Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Fakta Mengejutkan Fenomena Free Birth Society: Jejak Tragedi Kematian Bayi di Berbagai Negara

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 03 Jan 2026 08:30 WIB

Ilustrasi Keguguran
Fakta Mengejutkan Fenomena Free Birth Society: Jejak Tragedi Kematian Bayi di Berbagai Negara/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ake1150sb
Daftar Isi
Jakarta -

Di tengah kebebasan memilih metode persalinan, muncul fenomena Free Birth Society. Fenomena ini menuai sorotan di berbagai negara hingga memicu kontroversi global, Bunda.

Dilansir laman The Guardian, Free Birth Society (FBS) adalah sebuah 'bisnis' yang beroperasi di North Carolina. FBS mempromosikan gagasan bahwa perempuan dapat melahirkan tanpa bantuan bidan atau dokter.

FBS pertama kali muncul tahun 2017, dipimpin oleh Emilee Saldaya dan Yolande Norris-Clark. Keduanya adalah mantan doula yang beralih menjadi influencer media sosial dan telah mendapatkan pengikut global melalui podcast FBS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sejauh ini, FBS telah memperoleh keuntungan dari penjualanan video 'tutorial' persalinan alami dan akses ke grup keanggotaan berbayar untuk para ibu hamil. Saldaya dan Norris-Clark diketahui menjalankan dua sekolah daring yang melatih 'pendamping persalinan radikal' dan 'bidan otentik' untuk mendukung perempuan saat melahirkan.

The Guardian melakukan investigasi selama setahun untuk mengetahui FBS. Fakta mengejutkan pun datang. FBS dianggap bertentangan dengan dunia medis dan bisa memicu kematian bayi.

Fakta tentang Free Birth Society

Berikut beberapa fakta terkait Free Birth Society (FBS) berdasarkan hasil investigasi:

1. Banyak klaim FBS bertentangan dengan saran medis yang berbasis bukti

Bagi ibu yang sehat dengan kehamilan berisiko rendah, para ahli mengatakan risiko melahirkan tanpa bantuan tenaga medis umumnya rendah. Meski pada kenyataannya, sebagian besar tidak akan merekomendasikan tindakan tersebut, Bunda.

"Di seluruh populasi, menjalani persalinan dan kelahiran tanpa dukungan profesional dikaitkan dengan tingkat risiko yang lebih tinggi bagi ibu dan bayi," kata bidan senior Inggris di University of Lancashire, Profesor Soo Downe.

Downe merupakan salah satu dari empat ahli medis yang meninjau materi FBS ini, Bunda. Keempat ahli sepakat bahwa informasi yang diberikan FBS kepada ibu hamil mencakup konten yang tidak berdasar secara medis, menyesatkan, atau berbahaya.

Beberapa isi konten seperti klaim palsu bahwa tidak ada risiko infeksi sama sekali saat memotong tali pusar, panduan yang salah tentang cara mengatasi kondisi langka namun berpotensi fatal yang disebut distosia bahu, dan anjuran pendekatan pasif terhadap resusitasi bayi baru lahir yang menimbulkan risiko tinggi bagi berupa kerusakan neurologis jangka panjang atau kematian.

Kekhawatiran tentang FBS ini juga disampaikan profesor kebidanan di The Conversation, Hannah Dahlen. Menurutnya, persalinan tanpa bantuan sama saja penolakan terhadap perawatan antenatal.

"Salah satu faktor yang paling mengkhawatirkan para ahli obstetri tentang persalinan tanpa bantuan adalah penolakan terhadap perawatan antenatal. Hal ini dapat berarti bahwa faktor risiko, seperti bayi kembar dan presentasi sungsang tidak bisa terdeteksi sebelumnya," ungkap Dahlen.

Ilustrasi Janin dan KeguguranIlustrasi Janin Meninggal di dalam kandungan/ Foto: Getty Images/iStockphoto

2. FBS dikaitkan dengan dampak buruk di dunia nyata di seluruh dunia.

Dalam investigasinya, para ahli mengidentifikasi 48 kasus bayi lahir mati pada trimester akhir, kematian neonatal atau bentuk serius lainnya yang melibatkan ibu atau petugas persalinan yang tampaknya terkait dengan FBS. Sebagian besar kasus berbahaya itu tak hanya berkaitan dengan ibu di AS dan Kanada, tetapi juga mencakup kelahiran di Swiss, Prancis, Afrika Selatan, Thailand, India, Australia, Inggris, dan Israel.

Ketika persalinan tanpa bantuan medis mengalami masalah, mustahil untuk mengatakan apakah hasilnya akan berbeda bila mendapatkan dukungan medis. Namun, dalam 18 kasus, yang semuanya melibatkan wawancara mendalam dengan para ibu, para ahli menemukan bukti yang menunjukkan bahwa persalinan tanpa bantuan medis memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan ibu atau petugas persalinan, yang berpotensi menyebabkan tragedi yang dapat dihindari.

