kehamilan
Benarkah Ibu Hamil yang Bahagia Melahirkan Bayi yang Bahagia?
HaiBunda
Jumat, 02 Jan 2026 08:30 WIB
Daftar Isi
Menjaga kesehatan mental selama hamil sangat penting, Bunda. Pasalnya, perasaan bahagia dan tenang saat hamil dapat berdampak positif pada perkembangan janin.
Banyak pakar percaya kalau ibu hamil bahagia akan melahirkan bayi yang sehat dan juga bahagia. Nah, dengan menjaga pikiran tetap tenang dan bahagia saat hamil, Bunda sama saja menciptakan lingkungan yang baik bagi tumbuh kembang Si Kecil di kemudian hari.
Ibu hamil bahagia dan bayi bahagia
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil yang bahagia dapat melahirkan bayi yang sehat dan bahagia. Misalnya, para peneliti dari Harvard University berpendapat bahwa pengalaman yang terjadi sebelum kelahiran dapat memengaruhi perkembangan selama masa bayi dan anak-anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir laman Michigan State University, ketika seorang ibu hamil mengalami stres, hal itu dapat meningkatkan jumlah stres pada janin yang dapat memengaruhi regulasi emosi, fungsi kognitif, dan perkembangan otak anak secara negatif. Hal ini karena perkembangan selama periode janin lebih cepat daripada tahap kehidupan lainnya.
Selain stres, kondisi lain yang perlu dipertimbangkan adalah kecemasan selama masa kehamilan atau kekhawatiran tentang kesehatan bayi dan persalinan. Kecemasan kehamilan dianggap sebagai faktor risiko kelahiran prematur.
Meskipun wajar untuk mengalami sedikit kecemasan selama kehamilan, namun jenis yang paling mengkhawatirkan adalah ketika kecemasan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari Bunda. Bila sudah mengalaminya, Bunda perlu segera mencari bantuan dari profesional.
Studi terbaru diterbitkan di jurnal European Neuropsychopharmacology pada 25 Januari 2025 juga menemukan kaitan antara kondisi mental ibu hamil pada bayinya setelah lahir. Menurut studi, stres ibu hamil dapat meninggalkan jejak epigenetik pada gen di plasenta yang terkait dengan kortisol, atau hormon yang diperlukan untuk perkembangan janin. Hormon ini berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres.
Studi ini melibatkan 45 ibu hamil sehat yang pertama kali mengandung janin. Hasilnya menunjukkan bahwa stres ibu, terutama pada awal kehamilan, dapat menyebabkan perubahan pada gen-gen di plasenta, yang pada akhirnya dapat memengaruhi perkembangan janin dan kesehatan bayi di masa mendatang.
"Studi ini menegaskan pentingnya menjaga kesehatan mental ibu sejak awal kehamilan, karena stres dapat meninggalkan jejak biologis pada perkembangan bayi melalui mekanisme epigenetik yang baru mulai kita pahami," kata peneliti Fakultas Biologi dan Institut Biomedik di University of Barcelona, Agueda Castro, dilansir laman Medical Xpress.
Bukti lain menunjukkan bahwa depresi selama kehamilan dapat meningkatkan risiko memiliki anak dengan masalah emosional, perilaku, atau kognitif. Menurut studi, hormon stres kortisol dapat melewati plasenta ke bayi, yang pada akhirnya dapat memengaruhi perkembangan otak.
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mempelajari bagaimana hal ini terjadi dan menemukan intervensi yang akan meningkatkan hasil kesehatan anak. Tapi setidaknya, hasil studi dapat digunakan sebagai landasan tentang pentingnya menjaga kesehatan mantal selama kehamilan.
Cara membuat diri bahagia saat hamil
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PIKSEL |
Ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk menciptakan kebahagiaan selama hamil agar terhindar dari stres hingga depresi. Berikut caranya seperti melansir dari Healthline:
1. Luangkan waktu untuk memikirkan dan merencanakan persalinan
Salah satu manfaat mempersiapkan persalinan adalah Bunda dapat membuat keputusan positif terkait hasil kesehatan yang lebih baik. Salah satu persiapannya adalah mencari bantuan atau dukungan selama persalinan.
"Misalnya, penelitian menunjukkan bahwa dukungan terus-menerus selama persalinan dapat menghasilkan hasil kelahiran yang lebih baik. Siapa yang akan memberikan ini? Pertimbangkan untuk bekerja sama dengan doula, yang dapat berbagi pengalaman dan dukungan sepanjang kehamilan, persalinan, dan kelahiran bayi," kata psikolog klinis, Alex Klein, PsyD.
2. Mendapatkan pijat prenatal
Sentuhan dari pijat prenatal dapat sangat membantu untuk mengatasi rasa sedih dan cemas. Pijat ini tak hanya bisa meredakan ketegangan otot dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga dapat membantu meredakan beberapa rasa sakit dan nyeri yang mungkin membuat Bunda sedih.
"Banyak penelitian telah menunjukkan manfaat sentuhan, dan manfaatnya dapat berlanjut pada periode pasca persalinan," ungkap Klein.
3. Relaksasi dengan aromaterapi
Aromaterapi bisa sangat ampuh untuk menenangkan pikiran yang cemas menunggu hari persalinan. Tapi, tidak semua aroma ini aman digunakan selama masa kehamilan, terutama untuk dijadikan minyak oles ya, Bunda.
Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang minyak esensial apa pun yang ingin Bunda gunakan untuk aromaterapi. Melalui cara ini, Bunda dapat memastikan bahwa minyak tersebut aman untuk diri sendiri dan bayi di dalam kandungan.
4. Luangkan waktu bersama orang yang dicintai
Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang Bunda sayangi dapat membantu untuk tetap fokus pada saat momen saat itu, termasuk bisa mengurangi kecemasan dan menurunkan stres. Saat menghabiskan waktu, cobalah berbicara dengan orang yang dicintai agar dapat mengubah suasana hati.
"Menghabiskan waktu bersama orang-orang yang dicintai dapat membantu kita merasa terhubung dengan mereka. Hubungan-hubungan ini dapat menjadi sumber dorongan yang kuat dan menawarkan dukungan selama kehamilan," ujar Klein.
5. Menjalani pola hidup sehat
Selama kehamilan, Bunda sebaiknya menerapkan pola hidup sehat agar bisa mencapai kebahagiaan. Beberapa pola hidup sehat ini seperti rutin olahraga, mengonsumsi makanan sehat, dan cukup tidur.
Olahraga telah terbukti dapat mengubah suasana hati menjadi lebih baik. Sementara itu, mengonsumsi makanan sehat dan cukup tidur dapat meningkatkan energi yang pada akhirnya juga bisa meningkatkan suasana hati.
Demikian kaitan antara ibu hamil bahagia dengan bayi bahagia. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Posisi Seks yang Memuaskan Saat Kehamilan Trimester 2
Kehamilan
Air Liur Bunda Bisa Ungkap Masalah Kesehatan Mental saat Kehamilan, Simak Penjelasannya
Kehamilan
Segera Atasi Gangguan Kesehatan Mental saat Hamil agar Bunda & Bayi Tetap Sehat
Kehamilan
Kebiasaan Ibu Hamil Marah Berlebihan, Pengaruhi Emosi Anak di Masa Depan
Kehamilan
7 Cara Menjaga Mood Ibu Hamil Tetap Bahagia Selama Pandemi Covid-19
7 Foto
Kehamilan
Intip 7 Potret Baby Moon Siti Badriah di Bali, Seru Bareng Suami Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/PIKSEL
Mengenal Depresi Perinatal yang Jadi Pemicu Utama Depresi Postpartum
Ternyata Stres pada Ibu Hamil Bisa Pengaruhi Temperamen Bayi
Air Liur Bunda Bisa Ungkap Masalah Kesehatan Mental saat Kehamilan, Simak Penjelasannya