kehamilan
Kabar Baik! Peneliti China Ungkap Cara Baru Atasi Adenomiosis dengan Metode Lebih Aman
HaiBunda
Kamis, 01 Jan 2026 18:30 WIB
Daftar Isi
Nyeri haid parah sampai bikin aktivitas terganggu sering kali dianggap wajar. Padahal, bisa jadi itu tanda adenomiosis, kondisi ketika jaringan lapisan rahim tumbuh ke otot rahim dan memicu nyeri hebat serta perdarahan berlebih. Adenomiosis menjadi salah satu kondisi kesehatan reproduksi yang kerap luput dari perhatian, padahal dampaknya bisa sangat mengganggu kualitas hidup perempuan. Mulai dari nyeri haid hebat, perdarahan menstruasi berlebihan, hingga gangguan kesuburan.Â
Kabar baiknya, peneliti di China baru-baru ini mengungkap pendekatan baru yang dinilai lebih aman dan minim efek samping untuk mengatasi adenomiosis terutama bagi perempuan yang masih ingin mempertahankan rahimnya.
Sebab selama ini, banyak terapi adenomiosis bergantung pada hormon atau bahkan operasi besar, yang tak jarang memicu efek samping. Namun, temuan terbaru ini membuka harapan baru karena terapi difokuskan langsung pada penyebab penyakit, bukan sekadar meredakan gejala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa itu adenomiosis?
Adenomiosis adalah kondisi ketika jaringan endometrium (lapisan dalam rahim) tumbuh menembus ke dalam dinding otot rahim. Akibatnya, rahim bisa membesar dan menimbulkan nyeri hebat, terutama saat menstruasi.
Kondisi ini sering dialami perempuan usia reproduksi terutama setelah usia 30 tahun atau pada perempuan yang pernah melahirkan dan kerap disalahartikan sebagai nyeri haid biasa. Padahal, pada sebagian perempuan, adenomiosis bisa berdampak serius hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan peluang hamil. Sayangnya, adenomiosis kerap terlambat terdeteksi karena gejalanya mirip nyeri haid biasa.
Selama ini, penanganan adenomiosis umumnya melibatkan:
- Terapi hormon untuk menekan pertumbuhan jaringan
- Obat pereda nyeri
- Prosedur operasi, termasuk pengangkatan rahim (histerektomi) pada kasus berat
Sayangnya, terapi hormon sering memicu efek samping seperti perubahan mood, kenaikan berat badan, hingga gangguan hormonal. Sementara operasi jelas bukan pilihan ideal bagi perempuan yang masih ingin mempertahankan kesuburan.
Terobosan baru dari peneliti China
Peneliti di China memperkenalkan pendekatan terapi minimal invasif yang menargetkan jaringan adenomiosis secara lebih spesifik, tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Metode ini dikembangkan untuk:
- Mengurangi nyeri dan perdarahan secara signifikan
- Menekan risiko efek samping hormon jangka panjang
- Mempertahankan fungsi rahim dan peluang kehamilan
Dikutip dari English.scio, para ilmuwan Tiongkok telah mengidentifikasi reseptor prolaktin sebagai target kunci yang mendorong adenomiosis. Untuk pertama kalinya, mereka menunjukkan bahwa aktivasi abnormal sinyal prolaktin berhubungan langsung dengan adenomiosis dan memverifikasi potensi obat antibodi monoklonal yang menargetkan reseptor prolaktin untuk pengobatan penyakit ini.
Pendekatan ini memanfaatkan teknologi berbasis energi terkontrol yang diarahkan langsung ke area adenomiosis, sehingga kerusakan jaringan dapat diminimalkan. Terapi ini dinilai lebih aman dibanding tindakan bedah besar dan lebih efektif dibanding pengobatan simptomatik semata.
Studi ini dilakukan bersama oleh tim peneliti dari Universitas Peking (PKU) yang dipimpin oleh Xiao Ruiping dan Hu Xinli, bersama dengan tim Zhu Lan dari Rumah Sakit Peking Union Medical College. Temuan mereka dipublikasikan dalam jurnal akademik internasional Signal Transduction and Targeted Therapy.
Prolaktin adalah hormon yang mendorong perkembangan kelenjar payudara dan laktasi. Reseptor prolaktin adalah protein yang terletak pada membran sel. Sinyal prolaktin ditransmisikan ke dalam sel melalui reseptor, memicu serangkaian respons seluler.
Para peneliti telah menemukan, melalui analisis 13 sampel klinis, bahwa pensinyalan prolaktin sangat aktif secara abnormal di endometrium dan lesi ektopik pasien. Hasil klinis dari lebih dari seratus pasien menunjukkan keamanan dan efektivitas obat tersebut.
"Obat hormonal tradisional menghambat kehamilan dan tidak ramah terhadap kesuburan,"Â kata Xiao, dekan Fakultas Teknologi Masa Depan di PKU.
 "Kemajuan pengembangan obat yang menargetkan reseptor prolaktin tidak hanya akan meringankan penderitaan pasien tetapi juga menjanjikan penyelesaian sepenuhnya dilema antara pengobatan dan infertilitas," sambungnya.
Lebih aman untuk perempuan usia subur
Salah satu poin penting dari temuan ini adalah fokus pada perlindungan kesehatan reproduksi jangka panjang. Bagi perempuan yang masih merencanakan kehamilan, metode ini memberikan harapan baru karena rahim tetap dipertahankan.
Peneliti juga mencatat bahwa pasien mengalami pemulihan lebih cepat, nyeri pasca tindakan lebih ringan, serta kualitas hidup yang membaik setelah terapi.
Harapan baru bagi pejuang adenomiosis
Temuan ini memberi angin segar bagi perempuan yang selama ini harus bertahan dengan nyeri haid ekstrem atau pilihan terapi yang terbatas. Dengan pendekatan yang lebih aman dan ramah kesuburan, penanganan adenomiosis ke depan diharapkan bisa semakin personal dan berfokus pada kualitas hidup perempuan.
Jika Bunda sering mengalami nyeri haid berlebihan atau perdarahan yang tidak biasa, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Deteksi dini dan pilihan terapi yang tepat bisa membuat perbedaan besar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
Adakah Efek Samping Minum Pil Kontrasespsi Darurat untuk Kesehatan Reproduksi Bunda?
Kehamilan
Adenomiosis, Kenali Gejala, Penyebab dan Cara Mengobatinya agar Bisa Hamil
Kehamilan
Ciri-Ciri Miom Tumor Jinak pada Wanita, Gejalanya Mirip Adenomiosis tapi Bedanya...
Kehamilan
Mengenal Adenomiosis yang Dialami Melaney Ricardo, Penyebab hingga Pengobatannya
Kehamilan
Melaney Ricardo Lakukan Operasi Angkat Rahim di Usia 41 Th, Alasannya karena Ini
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Penyebab Haid Dua Kali dalam Sebulan, Benarkah Berbahaya?
Normalkah Haid Lebih dari 7 Hari setelah Melahirkan? Ini Kata Dokter