Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Ciri-ciri Kista di Rahim yang Perlu Diketahui

Dwi Indah Nurcahyani   |   HaiBunda

Minggu, 04 Jan 2026 22:00 WIB

Ilustrasi rahim terbalik
Ciri-ciri Kista di Rahim yang Perlu Diketahui/Foto: Getty Images/sasirin pamai
Daftar Isi
Jakarta -

Kista dapat terus bertumbuh meskipun umumnya kista rahim ini tidak berbahaya. Meski kadang tak menimbulkan gejala, ketahui ciri-ciri kista di rahim yang perlu diketahui agar tahu mana kondisi yang perlu diwaspadai dan mana yang tidak.

Kista di rahim merupakan kantung berisi cairan yang terbentuk di ovarium perempuan dan umum terjadi. Hampir dari setiap perempuan akan mengalaminya suatu saat. Sebagian besar kondisi ini tidaklah berbahaya dan akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan sementara pada beberapa kasus bisa menyebabkan masalah lebih lanjut.

Apa itu kista?

Kista rahim merupakan kantung kecil berisi cairan atau material semi padat yang terbentuk di dalam salah satu atau kedua ovarium perempuan. Secara umum, terdapat berbagai jenis kista di rahim. Sebagian besar diantaranya tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak bersifat kanker (jinak). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kista ini sebenarnya tidaklah selalu menimbulkan gejala ya, Bunda. Karenanya, banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka memilikinya kecuali tim medis melakukan pemeriksaan panggul atau USG panggul.

Untuk itu, menjadwalkan pemeriksaan panggul secara teratur dan berkonsultasi dengan dokter tentang gejala apa pun yang dialami dapat membantu mengatasi masalah apa pun yang  terkait dengan kista di rahim. Tidak perlu khawatir dengan kista di rahim ya, Bunda. Sebab, kista ini sangat umum terjadi terutama jika Bunda belum mengalami menopause.

Jenis-jenis kista

Sebagian besar kista di rahim merupakan kista fungsional, Bunda. Kista ini terbentuk sebagai respons terhadap perubahan tubuh selama siklus menstruasi. Pada kondisi yang lebih jarang terjadi, kista di rahim ini terbentuk karena alasan yang tidak terkait dengan menstruasi.

Berikut ini beberapa jenis-jenis kista yang perlu diketahui, Bunda:

1. Kista fungsional

Kista fungsional merupakan jenis kista di rahim yang paling umum dan tidak terkait dengan penyakit. Kista ini terjadi sebagai akibat dari ovulasi dan menjadi tanda bahwa rahim berfungsi sebagaimana mestinya.

Kista fungsional umumnya menyusut seiring waktu yakni biasanya dalam waktu 60 hari tanpa pengobatan. Terkadang, kista fungsional disebut kista sederhana. Jenis-jenisnya sendiri meliputi kista foliket dan kista korpus luteum.

2. Kista rahim lainnya

Tidak semua kista di rahim terbentuk sebagai respons terhadap siklus menstruasi ya, Bunda. Dan, penting diingat bahwa kista di rahim tidak selalu merupakan tanda penyakit. Tim medis dan dokter mungkin perlu memantaunya untuk memastikan bahwa kista tersebut tidak menyebabkan komplikasi. Jenis-jenis dari kista rahim lainnya meliputi kistadenoma, kista dermoid, kista kanker rahim, dan lainnya seperti dikutip dari laman Cleveland Clinic.

Ciri-ciri kista di rahim yang perlu diketahui

Kista di rahim mungkin muncul tanpa disertai gejala sehingga tak banyak perempuan yang menyadarinya. Agar lebih mewaspadainya, simak ciri-ciri kista di rahim yang perlu diketahui untuk membantu mengidentifikasi tindakan yang tepat demi kesehatan Bunda:

1. Nyeri panggul

Nyeri panggul yang terus menerus atau sesekali menjadi gejala umum kista di rahim. Nyeri tersebut mungkin terasa seperti nyeri tumpul atau nyeri tajam dan dapat terjadi di satu atau kedua sisi perut bagian bawah.

2. Gangguan menstruasi

Kista di rahim dapat mengganggu siklus menstruasi dan menyebabkan periode menstruasi tidak teratur atau adanya perubahan aliran menstruasi.

3. Hubungan seksual yang menyakitkan

Beberapa perempuan dengan kista di rahim mungkin mengalami ketidaknyamanan atau nyeri selama berhubungan intim.

4. Perut kembung dan bengkak

Keberadaan kista di rahim yang besar dapat menyebabkan kembung dan perasaan berat di perut ya, Bunda.

5. Sering buang air kecil

Kista besar yang menekan kandung kemih dapat menyebabkan peningkatan frekuensi buang air kecil seperti dikutip dari laman Deserthillsobgyn.

6. Mual dan muntah

Pada beberapa kasus, kista di rahim dapat menyebabkan mual dan muntah, terutama jika kista tersebut terpelintir atau pecah. 

Penyebab kista rahim

Ada banyak penyebab kista rahim dan semuanya bergantung pada jenis kistanya ya, Bunda. Berikut ini beberapa penyebanya:

1. Kista fungsional dapat disebabkan ketika kadar hormon selama menstruasi tidak seimbang. Siklus ini dapat terganggu dan akhirnya mengembangkan kista folikel atau kista korpus luteum.
2. Pada kista non kanker biasanya disebabkan oleh banyak hal, termasuk endometriosis dan infeksi menular seksual.
3. Kista kanker dapat disebabkan oleh kanker rahim seperti dikutip dari laman Health Direct.

Diagnosis kista

Dalam mendiagnosis kista, dokter akan melakukan pemeriksaan secara intensif dan menanyakan gejala yang dirasakan serta melakukan beberapa tes. 

Adapun beberapa tindakan yang perlu dilakukan di antaranya USG (biasanya dilakukan melalui vagina), tes kehamilan untuk menyingkirkan kehamilan ektopik yang dapat menyebabkan gejala yang mirip dengan kista. Selain itu, ada juga tes pemeriksaan darah untuk melengkapi identifikasi lebih lanjut.

Pengobatan kista

Pengobatan untuk kista akan bergantung pada jenis kista yang dimiliki pasien, seberapa besar ukurannya, gejala yang dialaminya, serta apakah pasien sudah mengalami menopause atau belum.

Sebagian besar pada kasus kista tidaklah memerlukan pengobatan. Dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk memantaunya selama beberapa bulan dan pada kebanyakan kasus kista akan hilang dengan sendirinya.

Dokter mungkin akan menyarankan agar kista diangkat jika terdapat beberapa kondisi tersebut:

1. Kista tidak hilang setelah tiga bulan
2. Kista berukuran lebih besar dari 6 cm
3. Kista terus membesar
4. Kista menyebabkan nyeri atau tekanan yang parah
5. Kista tersebut mungkin bersifat kanker

Ketika salah satu atau beberapa di antaranya dialami, dokter akan mengangkat kista melalui operasi laparoskopi. Jika kista sangat besar, diperlukan juga operasi terbuka atau laparotomi.

Kista saat hamil, apakah berpengaruh pada janin?

Keberadaan kista saat hamil sering membuat ibu hamil jadi khawatir ekstra mengingat ada janin yang sedang bertumbuh di rahimnya. Belum lagi, kekhawatiran bahwa kista rahim tersebut dapat menyebabkan keguguran dan berpengaruh pada janin terus menghantui.

Lantas, apakah kista saat hamil berpengaruh pada janin?

Mengenai hal tersebut sebenarnya semuanya tergantung pada jenis dan ukuran kista ya, Bunda. Pada kista fungsional kecil, seperti kista folikel atau kista korpus luteum, kondisi tersebut umum terjadi dan biasanya tidak mengganggu pembuahan atau kehamilan yang sehat.

Selama kehamilan, beberapa kista rahim terutama yang fungsional seperti kista korpus luteum akan mengecil secara alami. Dan, pengangkatan kista melalui pembedahan selama kehamilan akan dilakukan bila diperlukan (cenderung aman pada trimester kedua) untuk menyeimbangkan risiko bagi ibu dan janin.

Selain itu, pembedahan minimal invasif (laparoskopi) dapat pula digunakan selama kehamilan dalam kondisi tertentu karena risiko pengangkatan kista rahim selama kehamilan meningkat. 

Ada baiknya, selalu konsultasikan apa pun yang dirasakan selama kehamilan secara intensif dengan dokter ya, Bunda, agar dokter bisa memantau kondisi kista di rahim sesegera mungkin. Semoga sehat selalu sampai persalinan, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda