Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Sudah Punya 4 Anak, Irish Bella dan Haldy Sabri Ungkap Sedang Program Hamil

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 29 Nov 2025 12:50 WIB

irish bella
Irish Bella dan Haldy Sabri/ Foto: dok Instagram _irishbella_
Daftar Isi
Jakarta -

Artis Irish Bella sudah setahun menikah dengan pengusaha Haldy Sabri. Perempuan keturunan Indonesia-Belgia ini telah memiliki empat anak, di mana dua di antaranya adalah anak dari pernikahan pertama dengan Ammar Zoni, dan dua lainnya merupakan anak sambung dari Haldy Sabri.

Setahun menikah, Irish Bella dan Haldy Sabri berencana untuk menambah momongan, Bunda. Hal ini diungkap keduanya saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.

"Insyaallah lagi program (hamil). Insyaallah nanti pasti dikabarin," kata Haldy, dikutip dari detikcom.

"Amin doain ya," ujar Irish Bella.

Kabar soal rencana keduanya untuk menambah momongan pertama kali mencuat saat Haldy mengunggah foto anak bungsunya dan anak bungsu Irish Bella di Instagram. Dalam unggahan ini, Haldy menuliskan caption yang membuat netizen menduga bahwa ia dan Irish Bella memutuskan untuk program hamil (promil), Bunda.

"Sekarang duo adek dan insyaAllah suatu saat jadi... Aamiinn," tulisnya, dikutip dari Instagram @haldy_sabri.

Pada akhir tahun lalu, Haldy Sabri juga sempat menjawab kemungkinan sang istri hamil. Pengusaha asal Aceh ini tampaknya tidak mau menunda rencana untuk menambah momongan setelah menikah.

"Insyaallah, apabila Allah mengizinkan maka kita berencana untuk punya anak," katanya.

Tips merencanakan kehamilan ketiga

Perencanaan kehamilan yang matang memang penting bagi pasangan suami istri. Meski sudah memiliki lebih dari satu anak, program hamil anak ketiga tetap perlu diperhitungkan dengan matang, Bunda.

Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa persiapan yang perlu dilakukan untuk program hamil anak ketiga:

1. Konsultasi ke dokter

Sebelum hamil, Bunda dan Ayah perlu berkonsultasi dengan dokter tentang riwayat kesehatan dan kondisi medis apa pun yang dimiliki saat ini. Buatlah daftar topik pembicaraan agar Bunda tidak melewatkan apa pun.

Dilansir laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut beberapa hal yang perlu dipastikan saat berkonsultasi dengan dokter untuk promil:

  • Kondisi medis apa pun yang Bunda dan Ayah miliki saat ini
  • Semua obat yang Bunda konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, suplemen, dan vitamin
  • Vaksinasi yang penah atau belum didapatkan
  • Kebiasaan dan gaya hidup sehari-hari

2. Konsumsi asam folat

Konsumsi asam folat juga perlu dimulai selama program hamil, Bunda. Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC merekomendasikan untuk memulai suplemen asam folat setidaknya satu hingga tiga bulan sebelum konsepsi atau pembuahan.

"Suplementasi asam folat harus dimulai sedini mungkin (idealnya sebelum pembuahan) untuk mencegah cacat tabung saraf. Bukti menunjukkan bahwa penggunaan suplemen asam folat dan zat besi juga dikaitkan dengan penurunan risiko defisiensi zat besi dan anemia pada ibu hamil," demikian penjelasan WHO di laman resminya.

3. Menghindari kebiasaan buruk

Mengubah pola hidup menjadi sehat adalah kunci utama dalam program hamil. Tugas ini perlu dilakukan kedua belah pihak, yakni suami dan istri.

Sebelum promil, Ayah dan Bunda perlu berhenti merokok dan konsumsi alkohol, seta menjauhi paparan polusi dan zat berbahaya seperti pestisida. CDC mengatakan bahwa minum alkohol, merokok, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu dapat menyebabkan masalah selama kehamilan, seperti kelahiran prematur, cacat lahir, dan kematian bayi.

4. Mencapai berat badan ideal

Melansir dari laman Self, berat badan yang ideal dapat memengaruhi produksi hormon estrogen yang terkait ovulasi dalam program hamil. Saat kelebihan berat badan, Bunda akan menghasilkan terlalu banyak estrogen yang bisa mencegah ovulasi teratur.

Sebaliknya, berat badan yang kurang ideal bisa menghasilkan lebih sedikit estrogen, sehingga menghambat ovulasi normal. Pada beberapa perempuan, kekurangan berat badan bahkan dapat menghentikan siklus haid, Bunda.

Pada laki-laki, kelebihan berat badan atau obesitas juga bisa memengaruhi kualitas sperma. Obesitas pada pria dikaitkan dengan kadar hormon testosteron yang rendah, kualitas sperma yang terganggu, dan tingkat disfungsi ereksi yang tinggi.

5. Hindari stres

Persiapan kehamilan enggak melulu soal kesehatan fisik. Bunda dan Ayah juga perlu menyiapkan mental dengan menghindari stres.

Beberapa penelitian menemukan kaitan antara tingkat stres pada perempuan dengan peluang kehamilan yang lebih rendah. Misalnya, perempuan dengan kadar alfa-amilase (enzim penanda stres) yang tinggi di air liurnya, membutuhkan waktu 29 persen lebih lama untuk hamil.

"Tubuh itu cerdas, dia tahu bahwa (periode stres) bukanlah saat yang tepat untuk memiliki bayi," ungkap Alice Domar, PhD, seorang peneliti infertilitas, dikutip dari Web MD.

Demikian cerita Irish Bella dan Haldy Sabri yang mengungkap rencana untuk program hamil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda