekadar persiapan, tapi investasi
Bunda, prakonsepsi bukan soal 'cepat hamil', melainkan investasi jangka panjang untuk kesehatan ibu dan anak. Banyak komplikasi kehamilan sebenarnya bisa dicegah jika persiapan dilakukan sejak sebelum hamil. Kehamilan yang sehat tidak hanya dimulai di trimester pertama, tapi bahkan sebelum sel telur dan sperma bertemu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
7 Ciri-ciri Hamil 6 Bulan yang Sehat dan Cara Mengetahuinya
Kehamilan
3 Tips Menjaga Kehamilan Tetap Sehat di Masa Pandemi Saat Omicron Merebak
Kehamilan
Keputihan Ternyata Ciri-Ciri Kehamilan Sehat, Bun! Cek Ciri Lainnya Yuk
Kehamilan
5 Tips Menjaga Gaya Hidup Sehat Selama Kehamilan
Kehamilan
8 Hal yang Perlu Bunda Perhatikan untuk Perencanaan Kehamilan Sehat
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
4 Langkah Program Hamil yang Bisa Bunda & Ayah Lakukan Bersama, Juga Bikin Tambah Mesra
Studi Temukan Dampak Gula Darah Rendah sebelum Hamil, Berisiko Menyebabkan Komplikasi Persalinan
Luna Maya Promil Tahun Depan, Sudah Siapkan Nama Anak Bernuansa Indonesia Banget