Salah satu kasus ini terjadi pada seorang ibu bernama Gabrielle Lopez. Sang putra Esau tersangkut saat lahir pada tahun 2022 dan mengalami cedera otak akibat kekurangan oksigen. Ia sekarang mengalami cacat parah.

Lopez melahirkan tanpa bantuan tenaga medis atau tidak ada seorang pun di ruangan bersalin yang memahami bahwa, setiap menit begitu penting bagi putranya. Dalam persalinan yang dibantu oleh tenaga profesional terlatih, keterlambatan lima menit antara kepala dan tubuh bayi yang keluar akan menjadi keadaan darurat.

3. Kepala eksekutif FBS memberikan nasihat langsung kepada ibu selama persalinan

Kepala eksekutif FBS, Emilee Saldaya, terkadang memberikan nasihat langsung kepada perempuan selama persalinan melalui panggilan telepon atau pesan. Hal itu pernah terjadi pada kasus yang dialami Bunda Lorren Holliday, yang kehilangan putrinya karena lahir mati pada tahun 2018.

Saldaya membantah telah memberi nasihat kepada Holliday. Ia bahkan mengaku tidak mengenal Holliday. Namun, The Guardian telah meninjau lebih dari 100 pesan antara Saldaya dan Holliday selama lima hari persalinan aktifnya di rumahnya di California.

Meskipun terdapat banyak tanda bahwa Holliday mengalami keadaan darurat medis, Saldaya mendorongnya untuk terus melanjutkan, sebelum akhirnya memberinya skenario untuk menipu staf rumah sakit tentang detail persalinannya.

Pada tahun 2024, Saldaya juga diketahui memberi nasihat kepada Haley Bordeaux, seorang ibu dari Virginia, melalui panggilan telepon dan pesan teks kepada seorang teman. Ia melahirkan bayi yang sehat, tetapi mengalami beberapa kali serangan stroke disebabkan oleh preeklampsia parah yang membuatnya buta sementara.

4. FBS memperoleh keuntungan karena banyak yang tak percaya dengan pelayanan medis

Banyak calon ibu tertarik pada FBS karena alasan yang sebenarnya dapat dipahami. Mereka percaya dengan FBS karena adanya skandal dalam perawatan persalinan, kekhawatiran tentang pendekatan yang terlalu medis terhadap persalinan, dan dalam beberapa kasus, ditemukan kelalaian hingga kekerasan obstetrik.

Saldaya dan Norris-Clark mengeksploitasi kekhawatiran tersebut, dengan menuduh dokter dan bidan medis 'mensabotase' persalinan, melakukan pelecehan seksual dengan 'meraba-raba', dan bahkan melakukan 'pembunuhan'.

Di sisi lain, Saldaya dan Norris-Clark juga merupakan pebisnis yang mahir. FBS diperkirakan telah menghasilkan pendapatan lebih dari 13 juta dollar AS atau sekitar Rp217 miliar sejak tahun 2018. Setidaknya, hampir 1.000 siswa telah lulus dari sekolah Radical Birth Keeper, di mena mereka mesti membayar 6.000 dollar AS atau sekitar Rp100 juta untuk kursus Zoom tiga bulan bagi 'bidan otentik' dan 12.000 dollar AS atau Rp200 juta selama setahun untuk MatriBirth Midwifery Institute (MMI) atau sebuah 'sekolah kebidanan intensif daring berstandar'.

5. Para pemimpin FBS tampaknya tidak terpengaruh oleh kritik

Saldaya dan Norris-Clark tidak pernah terpengaruh dengan kritik yang datang untuk FBS. Mereka justru menyangkal tudingan buruk terhadap FBS.

Pada Mei 2025, FBS sempat mem-posting pernyataan di Instagram, yang menyatakan bahwa kontennya ditujukan untuk tujuan 'pendidikan dan informasi' dan tidak dimaksudkan untuk mendiagnosis, mengobati, menyembuhkan, atau mencegah kondisi medis apa pun yang terkait dengan kehamilan atau persalinan.

Saldaya dan Norris-Clark juga sempat menanggapi kritik terhadap bisnis mereka dan risiko yang ditimbulkannya bagi ibu dan bayi. Norris-Clark menyebut para kritikus sebagai 'pecundang yang menyedihkan', dan ia membela FBS karena dianggap sebagai 'jenis bisnis paling etis yang dapat dijalankan'.

Demikian penjelasan terkait fenomena Free Birth Society (FBS) yang menjadi kontroversi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda