Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Penemuan Terbaru, Bakal Hadir Alat Tes Kehamilan Khusus untuk Ibu Tunanetra

Amrikh Palupi   |   HaiBunda

Jumat, 02 Jan 2026 20:50 WIB

Keren! lulusan baru program product design and technology dari University of Limerick, Irlandia menciptakan alat tes kehamilan untuk ibu tunanetra. Seperti apa?
Penemuan Terbaru, Alat Tes Kehamilan untuk Ibu Tuna Netra/ Foto: Getty Images/GrabillCreative
Jakarta -

Perkembangan teknologi kesehatan kembali menghadirkan terobosan penting. Kali ini, inovasi datang dari dunia desain produk melalui penciptaan alat tes kehamilan ibu tunanetra yang dirancang khusus agar dapat digunakan secara mandiri, aman, dan bermartabat oleh perempuan dengan gangguan penglihatan.

Inovasi ini dirancang oleh Leah Shanahan, seorang lulusan baru Program Product Design and Technology dari University of Limerick, Irlandia. Lewat proyek tugas akhirnya, Shanahan Leah berhasil mencuri perhatian dunia akademik dan kesehatan global dengan menciptakan tes kehamilan multisensori yang diberi nama AMY.

Pengalaman pribadi Leah Shanahan sebagai perempuan dengan gangguan penglihatan yang sudah ia alami sejak lahir, serta didorong oleh para perempuan tunanetra yang ditemui selama proses perancangan menjadi sumber inspirasi proyek ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya sendiri tidak sepenuhnya tunanetra, tetapi saya memiliki pemahaman setengah tentang kondisi tersebut. Lalu ketika saya berbicara langsung dengan perempuan tunanetra dan memahami kehidupan mereka, di situlah proyek ini benar-benar terdorong," ujar Leah Shanahan dikutip dari laman Rte.ie.

Cara penggunaan alat tes kehamilan ibu tunanetra

Leah Shanahan menjelaskan bahwa alat tes kehamilan ibu tunanetra ini menggunakan teknologi fotosensor, serupa dengan yang terdapat pada tes kehamilan digital. Alat ini juga memiliki tiga cara berbeda dalam penggunaannya. Pertama terdapat simbol plus atau minus yang timbul pada alat pembaca sehingga dapat diraba dengan sentuhan.

Kedua, tersedia fitur yang memungkinkan pengguna menempelkan ponsel mereka untuk membuka laman web, di mana akan ditampilkan simbol merah atau hijau yang mencolok disertai teks besar dengan kontras tinggi bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan sebagian. Kemudian yang ketiga, pengguna juga dapat memilih untuk mendengarkan hasil tes yang dibacakan secara audio.

"Dengan cara ini, perempuan tunanetra bisa mengetahui hasil tes kehamilan tanpa perlu melibatkan orang ketiga," jelasnya.

Menurut Shanahan produk yang diberi nama AMY ini menjawab tantangan nyata dalam layanan kesehatan melalui pendekatan desain yang berpusat pada pengguna, dengan prinsip inklusivitas sebagai inti dari pengembangannya.

Shanahan menyadari bahwa perempuan tunanetra dan penyandang gangguan penglihatan adalah satu-satunya kelompok yang tersisih dari momen intim untuk mengetahui kehamilan mereka sendiri. Oleh karena itu, ia terdorong untuk mencari solusi yang lebih baik. Dari situlah AMY diciptakan.

"Saya ingin menciptakan sebuah produk yang mengembalikan kemandirian dan martabat dalam pengalaman ini, dengan memanfaatkan keahlian saya di bidang desain serta pemahaman saya tentang aksesibilitas untuk menghadirkan perubahan yang nyata,” ujar Leah Shanahan dikutip dari laman Medicalindependen.

Leah Shanahan mengatakan alat tes kehamilan ibu tunanetra ini menggunakan sampel air liur, sebuah metode yang masih kurang dikenal meskipun sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan belum diketahui oleh Shanahan sendiri sebelum ia memulai proyek tersebut. Menurutnya, metode ini jauh lebih mudah diakses bagi penyandang tunanetra dibandingkan tes urine.

Menciptakan tiga cara berbeda untuk mengonfirmasi hasil tes menjadi prioritas utama bagi lulusan tersebut, demi memberikan kejelasan yang maksimal. Hal ini juga menghadirkan momen privasi bagi para perempuan, sesuatu yang sebelumnya tidak mereka miliki.

“Semua perempuan yang bisa melihat dapat menjadi orang pertama yang mengetahui bahwa mereka hamil, sementara bagi perempuan tunanetra hal itu tidak berlaku. Mereka harus melibatkan orang lain. Ini adalah momen yang sangat besar dalam kehidupan setiap perempuan, dan mereka secara khusus dikecualikan dari pengalaman tersebut,"  ujar Shanahan.

Untuk saat ini, Shanahan mengatakan bahwa ia terbuka untuk berkolaborasi dengan para produsen agar proyek ini dapat dipasarkan dan tersedia untuk masyarakat luas.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda