kehamilan
Kisah Bunda Mengira Hamil karena Sering Kelelahan, Ternyata Didiagnosis Kanker Usus
HaiBunda
Sabtu, 29 Nov 2025 10:00 WIB
Daftar Isi
Kita tidak pernah tahu kehamilan sebelum menjalani pemeriksaan USG. Tapi sayangnya, masih banyak Bunda menganggap USG bukan satu-satunya cara untuk mendeteksi kehamilan. Misalnya, beberapa keluhan fisik sering dianggap sebagai salah satu cara untuk mengetahui kehamilan.
Kisah Bunda yang salah menganggap keluhan kelelahan sebagai tanda hamil, dialami perempuan bernama Zara McCormick. Perempuan 36 ini menganggap bahwa tubuhnya yang sering lelah merupakan tanda hamil. Padahal, McCormick mengidap kanker usus.
Dilansir People, McCormick didiagnosis kanker usus pada minggu yang sama dengan ulang tahun pertama putranya di tahun 2023. Perempuan asal desa Gee Cross di Tameside, Inggris ini awalnya mengalami keluhan sesak napas dan kelelahan yang dianggap sebagai tanda kehamilan.
"Namun, ia pergi untuk menjalani beberapa tes di rumah sakit setempat dan didiagnosis mengidap kanker usus stadium 3c dengan mutasi MSI-H," demikian pernyataan dari pihak rumah sakit.
"Sekitar 10 hingga 15 persen pengidap kanker usus memiliki mutasi ini. Jenis kanker ini sangat responsif terhadap imunoterapi."
McCormick mengaku bahwa ia tidak mengalami gejala-gejala yang tak biasa sebelum didiagnosis kanker. Gejala yang dialaminya hanya kelelahan yang dianggap sebagai keluhan normal.
"Saya tidak mengalami gejala-gejala umum seperti darah keluar dalam tinja, jadi diagnosis ini sangat mengejutkan," ungkapnya.
Menjalani pengobatan baru untuk kanker usus
Setelah didiagnosis kanker, McCormick dirujuk ke The Christie Hospital untuk memelajari lebih lanjut tentang uji coba NEOPRISM yang berbasis di Inggris. Menurut National Institutes of Health (NIH), uji klinis ini menyelidiki apakah pemberian obat imunoterapi (pembrolizumab) sebelum operasi dapat meningkatkan peluang (tumor), dapat diangkat sepenuhnya dan apakah hal itu bisa menunda atau mencegah munculnya kanker kembali.
McCormick memulai tiga siklus pemberian pembrolizumab pada Juni 2023, sebelum menjalani pemindaian. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tumor di usus dan kelenjar getah beningnya telah 'mengecil secara signifikan' dan ia menjalani operasi untuk mengangkat sebagian ususnya.
"Ia menjalani operasi di The Christie pada bulan September, dan hasil biopsi selanjutnya menunjukkan tidak ada sel kanker aktif, hanya jaringan parut, jadi ia menunjukkan respons yang lengkap terhadap pengobatannya," demikian pernyataan dalam rilis tersebut.
Saat ini, McCormick telah dinyatakan bebas dari kanker. Namun, ia masih tetap menjalani pemindaian enam bulan sekali dan kolonoskopi tahunan di fasilitas tersebut.
"Mereka (petugas medis) meluangkan waktu untuk menjelaskan semuanya kepada saya dan menjawab semua pertanyaan saya. Mereka menjelaskan bahwa jenis kanker saya mungkin tidak merespons kemoterapi sebagai pengobatan standar yang tersedia saat ini. Mereka memberi saya semua informasi yang saya butuhkan untuk membuat pilihan yang tepat bagi saya," kata McCormick.
Meski pengobatannya berhasil, McCormick mengaku masih sering merasa lelah. Namun, ia sekarang sudah bisa kembali melakukan aktivitas dan bekeja.
Apa itu kanker usus?
Kanker usus adalah kanker yang ditemukan di usus, termasuk usus besar dan rektum. Melansir dari NHS Inggris, tingkat keparahan kanker usus bergantung pada seberapa besar kankernya, apakah kanker telah menyebar, dan kondisi kesehatan pasien secara umum.
Gejala kanker usus memang bisa mirip dengan gejala penyakit lain, bahkan mungkin salah satunya mirip dengan tanda kehamilan. Berikut gejala kanker usus:
Gejala kanker usus dapat meliputi:
- Perubahan pada feses, seperti feses yang lebih lunak, mengalami diare, atau sembelit yang tidak biasa
- Jarang atau malah lebih sering buang air besar (BAK)
- Ditemukan darah dalam feses, yang mungkin terlihat merah atau hitam
- Pendarahan dari anus
- Sakit perut atau perut kembung
- Benjolan di perut
- Berat badan turun tanpa sebab
- Merasa sangat lelah atau sesak napas
Penyebab dan faktor risiko kanker usus
Penyebab pasti kanker usus tidak selalu diketahui, tetapi bisa disebabkan oleh perubahan genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan. Bunda dengan kondisi kesehatan tertentu juga dapat berisiko terkena kanker usus.
Berikut beberapa faktor risiko kanker usus:
- Berusia di atas 50 tahun
- Memiliki kebiasaan merokok
- Kelebihan berat badan
- Riwayat keluarga kanker usus
- Mengidap penyakit radang usus, seperti Crohn dan kolitis ulseratif
- Memiliki pertumbuhan kecil di usus yang disebut polip usus
- Mengidap Sindrom Lynch atau poliposis adenomatosa familial
Demikian kisah Bunda mengira tubuhnya yang lelah sebagai tanda hamil, namun ternyata gejala kanker usus.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kehamilan
10 Persiapan Sebelum Jalani Program Hamil
Kehamilan
Bismillah Kunikahi Suamimu, Film tentang Getirnya Ibu Hamil dengan Kanker Usus
Kehamilan
Bisakah Bunda Cepat Hamil Setelah Menstruasi?
Kehamilan
Saat Program Hamil, Dukungan untuk Suami Juga Penting Diberikan
Kehamilan
17 Makanan Bantu Tingkatkan Kesuburan saat Jalani Program Hamil
10 Foto
Kehamilan
10 Bunda Seleb Pernah Gagal Program Bayi Tabung, Ada yang Mencoba Enam Kali
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Kasus Ibu Hamil Alami Kanker Meningkat, Kenali Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya
Kanker saat Hamil, Cara Mendeteksi hingga Penanganan yang Aman untuk Janin
Bolehkah Pasien Kanker Mendapatkan Kehamilan? Ketahui Fakta Medisnya