kehamilan
Tumor Phyllodes: Penyebab Langka di Balik Hasil Positif Palsu Tes Kehamilan
HaiBunda
Rabu, 07 Jan 2026 20:00 WIB
Daftar Isi
Tumor phyllodes merupakan salah satu jenis tumor payudara yang sangat jarang terjadi, namun dapat menimbulkan tantangan besar dalam diagnosis dan penanganannya. Menariknya, dalam kasus tertentu, tumor ini bahkan dapat menyebabkan hasil positif palsu pada tes kehamilan, suatu kondisi yang sering mengecoh pasien maupun tenaga medis.Â
Mengutip laman Cureus, tumor phyllodes (TP) merupakan neoplasma fibroepitel yang jarang dan menyumbang kurang dari satu persen dari seluruh tumor payudara. Tumor ini paling sering terjadi pada perempuan usia 30 hingga 50 tahun, tetapi juga dapat mengenai individu yang lebih muda maupun lebih tua.Â
Tumor phyllodes umumnya bersifat jinak, namun sekitar 20 persen menunjukkan karakteristik ganas, termasuk peningkatan aktivitas mitosis, pertumbuhan stroma berlebihan dan tepi tumor yang infiltratif. Sebagian besar tumor phyllodes bersifat negatif terhadap reseptor estrogen (ER), reseptor progesteron (PR), dan human epidermal growth factor receptor 2 (HER2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala tumor phyllodes yang perlu diwaspadai
Mengutip laman Webmd, tumor phyllodes terasa seperti benjolan di payudara. Biasanya benjolan ini tidak menimbulkan rasa nyeri. Bunda mungkin menyadari adanya benjolan tersebut sendiri atau dokter menemukannya saat pemeriksaan rutin.
Tumor phyllodes dapat tumbuh hingga berdiameter sekitar 3 sentimeter, sedikit lebih dari satu inci hanya dalam beberapa minggu atau bulan. Tumor ini sering kali tumbuh dengan cepat, meskipun bersifat jinak. Bunda mungkin melihat benjolan tersebut tampak menonjol di permukaan kulit. Dalam beberapa kasus, tumor ini dapat meregangkan kulit atau menyebabkan luka (ulkus) pada payudara.
Cara diagnosis tumor phyllodes
Sementara pada beberapa kasus diagnosis tumor phyllodes phyllodes memerlukan kombinasi beberapa pemeriksaan yang dapat membantu menentukan apakah suatu benjolan merupakan tumor phyllodes.
1. Mammogram
Dokter mungkin mencurigai adanya tumor phyllodes berdasarkan temuan pada mammogram rutin atau USG. Pemeriksaan ini menampilkan gambaran detail dari benjolan. Tumor phyllodes biasanya memiliki bentuk bulat atau oval dengan batas yang jelas. Terkadang terdapat bintik-bintik kecil kalsium di dalamnya.
2. Ultrasonografi (USG)
Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh. Dokter menggunakannya untuk melihat apakah benjolan memiliki batas yang jelas dan berbentuk bulat.
3. Biopsi jarum
Dokter dapat melakukan biopsi jarum inti (core needle biopsy) pada benjolan untuk memastikan diagnosis. Sampel jaringan kecil diambil menggunakan jarum berongga, lalu diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari tanda-tanda kanker.
4. Biopsi eksisional atau pengangkatan benjolan
Sebagian besar orang memerlukan prosedur ini untuk menegakkan diagnosis. Dokter bedah akan mengangkat seluruh benjolan dan memeriksa jaringannya. Biopsi ini dapat menunjukkan apakah tumor bersifat jinak, borderline (di antara jinak dan ganas), atau ganas.
Penyebab tumor phyllodes dengan tes kehamilan positif palsu
Meskipun sangat jarang, terdapat laporan kasus yang menunjukkan bahwa tumor phyllodes ganas dapat memproduksi beta-hCG. Beta-human chorionic gonadotropin (beta-hCG) adalah hormon yang diproduksi oleh plasenta selama kehamilan. Hormon ini menjadi dasar utama tes kehamilan urin maupun serum.
Namun, beta-hCG tidak hanya dihasilkan oleh jaringan kehamilan. Dalam kondisi tertentu, hormon ini juga dapat diproduksi oleh tumor paru, tumor sel germinal ovarium atau testis, tumor gastrointestinal dan beberapa keganasan langka, termasuk tumor phyllodes.
Sementara kaitannya tumor phyllodes dengan tes kehamilan positif palsu terjadi karena pada salah satu kasus perempuan 28 tahun dengan tumor phyllodes ganas mengalami tes kehamilan urin positif, kadar beta-hCG serum meningkat hingga >1.000 mIU/mL, tidak ditemukan kehamilan intrauterin pada USG dan penurunan kadar beta-hCG secara signifikan setelah tumor diangkat.
