Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

kehamilan

Studi Terbaru Temukan Manfaat Vitamin D selama Kehamilan, Dapat Meningkatkan Kognitif Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 29 Aug 2025 12:15 WIB

Ilustrasi Vitamin Ibu Hamil
Ilustrasi Vitamin Ibu Hamil/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Makidotvn
Jakarta -

Vitamin D merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan selama kehamilan, Bunda. Kekurangan vitamin D telah banyak dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan selama hamil.

Studi terbaru yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition kembali menemukan manfaat vitamin D saat hamil. Kali ini, konsumsi vitamin D saat hamil dikaitkan dengan peningkatan kognitif anak setelah lahir.

Studi peer-review ini mengungkap bahwa anak yang ibunya memiliki kadar vitamin D lebih tinggi selama kehamilan mendapatkan skor yang lebih baik dalam tes memori, perhatian, dan keterampilan memecahkan masalah pada usia 7 hingga 12 tahun. Hasil tersebut dibandingkan dengan anak yang ibunya memiliki kadar vitamin D lebih rendah selama hamil.

Meskipun vitamin D telah sudah lama dikenal berperan dalam menjaga kesehatan tulang, para ilmuwan telah mengungkap pentingnya vitamin D dalam mengatur fungsi kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, dan melindungi sistem saraf. Melalui temuan terbaru ini, peneliti mengungkap bahwa vitamin D juga dapat mendukung perkembangan otak sejak bayi dalam kandungan.

Peneliti juga menemukan bahwa hubungan antara kadar vitamin D prenatal dan kognisi anak paling kuat terjadi di antara keluarga kulit hitam. Perlu diketahui, ras kulit hitam menghadapi tingkat defisiensi vitamin D yang cukup tinggi.

Selain itu, studi menunjukkan bahwa kadar vitamin D di awal kehamilan mungkin paling penting untuk perkembangan kognitif anak, yang menyoroti pentingnya tindakan dini oleh penyedia layanan kesehatan.

"Kami menganalisis lebih dari 900 pasangan ibu-anak di seluruh Amerika Serikat yang berpartisipasi dalam sebuah studi nasional berskala besar yang disebut ECHO (Environmental Influences on Child Health Outcomes). Kami mengukur vitamin D dalam darah ibu selama kehamilan dan menilai kemampuan kognitif anak-anak menggunakan serangkaian tes standar," kata tim peneliti, dikutip dari laman Science Alert.

"Kami juga memperhitungkan faktor-faktor penting lain yang membentuk perkembangan anak, seperti pendidikan ibu, kondisi lingkungan, serta usia dan jenis kelamin anak."

Studi baru ini melanjutkan temuan yang sebelumnya meneliti kadar vitamin D lebih tinggi selama kehamilan berkaitan dengan IQ tinggi pada anak usia dini dan berkurangnya masalah perilaku pada anak di usia pertengahan. Secara kolektif, studi menunjukkan bahwa vitamin D memainkan peran penting dalam perkembangan otak selama kehamilan, dengan manfaat jangka panjang bagi perkembangan kognitif dan perilaku anak.

Kekurangan vitamin D saat hamil dan risiko anak autis

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), kekurangan vitamin D umum terjadi pada ibu hamil di beberapa populasi. Hal tersebut dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia, diabetes melitus gestasional, kelahiran prematur, dan kondisi spesifik pada jaringan lainnya.

Selain masalah kesehatan pada ibu, kekurangan vitamin D juga disebut bisa berdampak buruk pada perkembangan otak janin. Studi di jurnal Frontiers in Psychiatry tahun 2019 bahkan mengaitkannya dengan risiko autis pada anak.

Studi yang dilakukan secara in vitro dan pada hewan percobaan ini telah menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat dikaitkan dengan kelainan struktural dan fungsional sistem saraf yang dapat diamati pada pasien gangguan spektrum autisme.

Selain itu, telah dilaporkan juga bahwa kekurangan vitamin D selama kehamilan dapat menjadi faktor risiko perkembangan gangguan spektrum autisme pada keturunan setelahnya, dan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme memiliki kadar vitamin D serum yang jauh lebih rendah dibandingkan anak-anak normal.

Studi lain yang terbit di Research in Autism Spectrum Disorders pada Maret 2024 juga menemukan hal serupa. Studi ini menemukan bahwa suplementasi vitamin D dan multivitamin ibu selama kehamilan dikaitkan secara signifikan dengan penurunan risiko gangguan spektrum autisme.

"Suplemen multivitamin ibu hamil berpotensi meredakan gejala dan kemampuan personal-sosial pada anak-anak (dengan gangguan spektrum autisme)," kata tim penulis studi.

"Mengurangi risiko gangguan spektrum autisme dan gejala nya pada keturunan merupakan pertimbangan kebijakan kesehatan masyarakat, yang dapat dicapai melalui pemberian vitamin D dan multivitamin selama hamil."

Penelitian lebih lanjut tetap dibutuhkan untuk mengetahui peran nutrisi ibu hamil dalam etiologi dan gejala autisme, serta mekanisme yang mendasari pemenuhan vitamin D dan risiko autisme.

Perlu diketahui, vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak yang sebagian besar diperoleh dari konsumsi susu atau jus yang difortifikasi, minyak ikan, dan suplemen makanan. Sumber vitamin D juga bisa didapatkan dari paparan sinar matahari.

Menurut, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ibu hamil membutuhkan asupan vitamin D sebanyak 600 unit internasional (IU) per hari. Dosis yang sama juga direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Demikian studi terbaru yang mengaitkan kebutuhan vitamin D selama hamil dan fungsi kognitif anak setelah lahir. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda