haibunda-squad
Gembira Parenting Luncurkan TUNAS Community Hub, Dampingi Anak di Dunia Digital
HaiBunda
Senin, 02 Feb 2026 10:25 WIB
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peran orang tua dalam mendampingi anak kini berada pada titik yang paling krusial. Realita menunjukkan bahwa sekitar 40 persen pengguna internet di Indonesia, atau sekitar 110 juta jiwa, adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun.
Menjawab tantangan besar ini, Gembira Parenting resmi memperkenalkan Tunas Community Hub melalui acara bertajuk Road to Tunas Community Hub yang sukses digelar pada Kamis (29/1/2026) di Sekolah Tanah Tingal, Tangerang Selatan. Wadah berbasis komunitas ini diinisiasi oleh Gembira Parenting sebagai perpanjangan tangan dari inisiatif PP Tunas (Tunggu Anak Siap), sebuah gerakan yang mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kematangan usia dan kesiapan mental anak sebelum berinteraksi sepenuhnya dengan platform digital.
Visi utama gerakan ini ialah untuk membersamai orang tua agar memiliki tempat bernaung, ruang berbagi, serta panduan konkret dalam menjaga buah hati mereka di jagat digital. Sebagai bentuk nyata dari kolaborasi lintas ekosistem, hingga saat ini sebanyak 43 komunitas dari berbagai wilayah di Indonesia serta 42 sekolah di kawasan Jabodetabek telah resmi bergabung dalam Tunas Community Hub.
Seluruh komunitas dan sekolah tersebut menyatakan komitmennya dengan menandatangani Surat Pernyataan Dukungan, sebagai bentuk kesediaan untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pendampingan anak di dunia digital. Keterlibatan ini menegaskan bahwa isu perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi antara keluarga, komunitas, dan institusi pendidikan.
Forum kolaboratif ini menjadi ruang diskusi yang menjelaskan bahwa internet hari ini tidaklah bersih seperti kertas putih; seiring waktu, ruang digital diisi oleh sisi baik dan buruk secara berdampingan. Hadir mewakili Menteri Komdigi, Bonifasius Wahyu Pujianto, Ph.D. (Kepala BPSDM Komdigi), memaparkan tantangan serius terkait keamanan digital.
"Ranah digital atau internet tidak bersih seperti kertas putih. Tidak menafikkan adanya penipuan di ruang digital, bahkan kejahatan seksual berbasis online itu nyata dan berdampak ke psikologis. Child grooming bahkan sangat susah dihentikan karena sifatnya person-to-person," ungkap Pak Bonifasius.
Ia menekankan bahwa perlindungan terhadap anak-anak adalah prioritas utama melalui program literasi digital CABE (Cakap, Aman, Budaya, dan Etika Digital), karena risiko di ruang digital adalah nyata dan tidak hampa. Menyambung hal tersebut, Reza Imran Yanuar selaku Founder Gembira Parenting menegaskan bahwa pembentukan Tunas Community Hub berangkat dari kesadaran bahwa orang tua adalah garda perlindungan pertama bagi anak, namun mereka tidak boleh dibiarkan berjalan sendirian.
Sebagai wadah yang kini membersamai 2.500 member, Gembira Parenting memposisikan diri sebagai katalis yang mempertemukan para ahli dengan orang tua.
"Kami menyambut baik PP Tunas ini, namun di lapangan kami melihat orang tua masih bingung bagaimana harus berperan. Gembira Parenting tidak bisa berjalan sendiri untuk menangani isu sebesar ini, itulah mengapa kami menginisiasi Tunas Community Hub. Kami ingin memastikan para orang tua memiliki komunitas yang membersamai mereka dalam menjalani parenting journey, sehingga tidak ada lagi yang merasa berjuang sendirian menjaga anak di dunia digital," jelas Reza.
Perspektif mengenai pola asuh diperdalam oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Tokoh Perempuan dan Anggota DPR RI, yang menyoroti pentingnya perubahan paradigma orang tua. Beliau mengingatkan agar orang tua tidak terjebak dalam fenomena 'baby forever' yang selalu menganggap anak harus dijauhkan dari masalah tanpa dibekali kesiapan.
"Salah satu kesalahan orang tua adalah baby forever, menganggap anak sebagai sosok yang harus dijauhkan dari masalah. Padahal mereka adalah calon pemimpin masa depan. Jika ingin mereka sukses, kita harus siapkan mereka menghadapi konsekuensi dan memberikan pilihan. Pendekatannya harus dengan empati; orang tua dan guru adalah garda terdepan yang mau tidak mau harus sadar dan memiliki kedekatan dengan dunia digital," tegas Bu Rahayu.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Alfreno Kautsar Ramadhan (Staf Khusus Menteri Komdigi RI) serta Husnul Khotimah (Praktisi Pendidikan) yang turut memperkaya diskusi mengenai pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tunas Community Hub yang digagas oleh Gembira Parenting ini diharapkan menjadi ekosistem yang hangat dan kolaboratif, memastikan bahwa di tengah dunia digital yang tanpa batas, penjagaan terbaik adalah kehadiran dan kedekatan yang tidak berjarak antara orang tua dan anak.
Dengan adanya wadah ini, orang tua kini memiliki panduan dan teman seperjalanan untuk menciptakan ruang tumbuh anak yang lebih aman, positif, dan berdaya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Haibunda Squad
Kemeriahan BIRTH CLUB SEPTEMBER 2024 Rayakan Ultah Pertama Si Kecil
Haibunda Squad
Marukaii Supermoms Rayakan Ulang Tahun ke-4: United in Motherhood
Haibunda Squad
Ratusan Bunda Hadiri MomFest 2025 di Bekasi, Ada Sesi Sharing yang Menyentuh
Haibunda Squad
Gembira Parenting Rayakan 1 Tahun Perjalanan, Ajak 100 Keluarga Seru-seruan di Ragunan
Haibunda Squad
Keseruan Perayaan 5th Anniversary Komunitas MomToMoms Sharing
5 Foto
Haibunda Squad
5 Potret Keseruan TERASI 2025 by SOVLO, Hadirkan Karya Memukau dari Ilustrator Lokal
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Zero Waste Cianjur Buktikan Minyak Jelantah Bisa Berdampak Besar bagi Lingkungan!
Hijabers Community Hadirkan Soulful Journey: From Self-Love to Divine Ridha
TAZA Gelar Solo Exhibition 'A Tale of Tomorrow': Ruang Refleksi Amanah, Pilihan, dan Proses yang Dijaga