Menariknya, saat tumor kambuh dan bermetastasis, kadar beta-hCG kembali meningkat, lalu kembali menurun setelah reseksi ulang. Pola ini sangat kuat mendukung bahwa Tumor Phyllodes tersebut secara langsung mensekresikan beta-hCG sebagai bagian dari sindrom paraneoplastik.
Selain itu, penyebab tumor phyllodes dengan tes kehamilan positif palsu lainnya yang paling umum bisa terjadi sebagai berikut:
- Kesalahan operator dalam melakukan atau menafsirkan tes
- Kehamilan biokimia (kehilangan kehamilan yang terjadi sangat dini setelah implantasi atau sebelum dapat terlihat pada USG)
- Pemberian hCG dari luar tubuh akibat terapi infertilitas atau peningkatan performa atletikTumor yang mensekresikan beta-hCG, sekresi hCG oleh hipofisis pada perempuan perimenopause atau pascamenopause
- Gangguan pada pemeriksaan akibat antibodi anti-hewan atau anti-hCG
- Sindrom hCG familial
Pengobatan tumor phyllodes
Semua tumor phyllodes, termasuk yang bersifat jinak, memerlukan tindakan operasi. Jika tumor bersifat ganas, Bunda mungkin membutuhkan operasi yang lebih agresif serta terapi tambahan.
1. Operasi
Terdapat beberapa pilihan tindakan operasi, antara lain:
Wide excision (eksisi luas)
Prosedur ini mengangkat tumor phyllodes beserta sebagian jaringan payudara sehat di sekitarnya. Tujuannya adalah untuk mencegah tumor tumbuh kembali.
Lumpektomi
Lumpektomi adalah operasi untuk mengangkat tumor dan setidaknya 1 sentimeter jaringan payudara sehat di sekelilingnya. Setelah operasi, seorang spesialis yang disebut ahli patologi akan memeriksa jaringan tersebut di bawah mikroskop. Jika masih ada keraguan bahwa seluruh sel tumor telah terangkat, Anda mungkin memerlukan operasi tambahan untuk mengambil area jaringan payudara sehat yang lebih luas.
Mastektomi
Mastektomi dapat menjadi pilihan jika tumor bersifat ganas, berukuran besar, atau jika ukuran payudara terlalu kecil sehingga lumpektomi sulit dilakukan. Dalam prosedur ini, dokter bedah mengangkat sebagian atau seluruh payudara. Operasi rekonstruksi payudara dapat dilakukan pada saat yang sama atau di kemudian hari.
Biasanya, dokter tidak perlu mengangkat kelenjar getah bening di ketiak dekat payudara, karena tumor phyllodes jarang menyebar ke area tersebut.
2. Radioterapi atau kemoterapi
Jika Bunda memiliki tumor phyllodes ganas yang belum menyebar ke luar payudara, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi radiasi. Kemoterapi terkadang diberikan jika tumor phyllodes telah menyebar ke luar payudara, namun kondisi ini jarang terjadi.
3. Perawatan lanjutan (tindak lanjut)
Karena tumor phyllodes dapat kambuh, pemantauan yang cermat setelah operasi sangat penting.
- Dalam waktu 4 hingga 6 bulan setelah operasi, temui dokter untuk pemeriksaan payudara, mammogram, dan USG. Dokter juga dapat menyarankan MRI, yaitu pemeriksaan pencitraan yang menggunakan medan magnet untuk menghasilkan gambaran bagian dalam tubuh.
- Lakukan mammogram atau USG secara rutin sesuai jadwal yang dianjurkan dokter.
- Jika tumor phyllodes bersifat ganas, Bunda mungkin memerlukan CT scan dada dan perut secara berkala selama 5 tahun setelah operasi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Amniosentesis, Tes untuk Tahu Kelainan Kromosom Janin
Kehamilan
5 Cara Tes Kehamilan Tanpa Test Pack, Bisa Gunakan Gula Hingga Odol
Kehamilan
Cobain Yuk Bunda, 7 Tes Kehamilan Secara Alami
Kehamilan
7 Cara Mudah dan Alami Cek Kehamilan di Rumah
Kehamilan
Kapan Waktu Tepat Lakukan Tes Kehamilan? Cari Tahu Yuk Bunda
5 Foto
Kehamilan
5 Gambar Test Pack Positif Hamil, Tak Selalu Muncul Dua Garis Lho
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Apakah Tespek Garis 2 Sudah Pasti Tanda Positif Hamil? Ini Kata Dokter
Tespek Garis 2 Samar, Apakah Tanda Hamil? Ketahui Penyebab & Hal yang Perlu Dilakukan
Telat Haid 1 Bulan tapi Hasil Kehamilan Negatif, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya